Jumat, 11 Februari 2011

Selama 4 TH pacaran, belum pernah sekalipun kami ML. Dan akhirnya…

  • Mengapa sebagian orang, justru bangga sudah tidak perawan/perjaka lagi!?
    -> Bahkan di kalangan anak muda ada semboyan, “Masih perawan/perjaka?? Ga gaul euiii!!”
  • Mengapa sebagian orang, justru bangga sudah/bisa ML dgn pacarnya!?
    -> Mungkin kebanyakan org pacaran, tujuannya: biar bisa ngerasain yg namanya ciuman, pelukan, grepe2, syukur-syukur klo bisa ML! [trmsuk TS jg kale y? ]
  • Mengapa sebagian orang, justru mengatasnamakan cinta agar bisa ML!?
    -> Sebenarnnya itu CINTA?? atau NAFSU?? Klo kita benar2 sayang dan CINTA, justru kita akan sllu menjaga kesucian pasangan kita dan kita tidak akan pernah berusaha untuk menyakiti serta ‘menodai’nya
  • Mengapa sebagian orang, justru senang merekam/mendokumentasikan perbuatan mesum mereka sendiri!? Bahkan dengan bangganya menceritakannya ke org lain!!
    -> Sudah tahu berbuat dosa, kenapa masih ditambah menceritakan perbuatan dosa/aib mereka sendiri?? Untuk bukti ‘eksistensi’, koleksi, sebuah bentuk kebodohan, atau sebuah ‘prestasi’!?
  • Mengapa sebagian orang, yg sebenarnya tahu ML itu dosa besar, ML itu bnyk penyakitnya, tapi tetap saja ‘gemar’ melakukannya!?
    -> NERAKA [jaminan Allah untuk org yg gemar berzina]; HIV/AIDS, Raja Singa, Shipilis, Kanker Serviks, dsb [adzab Allah di dunia], ane g takut tuh!!
  • &Mengapa sebagian orang, justru dgn bangganya mengikuti ‘PERINTAH’ SETAN [berbuat mesum, maksiat, umbar nafsu-syahwat] ketimbang mengikuti PERINTAH ALLAH (TUHANnya) [untuk sllu menjauhi perbuatan ZINA]!?
    -> Sebenarnya siapa TUHAN kita!? SETAN atau ALLAH!?

Quote:
Kenapa ML itu sungguh indah, sungguh mengasyikan, sungguh nikmat, dan sungguh membuat kita ketagihan!? G usah banyak terka, SETAN-lah yg menjadikan perbuatan itu tampak indah di hadapan kita. Jadi, jika kita tidak punya bekal iman yg kuat, pastilah kita akan termakan bujuk rayu SETAN itu.


&Kenapa SETAN sllu menyesatkan kita!? Karena SETAN ingin mengajak sebanyak-banyaknya manusia u/ menemaninya di NERAKA!! Simpel kan!?


Quote:
KISAH NYATA TS

TS berpacaran dengan seorang wanita cantik-seksi [IGO] , sejak tanggal 2 April 2006 [TS saat itu berumur 20 TH dan pacar 19 TH]. Dalam perjalanan cinta kami, TS akui berat sekali godaannya, maklum gejolak kawula muda! Semua itu, akibat pergaulan tmn, akses yg mudah dari internet-majalah, ditambah pemahaman TS yg masih setengah-setengah ttg agama, semua itu seakan menjadi ‘ancaman’ terbesar TS u/ML!! Siapa siy yg g pengen, g tergoda, ML ma pacarnya yg cantik&seksi!? Mana sering berduaan, rumah kosong lagi!! Ane jg pengen!! Ane g kuat!!

