Jumat, 11 Februari 2011

Sungguh LUCU dan MEMALUKAN, Muslim yg seperti ini!? Termasuk kamu!?

ali ini TS ingin menulis ttg keprihatinan TS melihat umat Muslim dewasa ini [TS juga Muslim ]. Kenapa memprihatinkan!? Sekarang ini banyak orang yang mengaku Islam tapi tidak Sholat, mengaku Islam tapi berbuat maksiat-mengumbar syahwat, mengaku Islam tapi berbuat anarkis, mengaku Islam tapi sllu menuruti hawa nafsu setan yg nyata-nyata MENYESATKAN! Lalu, Islam apakah yg sprti itu!? Islam KTP!? Islam bawaan lahir!? Atau ‘Islam-Islaman’!? Sungguh LUCU dan MEMALUKAN!!
Quote:
Ini contoh sederhana yg mungkin sadar/tanpa disadari sering kita lakukan sehari-hari [termasuk TS jg ]

Terkadang kita akan dengan senang hati, tanpa terasa menghabiskan&meluangkan waktu kita u/:
5-8 jam (+/- 33% waktu kita dalam sehari) untuk tidur!!
2-4 jam (+/- 17% waktu kita dalam sehari) untuk maen game-internet, nonton TV, membaca koran&majalah!!
1-2 jam (+/- 8% waktu kita dalam sehari) untuk telp2an, SMSan ma pacar/gebetan!!


Dan apa yg terjadi dengan Sholat Wajib 5 waktu kita yg hanya +/- 50 Menit (hanya 4% waktu kita dlm sehari!!)
atau waktu kita u/ membaca Al-Qur’an yg hanya +/- 15 Menit (hanya 1% waktu kita dlm sehari!!),
tetapi mengapa kita berat sekali untuk menunaikannya!? sehingga kita tidak pernah bisa menjalankannya dgn ikhlas, rutin dan senang hati!?


Akhirnya kita menjadi suka melalaikan Sholat (bolong-bolong) dan tidak pernah sekalipun tergerak hati u/membaca Al-Qur’an. Sungguh LUCU dan MEMALUKAN bukan!? Termasuk kamu!?
Quote:
Pada saat ada ‘panggilan’ dari HP kita [HP bergetar ada telp./SMS masuk], kita pasti akan SEGERA melihatnya, mengangkat telp tsb. [Apalgi klo tahu itu dari pacar, gebetan, atau sang selingkuhan! ]. Bahkan saat kita berkendara sekalipun, kita akan SEGERA, pda saat itu jg menepikan kendaraan untuk menerima telp. atau skdar melihat SMS tsb, dan bahkan ada yg telp./sms sambil berkendara!


Tapi apa yg terjadi jika kita mendengar ‘panggilan’ Allah SWT, dari Adzan yg berkumandang sbgai pertanda waktu kita Sholat!? Trkdng kita menjawab: ‘Nanti ahh…!’ ‘Alahhh, masih jam segini..!” ‘Duhh, masih sibuk, bnyk kerjaan nie!” “Uahhmm..masih ngantuk, capek!” “Nanggung nie, acara TVnya masih asyik!”, dsb.


Akhirnya kita menjadi suka menunda2 waktu Sholat kita. Sungguh LUCU dan MEMALUKAN bukan!? Termasuk kamu!?
Quote:
Kita Sholat Wajib, jmlnya 17 rakaat dalam sehari. Pastinya kita WAJIB membaca Al-Fatihah sebanyak 17 kali. Apabila dihitung, dalam setahun kita membaca Al-Fatihah 6.120 kali! &jika kita selama ini sudah Sholat selama (katakanlah) 5 tahun, artinya kita telah membaca Al-Fatihah sebanyak 30.600 kali!! Tpi harus kita tanyakan kpda diri kita sendiri, apakah selama ini kita tahu artinya!?



Tapi apa yg terjadi jika kita dihadapkan dengan lirik2 lagu2 cinta, puitis, romantis dari band kesayangan kita? Wooowww… Sehari, dua hari langsung hafal di luar kepala! Menghayati! Sampai-sampai menangis dgn syahdunya!


Akhirnya kita menjadi ‘jauh’ dari Al-Qur’an, karena kita hanya membacanya saja tanpa pernah mengetahui dan menghayati artinya [lebih parah lgi, yg menjadikan Al-Qur’an hanya sebagai pajangan/pemanis ruangan! ]. Sungguh LUCU dan MEMALUKAN bukan!? Termasuk kamu!?
Quote:
‘PERINTAH’ [bisikan] Setan: “Wahai Manusia, tak mengapa kamu bermaksiat, mengumbar syahwat, puaskan hawa nafsumu brg sesaat! Kesempatan tidak akan datang kedua kali, skrg ini adalah saat yg tepat! Percayalah! Kau akan sungguh2 merasakan NIKMAT!”


