Senin, 30 Januari 2012

4th ASEANpreneurs Idea Canvas - The Mobile School



Fenomena anak jalanan merupakan salah satu persoalan klasik yang banyak dihadapi oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Sosial, saat ini terdapat 230 ribu anak jalanan yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di kota-kota besar, seperti Medan.

Kemiskinan merupakan faktor utama penyebab dari masalah ini. Dikarenakan banyaknya orang tua yang tidak mampu membiayai hidup keluarganya secara material, sehingga anak-anak yang harusnya duduk di bangku sekolah ataupun bermain dituntut untuk turun kejalanan dan membantu orang tua mencari nafkah.

Selain itu, terdapat juga faktor psikologis  dalam diri anak seperti pengaruh pergaulan lingkungan atau kurangnya perhatian dan kasih sayang dari keluarga yang memang tidak harmonis lagi, yang semakin memperbesar jumlah anak jalanan. Untuk mempertahankan hidupnya, mereka mengerjakan berbagai pekerjaan informal, seperti menjual koran, menyemir sepatu, mengamen, memulung.
 
Dan tidak hanya itu, kondisi kehidupan dunia jalanan yang keras dan kejam tak jarang menggiring mereka terjebak ke dalam tindak kriminalitas. Dengan menempatkan mereka sebagai subjek seperti mencopet dan merampok, atau sebagai objek seperti korban eksploitasi.

Konvensi Hak-Hak Anak (On The Rights Of The Child) sebagai hasil sidang Majelis Umum PBB yang telah ditandatani Pemerintah Republik Indonesia pada 26 Januari 1990, seharusnya menjadi acuan dan tujuan untuk memperjuangkan hak-hak hidup anak jalanan.

Terutama hak mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak sebagai bagian tak terpisahkan dari generasi muda penerus bangsa.

Karena hanya dengan  pendidikan mereka dapat menjadi manusia yang bermoral, berwawasan, berketerampilan, percaya diri, dan memiliki harapan hidup yang lebih baik ke depan. Program solusi ini bernama Mobile School. Yakni sebuah program pendidikan alternatif gratis dengan konsep sekolah informal yang bergerak.

Dimana sekolah ini langsung mendatangi dan mengadakan proses belajar-mengajar di daerah-daerah hunian atau tempat yang merupakan basis kegiatan sehari-hari anak jalanan yang menjadi muridnya.

Untuk itu, dalam pelaksanaannya sekolah ini menggunakan mobil sebagai sarana utamanya. Mobil yang akan dipakai tersebut dilengkapi dengan buku-buku, peralatan belajar-mengajar, serta alat-alat pendukung lainnya, termasuk gurunya. 

Dalam hal sistem pendidikan, Mobile School mengutamakan pendidikan yang berbasis pada skill, keterampilan, pembangunan karakter, dan pengembangan jiwa wirausaha muridnya. Sistem ini membuat anak jalanan tidak sekedar memiliki pengetahuan teoritis saja, tapi juga kemampuan dan keahlian secara praktek dalam bidang-bidang wirausaha tertentu, seperti membuat prakarya atau kerajinan tangan yang menarik dan bernilai ekonomis.

Melalui kemampuan dan skill yang dimiliki tersebut diharapkan mereka akan dapat mencari nafkah dengan cara yang lebih baik dan memperoleh penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka dan mudah-mudahan untuk masa depan yang lebih cerah
 
Kita tidak bisa mengajari orang apapun
Kita hanya bisa membantu mereka menemukannya di dalam diri mereka
(Galileo Galilei)
We can not teach people anything
We can only help them discover it within themselves


opique pictures
mengudara dalam sebuah kamar penuh inspirasi
tepat pukul 02.59wib