  • Tapi tiap kali terbesit pikiran seperti itu, seketika jg ane urungkan niat itu, karena ingat betapa sedihnya Bpk Ibu ane jika tahu anak yg slma ini dibanggakannya ternyata berbuat hal yg memalukan, berbuat DOSA sprti itu!! Dan ane g ingin membuat Bpk Ibu ane sedih dan menangis
  • tiap kali terbesit pikiran seperti itu, seketika jg ane urungkan niat itu, karena ingat betapa ane mencintai pacar ane setulus hati. Dan ane g ingin menyakiti dan menodainya, seberat apapun itu godaannya
  • tiap kali terbesit pikiran seperti itu, seketika jg ane urungkan niat itu, karena ingat betapa MAHALnya sebuah 'harga' yg akan ane korbankan [masa depan, nama baik ortu/klrga/diri sendiri, kesehatan, sekolah/kuliah, dsb.] hanya demi sesuatu yg MURAH, tak berharga! [nikmat sesaat, penyakit, dikeluarkan dari sekolah, dikucilkan masyarakat, bhn gunjingan org, dsb]. Dan ane g ingin menjadi org yg 'bodoh' dan merugi
  • tiap kali terbesit pikiran seperti itu, seketika jg ane urungkan niat itu, karena ingat betapa marah/kesalnya ane, seandainya hal itu terjadi dengan adik/anak perempuan ane
  • &tiap kali terbesit pikiran seperti itu, seketika jg ane urungkan niat itu, karena ingat betapa Allah akan murka dengan ane. Dan ane merasa g akan sanggup untuk menerima adzab Allah atas perbuatan DOSA ane

Quote:
Alhamdulillah… Akhirnya setelah 4 TH lebih berpacaran akhirnya kita mengucapkan janji suci untuk saling setia di hadapan Allah SWT. 10 Juli 2010 yg lalu kami menikah. Dan kami bangga, karena selama ini telah berhasil menjaga kesucian itu, yg memang seharusnya baru boleh kita ‘nikmati’ setelah menikah, sah menjadi suami-istri

Spoiler for kimpoi:


Foto [blur] pernikahan TS, dgn kehadiran sahabat2 ane


Semoga kisah ini bisa menginspirasi agan/sist semua, untuk bisa saling menjaga kesucian dan kehormatan org yg kita sayangi. Yg sudah terlajur, y sudahlah biarlah kisah itu berlalu dan menjadi pembelajaran/catatan masa lalu. Sllu yakini bahwa Allah akan sllu memberikan samudera maafNya u/ hambaNya yg bertaubat

Quote:
"Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". [QS:An-Nur;30]
Spoiler for Pesan Sponsor:









sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5584762

Sungguh LUCU dan MEMALUKAN, Muslim yg seperti ini!? Termasuk kamu!?

ali ini TS ingin menulis ttg keprihatinan TS melihat umat Muslim dewasa ini [TS juga Muslim ]. Kenapa memprihatinkan!? Sekarang ini banyak orang yang mengaku Islam tapi tidak Sholat, mengaku Islam tapi berbuat maksiat-mengumbar syahwat, mengaku Islam tapi berbuat anarkis, mengaku Islam tapi sllu menuruti hawa nafsu setan yg nyata-nyata MENYESATKAN! Lalu, Islam apakah yg sprti itu!? Islam KTP!? Islam bawaan lahir!? Atau ‘Islam-Islaman’!? Sungguh LUCU dan MEMALUKAN!!
Quote:
Ini contoh sederhana yg mungkin sadar/tanpa disadari sering kita lakukan sehari-hari [termasuk TS jg ]

Terkadang kita akan dengan senang hati, tanpa terasa menghabiskan&meluangkan waktu kita u/:
5-8 jam (+/- 33% waktu kita dalam sehari) untuk tidur!!
2-4 jam (+/- 17% waktu kita dalam sehari) untuk maen game-internet, nonton TV, membaca koran&majalah!!
1-2 jam (+/- 8% waktu kita dalam sehari) untuk telp2an, SMSan ma pacar/gebetan!!


Dan apa yg terjadi dengan Sholat Wajib 5 waktu kita yg hanya +/- 50 Menit (hanya 4% waktu kita dlm sehari!!)
atau waktu kita u/ membaca Al-Qur’an yg hanya +/- 15 Menit (hanya 1% waktu kita dlm sehari!!),
tetapi mengapa kita berat sekali untuk menunaikannya!? sehingga kita tidak pernah bisa menjalankannya dgn ikhlas, rutin dan senang hati!?