PERINTAH Allah SWT: “Wahai Manusia, Jangalah kau menuruti hawa nafsu Setan yg akan sllu menyesatkanmu dari jalanKu. Jagalah pandanganmu dan peliharalah kemaluanmu!”


Tapi apa yg terjadi??? PERINTAH siapakah yg kita jalankan? PERINTAH siapakah yg kita ikuti? PERINTAH siapakah yg kita amalkan dgn teguh? &Sebenarnya siapakah Tuhan kita? Allah atau Setan!?

Akhirnya terjadilah Free Sex, ML, bermesum ria dgn yg bukan muhrimnya, pelecehan seksual, aborsi, dsb. Sungguh LUCU dan MEMALUKAN bukan!? Termasuk kamu!?
Quote:
BAHAN RENUNGAN

Betapa sulitnya untuk menunaikan Sholat selama 10 menit, namun betapa asyiknya menghabiskan 1 jam menonton film favorit kita!?

Betapa sulitnya untuk membaca 1 lembar Al Qur'an dan mempelajari arti yang terkandung di dalamnya, namun betapa mudahnya membaca 100 halaman dari buku/novel favorit kita!?

Betapa sulitnya untuk meluangkan waktu u/berdoa, berdzikir, mengingat Allah barang sejenak, namun betapa mudahnya untuk bergosip berjam-jam lamanya!?

Betapa BESARnya nilai uang Rp 100.000 apabila dibawa ke Masjid untuk disedekahkan, tetapi betapa KECILnya saat dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!?

Betapa asyiknya apabila konser musik diperpanjang waktunya, namun mengapa kita mengeluh ketika khotbah di Masjid sedikit lebih lama daripada biasanya!?

Dan…
Betapa kita SERING MEMINTA ini-itu kepadaNya, terkadang dengan sedikit ‘memaksa’ harus dikabulkan sekarang juga, bahkan sampai kecewa kepadaNya ketika doa kita tidak juga dikabulkan, tetapi kita JARANG MEMBERI kepada ALLAH!

Sesungguhnya, Allah SWT yang butuh kita atau kita yang butuh Allah SWT!?


Quote:
"Apabila kamu bersyukur pasti Aku (Tuhan) menambah nikmatmu dan apabila kamu kufur (mengingkari/tidak bersyukur) sesungguhnya balasanKU (balasan Tuhan) amatlah pedih (menyakitkan)" [QS:Ibrahim;7]

Rabu, 09 Februari 2011

Cinta Tak Pakai Syarat

ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, "Kakek nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara kakek dan nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar."

Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. "Aha, nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian," kata kakek.

Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. "Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan'. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini," kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.

Lalu nenek melanjutkan, "Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita." Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. "Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi....kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek."

Nenek segera menimpali, "Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua."

Sahabat..
Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.

Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.


dishare dari sebuah Artikel Majalah..

Perangkap Tikus

Seekor tikus melihat seorang petani membeli perangkap tikus di pasar, dengan penuh ketakutan tikus itu pun berlari ke arah rumah si petani tersebut sambil berteriak "Pak tani beli perangkap tikus...." ditengah perjalanan tikus itu bertemu dengan seekor ular dan menyampaikan hal itu, "Pak tani beli perangkap tikus..." kata si tikus, dengan santainya si ular berkata,"itu perangkap tikus...bukan untuk ular....ngapain saya harus khawatir...itu sih DL (Derita Loh)" dengan kecewa tikus itupun berlalu, kemudian ia bertemu dengan ayam, lalu tikus berkata "Pak tani beli perangkap tikus..." ayam pun berkata "Perangkap itu untuk tikus bukan untuk ayam, jadi kalo kamu yang kena ya itu dih DL...", tambah lagi kecewa si tikus, lalu tikus itu betemu dengan seekor sapi, tapi lagi lagi tak ada yang perduli.....akhirnya si tikus pun pasrah, ke esokan harinya perangkap tikus itu berhasil, namun bukan tikus yang kena melainkan ekor ular, karena kesakitan ular itu meronta ronta, karena ada ribut ribut, istri petani pun ke belakang rumah, namun malang istri petani tersebut terpatuk ular tersebut hingga tak sadarkan diri, dengan marahnya pak tani pun membunuh ular tersebut tanpa ampun, lama penyakit si istri tak kunjung sembuh, pak tani pun di suruh tabib untuk memberi makan sup ceker ayam, karena konon baik untuk menetralisir racun, maka pak tani pun menyembelih ayam tersebut, ternyata racun ular tersebut telah menjalar ke seluruh tubuh hingga si Istri pun tak terselamatkan, akhirnya meningal, kerana banyak yang datang melayat pak tani pun memutuskan untuk menyembelih sapi miliknya, akhirnya si tikus menatap kejadian ini dari kejauhan...

