Minggu, 27 November 2016

Sore Ini, Penghargaan FFA dan FTA 2016 Berlangsung Di Hotel ASEAN Medan


TABLOIDIMAJI.COM, MEDAN PETISAH – Penganugerahan Festival Film Anak dan Festival Teater Anak 2016 diselenggarakan untuk mengapresiasi kreasi seni anak muda dalam bidang sinematografi dan teater. Acara yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) dilaksanakan di Hotel ASEAN Internasional Medan, Sabtu (26/11/2016).

Penganugerahan ini mengusung tema ‘Pendidikan Untuk Semua’. Tak hanya komunitas yang ada di Medan, beberapa komunitas dari berbagai daerah turut meramaikan acara penganugerahan ini mulai dari komunitas film anak dari Batang Toru hingga komunitas film anak dari Nias.

Direktur Eksekutif PKPA, Misran Lubis mengapresiasi animo sinematografer muda saat ini. “Secara kualitas, persaingan komunitas film anak saat ini semakin ketat,” ujar Misran dalam penyampaiannya. “Momen penting dari penganugerahan ini adalah karya,” lanjutnya. Ia berharap siapapun pemenangnya, tidak mematahkan semangat yang kalah untuk selalu tetap berkreasi.

Beberapa nominasi diperlombakan pada Penganugerahan FFA & FTA 2016. Kategorinya antara lain photo booth contest, film fiksi 2016, aktor dan aktris terbaik berbakat, film fiksi, film dokumenter terbaik, dan kategori teater anak 2016.

Acara penganugerahan ini dibuka oleh Staf ahli Bidang Kesehatan dan Pendidikan, Aspan Sofian. Beberapa perusahaan dan komunitas mendukung acara ini diantaranya oleh Opique Pictures, SFD, Kinder Not Life, Agincourt Resources, AQUA, YPI Amir Hamzah, Tupperware, indieART project, SEMUT, dan Smile. (MON)

 sumber :  TABLOIDIMAJI.COM

16 Film Lolos di Festival Film Anak 2016

Sebanyak 16 Film dari 15 Komunitas yang ada di Sumatera Utara lolos seleksi di Festival Film Anak 2016. Dalam kegiatan Screening Film FFA 2016, film yang rata-rata berdurasi 15 menit itupun telah diputar selama dua hari, 7-8 November 2016 di Gedung Smile Komplek  Bumi Seroja Permai Sunggal.

Acara tahunan ini pun turut dihadiri komunitas yang filmnnya masuk dalam nominasi FFA 2016 seperti Ecek-Ecek Production, Wise Production, Medan Art of Cinematografi dan Fantastic Time Production. “Acara ini dimulai pada tahun 2008, ini merupakan festival yang kesembilan di tahun 2016 ini, dengan meloloskan 16 film dari 15 komunitas yang ada di Sumatera Utara, baik film fiksi maupun dokumenter,” tutur Ismail, Selasa (8/11/2016).

Lannjutnya, dari tahun 2008 hingga sekarang, terhitung ada 50 komunitas yang turut berpartisipasi dan menciptakan karya-karya yang film yang baik. “Ada sekitar 50 komunitas yang mana komunitas tersebut rata-rata masih berusia dibawah 18 tahun yang terlibat dalam pembuatan film-film ini. Sedangkan dari 2008 – 2016 sudah ada 152 film yang sudah dihasilkan dari komunitas-komunitas ini,” tambah Ismail. Malam puncak penganugerahan FFA 2016 akan berlangsung di Hotel Asean pada Sabtu (26/11/2016) mendatang. (VER)

sember : TABLOIDIMAJI.COM

Rabu, 23 November 2016

FFA 2016 Diikuti 16 Film Fiksi dan Dokumenter

Laporan Wartawan Tribun Medan/Hendrik Naipospos
Pemenang Apresiasi Festival Film Anak 2015.

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Pusat Kajian dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan Opique Pictures dan Sineas Film Documentary akan menggelar malam Penganugrahan Festival Film Anak 2016 bertajuk Education for All di Ballroom Hotel Asean, Medan, 26 November mendatang.

Festival Film Anak ini merupakan festival film yang diselenggarakan setiap tahun sejak 2008 lalu. Mewakili panitia, Muhammad Taufik Pradana menyebutkan, bahwa acara ini merupakan ruang kreasi yang diperuntukkan khusus kepada anak. "Di sini anak yang berkarya, anak yang berpesan. Seluruh proses harus dilaksanakan oleh anak. Usia maximal itu 18 tahun. Jadi pelajar SMA masih bisa mengikuti acara ini," kata Taufik saat dihubungi, Rabu (24/11/2016).

Ia mengatakan, peran orang dewasa cukup dibatasi dalam festival film ini. Taufik menegaskan, apabila diketahui pembuatan film merupakan mayoritas karya orang dewasa maka film tersebut otomatis gugur.
"Peranan orang dewasa hanya sebatas pendamping. Sebagai talent boleh, apabila memang memerankan sosok orang dewasa. Bukan sebagai editor, juru kamera, dan lainnya," sambungnya.

