Selasa, 08 Januari 2013

Opique Pictures Bikin Film Jadul


                 
                 Sabtu lalu (5/1) opique pictures bersama dengan dharmateta, komfaz prod dan wwb prod memproduksi sebuah film berjudul “Ego”. Film yang di sutradarai oleh windha mitari bernuansa jauh berbeda dengan film-film yang diproduksi terdahulu. Sebab film ini menggunakan semi teaterikal  dan mereka berencana mengubah  warna film tersebut bergaya film jaman dahulu pada era 70an.

                Film ini diadaptasi dari teater yang pernah mendapatkan penghargaan penulis cerita terbaik pada sebuah perlombaan teater di Universitas Negeri Medan. Namun pada saat cerita tersebut di gunakan sebagai skrip film sehingga banyak perombakan yang terjadi. Salah satunya dari judul sendiri. Pada awalnya menggunakan judul “Persengkongkolan Materi” saat melewati masa transisi ke sebuah judul film maka diganti menjadi ”Ego” agar lebih padat dan terkesan lebih menjual dari pada judul awalnya.

                Mulai sejak pagi hari mereka berkumpul bilangan jalan Danau Singkarak kelurahan Sekip Medan sebagai tempat lokasi shooting mereka. Lokasi ini merupakan rumah kakek kandung dari salah satu orang film di ibukota, yaitu Adenin Adlan. Kebetulan kordinator lapangan dalam film ini adalah sepupu sekekak dari  penulis skrip film “ Ummi Aminah”. Yamin yang sebagai tuan rumah dalam lokasi tersebut juga sedang aktif di komunitas film indie Komfaz prod.

                Disela aktifitas make up dan mengganti kostum sesuai dengan kebutuhan skrip, M Taufik Pradana selaku humas Opique pictures mengatakan ; “ Kami sengaja mengajak kawan-kawan dari komunitas film yang masih belia ini guna mereka belajar dan menambah aktifitas positif mereka, daripada mereka hanya mengabiskan waktu sia-sia lebih baik mereka berkarya. Karena kami melihat sendiri sebenarnya mereka banyak sekali potensi yang luar biasa hanya saja mereka kurang memahaminya. Ditambah lagi dengan kurang pahamnya mereka dengan manajemen produksi film indie. Dan  dari project yang kami lakukan bersama ini harapannya mereka dapat mengembangkan ide-ide liar mereka lagi guna menambah citra baik film medan tuk bersaing secara nasional bahkan internasional kedepannya”. Ungkap salah satu pendiri komunitas opique pictures yang dalam waktu dekat  ini akan habis masa jabatannya pada periode pertama ini.

                Film ini akan di sunting oleh pemenang editor terbaik film fiksi FFA 2012 oleh M Ali Akbar di bankel kreatif Opique pictures bersama Bobby Bagaskara dari komunitas Komfaz prod  dan di diawasi oleh Editor terbaik FFA 2009 M Taufik Pradana.

                Hendri Norman dari Matasapifilm mengapresiakan project film “Ego” ini karena di kerjakan oleh banyak pendatang baru dunia film Medan. Bahkan Andi Galung dari Media Identitas menyatakan ini merupakan cara mestimulus untuk memotivasi agar semakin banyaknya penggiat film di kota ini. Sebab dengan adanya kagiatan tersebut maka akan semangkin bergairah dalam produksi film yang lebih liar lagi walau pemerintah Medan sendiri tidak peduli dengan kemajuan industry kreatif ini.



                Film berdurasi pendek ini merupakan salah satu pengisi dari project film omnibus yang telah disepakati oleh ManuProjectPro, Matasapifilm, Opique Pictures, dan media identias pada beberapa bulan yang lalu. Omnibus yang bertema tentang kebohongan menjadi benang merah yang menyatukan alur pada semua film yang di produksi oleh masing-masing rumah produksi ini. Omnibus ini berencana akan mengadakan premiere di bulan februari ini. Dan ini menjadi gebrakan baru di dunia perfilman kota medan. Menjadi sebuah perwujudan komunitas film di Medan dapat bersatu dalam karya.

                Komunitas yang tergabung dalam project ini merupakan beberapa komunitas film yang masih produktif dan terus menjalin komunikasi dalam seni audiovisual. Sebab film merupakan seni yang mencair, yaitu seni yang tidak di bawah tekanan atau sesuatu yang tidak memiliki tingkatan pengalaman atau senioritas.