Akhirnya kita menjadi suka melalaikan Sholat (bolong-bolong) dan tidak pernah sekalipun tergerak hati u/membaca Al-Qur’an. Sungguh LUCU dan MEMALUKAN bukan!? Termasuk kamu!?
Quote:
Pada saat ada ‘panggilan’ dari HP kita [HP bergetar ada telp./SMS masuk], kita pasti akan SEGERA melihatnya, mengangkat telp tsb. [Apalgi klo tahu itu dari pacar, gebetan, atau sang selingkuhan! ]. Bahkan saat kita berkendara sekalipun, kita akan SEGERA, pda saat itu jg menepikan kendaraan untuk menerima telp. atau skdar melihat SMS tsb, dan bahkan ada yg telp./sms sambil berkendara!


Tapi apa yg terjadi jika kita mendengar ‘panggilan’ Allah SWT, dari Adzan yg berkumandang sbgai pertanda waktu kita Sholat!? Trkdng kita menjawab: ‘Nanti ahh…!’ ‘Alahhh, masih jam segini..!” ‘Duhh, masih sibuk, bnyk kerjaan nie!” “Uahhmm..masih ngantuk, capek!” “Nanggung nie, acara TVnya masih asyik!”, dsb.


Akhirnya kita menjadi suka menunda2 waktu Sholat kita. Sungguh LUCU dan MEMALUKAN bukan!? Termasuk kamu!?
Quote:
Kita Sholat Wajib, jmlnya 17 rakaat dalam sehari. Pastinya kita WAJIB membaca Al-Fatihah sebanyak 17 kali. Apabila dihitung, dalam setahun kita membaca Al-Fatihah 6.120 kali! &jika kita selama ini sudah Sholat selama (katakanlah) 5 tahun, artinya kita telah membaca Al-Fatihah sebanyak 30.600 kali!! Tpi harus kita tanyakan kpda diri kita sendiri, apakah selama ini kita tahu artinya!?



Tapi apa yg terjadi jika kita dihadapkan dengan lirik2 lagu2 cinta, puitis, romantis dari band kesayangan kita? Wooowww… Sehari, dua hari langsung hafal di luar kepala! Menghayati! Sampai-sampai menangis dgn syahdunya!


Akhirnya kita menjadi ‘jauh’ dari Al-Qur’an, karena kita hanya membacanya saja tanpa pernah mengetahui dan menghayati artinya [lebih parah lgi, yg menjadikan Al-Qur’an hanya sebagai pajangan/pemanis ruangan! ]. Sungguh LUCU dan MEMALUKAN bukan!? Termasuk kamu!?
Quote:
‘PERINTAH’ [bisikan] Setan: “Wahai Manusia, tak mengapa kamu bermaksiat, mengumbar syahwat, puaskan hawa nafsumu brg sesaat! Kesempatan tidak akan datang kedua kali, skrg ini adalah saat yg tepat! Percayalah! Kau akan sungguh2 merasakan NIKMAT!”


PERINTAH Allah SWT: “Wahai Manusia, Jangalah kau menuruti hawa nafsu Setan yg akan sllu menyesatkanmu dari jalanKu. Jagalah pandanganmu dan peliharalah kemaluanmu!”


Tapi apa yg terjadi??? PERINTAH siapakah yg kita jalankan? PERINTAH siapakah yg kita ikuti? PERINTAH siapakah yg kita amalkan dgn teguh? &Sebenarnya siapakah Tuhan kita? Allah atau Setan!?

Akhirnya terjadilah Free Sex, ML, bermesum ria dgn yg bukan muhrimnya, pelecehan seksual, aborsi, dsb. Sungguh LUCU dan MEMALUKAN bukan!? Termasuk kamu!?
Quote:
BAHAN RENUNGAN

Betapa sulitnya untuk menunaikan Sholat selama 10 menit, namun betapa asyiknya menghabiskan 1 jam menonton film favorit kita!?

Betapa sulitnya untuk membaca 1 lembar Al Qur'an dan mempelajari arti yang terkandung di dalamnya, namun betapa mudahnya membaca 100 halaman dari buku/novel favorit kita!?

Betapa sulitnya untuk meluangkan waktu u/berdoa, berdzikir, mengingat Allah barang sejenak, namun betapa mudahnya untuk bergosip berjam-jam lamanya!?