Festival kali ini mengikutsertakan 12 film fiksi dan empat film dokumenter dengan durasi maksimal 15 menit.
Untuk film fiksi, anugerah akan diberikan kepada film, sutradara, editor, juru kamera, pemeran pria dan wanita terbaik. Sedangkan untuk film dokumenter akan diberikan anugrah kepada film, sutradara, juru kamera dan editor terbaik.

Tak hanya oleh anak berdomisili di Medan. Berbagai anak di kabupaten dan kota lain di Sumut juga turut berpartisipasi dalam acara ini. "Ini festival film tingkat provinsi. Anak di Kabupaten Langkat, Nias, Medan, Batubara mengirimkan karyanya. Jadi tak sebatas Medan," ujarnya mengakhiri. 

sumber: tribun-medan.com

Sabtu, 05 November 2016

Wow, Anak 13 Tahun Ini Sutradarai Sebuah Film Pendek

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tak hanya digandrungi kaum remaja dan masyarakat dewasa, perfilman kini turut diramaikan oleh karya kreatif anak-anak Indonesia. Seperti halnya Imam Syuhada As-Salim, anak dari Ibrahim dan Kurnia Sari Mulia yang berdomisili di Kecamatan Medan Marelan.
Imam menyutradarai sebuah film dokumenter pendek yang menceritakan kisah anak berkebutuhan khusus.
"Film ini berdurasi 15 menit 3 detik berjudul Cerdas dalam Keunikan. Ini ide Imam, dan dibantu teman yang lain di LPPA (Lembaga Peduli Pendidikan Anak). Kami bercerita mengenai anak berkebutuhan khusus, menerima mereka dengan segala kekurangan dan kelebihan," kata Imam kepada www.tribun-medan.com di Biro Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Sabtu (5/11/2016).
 
Pembuatan film ini dibantu oleh dua adik kandungnya, Malikul Soleh As-Salim dan Amirul Musthofa As-Salim. Imam menyebutkan, bahwa proses pembuatan film ini berlangsung sekitar satu bulan. "Film ini selesai 27 Oktober 2016 lalu. Adik saya Malikul Soleh As-Salim bertindak sebagai penulis naskah dan Amirul Musthofa As-Salim sebagai juru kamera," sambungnya. 

Rencananya film ini akan diperlombakan dalam Festival Film Anak 2016, di mana acara puncaknya akan digelar pada 12 November 2016 mendatang.

Biofile:
Nama: Imam Syuhada As-Salim
Tempat, Tanggal Lahir: Medan, 15 Mei 2003
Alamat: Jalan Burung 3, Kompleks Andalas Medan
Nama Orang Tua
     Ayah : Ibrahim
     Ibu    : Kurnia Sari Mulia
 
Penulis: Hendrik Naipospos
Editor: Randy Hutagaol
Sumber: Tribun Medan

Begini Kisah Bocah 13 Tahun, hingga Dapat Sutradarai Sebuah Film

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bocah 13 tahun, Imam Syuhada As-Salim, mengenal dunia perfilman sejak Februari 2016 lalu.

Perkenalan ini terjadi  sesaat ia tergabung dalam Lembaga Peduli Pendidikan Anak (LPPA).
LPPA merupakan lembaga pendidikan yang dibentuk oleh kedua orang tua Imam, yakni Ibrahim dan Kurnia Sari Mulia sekitar 2007.
 
Kurnia Sari Mulia menyebutkan, bahwa LPPA memiliki program Sugesti Pagi yang merangsang daya pikir anak-anak. "Setiap pagi mereka kita minta untuk memikirkan cita-citanya. Setelah itu kita petakan bagaimana mencapai cita-cita itu. Imam sendiri tidak bercita-cita menjadi sutradara. Tapi ada kesempatan mencoba, kenapa ditolak, ini juga upaya pencarian jati diri," sebut Kurnia kepada www.tribun-medan.com di Biro Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Sabtu (5/11/2016).

Kurnia menjelaskan, bahwa kesempatan mencoba menjadi sutradara film terjadi saat LPPA dihadiri sineas Medan, Taufik Pradana yang tergabung dalam Opique Pictures. Taufik mengajarkan anak-anak LPPA mengenai teknik fotografi yang berkelanjutan ke desain grafis, editing, hingga perfilman. "Awalnya anak-anak hanya fotografi, tapi berlanjut terus sampai didampingi pembuatan film pendek berjudul Cerdas dalam Keunikan. Film ini baru selesai 27 Oktober lalu," sambungnya.

Imam menyebutkan, setelah mendapat bimbingan dari Taufik dirinya mulai mencintai proses perfilman. Imam memproduksi film ini dengan handycam, dan proses editing mempergunakan aplikasi Corel Video Studio.
"Mulai suka, kedepannya mau mencoba buat film lagi," kata Imam. Film ini menceritakan kisah anak berkebutuhan khusus yang akan diperlombakan dalam Festival Film Anak.

Biofile:
Nama: Imam Syuhada As-Salim
Tempat, Tanggal Lahir: Medan, 15 Mei 2003
Alamat: Jalan Burung 3, Kompleks Andalas Medan
Nama Orang Tua
     Ayah : Ibrahim
     Ibu    : Kurnia Sari Mulia

(cr2/tribun-medan.com)
Penulis: Hendrik Naipospos
Editor: Randy Hutagaol
Sumber: Tribun Medan