Betapa BESARnya nilai uang Rp 100.000 apabila dibawa ke Masjid untuk disedekahkan, tetapi betapa KECILnya saat dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!?

Betapa asyiknya apabila konser musik diperpanjang waktunya, namun mengapa kita mengeluh ketika khotbah di Masjid sedikit lebih lama daripada biasanya!?

Dan…
Betapa kita SERING MEMINTA ini-itu kepadaNya, terkadang dengan sedikit ‘memaksa’ harus dikabulkan sekarang juga, bahkan sampai kecewa kepadaNya ketika doa kita tidak juga dikabulkan, tetapi kita JARANG MEMBERI kepada ALLAH!

Sesungguhnya, Allah SWT yang butuh kita atau kita yang butuh Allah SWT!?


Quote:
"Apabila kamu bersyukur pasti Aku (Tuhan) menambah nikmatmu dan apabila kamu kufur (mengingkari/tidak bersyukur) sesungguhnya balasanKU (balasan Tuhan) amatlah pedih (menyakitkan)" [QS:Ibrahim;7]

Rabu, 09 Februari 2011

Cinta Tak Pakai Syarat

ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, "Kakek nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara kakek dan nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar."

Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. "Aha, nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian," kata kakek.

Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. "Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan'. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini," kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.

Lalu nenek melanjutkan, "Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita." Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. "Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi....kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek."

Nenek segera menimpali, "Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua."

Sahabat..
Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.

Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.


dishare dari sebuah Artikel Majalah..

Perangkap Tikus

Seekor tikus melihat seorang petani membeli perangkap tikus di pasar, dengan penuh ketakutan tikus itu pun berlari ke arah rumah si petani tersebut sambil berteriak "Pak tani beli perangkap tikus...." ditengah perjalanan tikus itu bertemu dengan seekor ular dan menyampaikan hal itu, "Pak tani beli perangkap tikus..." kata si tikus, dengan santainya si ular berkata,"itu perangkap tikus...bukan untuk ular....ngapain saya harus khawatir...itu sih DL (Derita Loh)" dengan kecewa tikus itupun berlalu, kemudian ia bertemu dengan ayam, lalu tikus berkata "Pak tani beli perangkap tikus..." ayam pun berkata "Perangkap itu untuk tikus bukan untuk ayam, jadi kalo kamu yang kena ya itu dih DL...", tambah lagi kecewa si tikus, lalu tikus itu betemu dengan seekor sapi, tapi lagi lagi tak ada yang perduli.....akhirnya si tikus pun pasrah, ke esokan harinya perangkap tikus itu berhasil, namun bukan tikus yang kena melainkan ekor ular, karena kesakitan ular itu meronta ronta, karena ada ribut ribut, istri petani pun ke belakang rumah, namun malang istri petani tersebut terpatuk ular tersebut hingga tak sadarkan diri, dengan marahnya pak tani pun membunuh ular tersebut tanpa ampun, lama penyakit si istri tak kunjung sembuh, pak tani pun di suruh tabib untuk memberi makan sup ceker ayam, karena konon baik untuk menetralisir racun, maka pak tani pun menyembelih ayam tersebut, ternyata racun ular tersebut telah menjalar ke seluruh tubuh hingga si Istri pun tak terselamatkan, akhirnya meningal, kerana banyak yang datang melayat pak tani pun memutuskan untuk menyembelih sapi miliknya, akhirnya si tikus menatap kejadian ini dari kejauhan...

Sahabat..
dari cerita tersebut dapat kita mengambil sebuah pesan moral yaitu bagai mana kita di tuntut untuk menumbuhkan rasa kepedulian kita terhadap apa-apa yang ada disekeliling kita..
contoh yang nyata dapat kita lihat jika ada seorang yang membuang sampah sembarangan, dengan alibi bahwa akan ada yang membersihkan, namun..sadarkah kita bahwa jika hal yang kita prediksi tersebut tidak benar atau tidak ada yang akan membersihkan, banyak kerugian yang akan menimpa orang banyak, mulai dari penyakit menular atau banjir yang mungkin akan merugikan kita semua..

Ayo..kita harus peduli dengan sesama..

sumber : Kembar Team Out Bound