Sahabat..
dari cerita tersebut dapat kita mengambil sebuah pesan moral yaitu bagai mana kita di tuntut untuk menumbuhkan rasa kepedulian kita terhadap apa-apa yang ada disekeliling kita..
contoh yang nyata dapat kita lihat jika ada seorang yang membuang sampah sembarangan, dengan alibi bahwa akan ada yang membersihkan, namun..sadarkah kita bahwa jika hal yang kita prediksi tersebut tidak benar atau tidak ada yang akan membersihkan, banyak kerugian yang akan menimpa orang banyak, mulai dari penyakit menular atau banjir yang mungkin akan merugikan kita semua..

Ayo..kita harus peduli dengan sesama..

sumber : Kembar Team Out Bound

Ayam dan bebek

Sepasang pengantin baru tengah berjalan
bergandengan tangan di sebuah Taman pada suatu
malam musim panas yang indah, seusai makan malam.
Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan
tatkala mereka Mendengar suara di kejauhan: “Kuek! Kuek!”
“Dengar,” kata si istri, “Itu pasti suara ayam.”
“Bukan, bukan. Itu suara bebek,” kata si suami.
“Nggak, aku yakin itu ayam,” si istri bersikeras.
“Mustahil. Suara ayam itu ‘kukuruyuuuk!’, bebek itu ‘kuek! Kuek!’
Itu bebek, Sayang,” kata si suami dengan disertai gejala-gejala
awal Kejengkelan.
“Kuek! Kuek!” terdengar lagi.
“Nah, tuh! Itu suara bebek,” kata si suami.
“Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul,” tandas si istri, sembari
Menghentakkan kaki.
“Dengar ya! Itu a... DA... Lah... Be... Bek, B-E-B-E-K. Bebek!
Mengerti?” si suami berkata dengan gusar. “Tapi itu ayam,” masih
saja si istri bersikeras.
“Itu jelas-jelas bue... Bek, kamu... Kamu....”
Terdengar lagi suara, “Kuek! Kuek!” sebelum si suami
mengatakan sesuatu Yang sebaiknya tak dikatakannya. Si istri
sudah hampir menangis, “Tapi itu ayam....”
Si suami melihat air Mata yang mengambang di pelupuk Mata
istrinya, Dan Akhirnya.... Wajahnya melembut Dan katanya
dengan mesra, “Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu
memang suara ayam kok.”
“Terima kasih, Sayang,” kata si istri sambil menggenggam
tangan Suaminya.
“Kuek! Kuek!” terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka
berjalan Bersama dalam cinta.

Sahabat..
siapa yang Peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah
keharmonisan Mereka, yang membuat mereka dapat
menikmati kebersamaan pada malam yang Indah itu.
Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara
persoalan sepele?
Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal “ayam atau
bebek”?
Ketika Kita memahami kisah tersebut, Kita akan ingat apa yang
menjadi Prioritas Kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang
mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek.
Lagi pula, betapa sering Kita merasa yakin, amat sangat mantap,
mutlak bahwa Kita benar, namun belakangan ternyata Kita salah?
Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa
genetik sehingga bersuara seperti bebek!
membahagiakan istri dan keluarga itu wajib hukumnya..
So..
kita itu adalah apa yang kita pikirkan..
bertindak Sekarang..

sumber : Kembar Team Out Bound

Makna Kehidupan

Tuhan yang Maha Baik memberi kita ikan,

tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya.
Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat,
mungkin kamu tidak akan pernah mulai.
Mulailah sekarang…
mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.

Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai,
tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.

Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan,
tetapi kehidupan lajang juga memiliki suka-duka.
Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah,
dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.

Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya
sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.
Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah
hati seorang wanita.

Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga
Persahabatan sejati layaknya kesehatan,
nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.

Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu
dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.
Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga kita.

Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan,
tapi jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain…
tapi menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.

Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah.
Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman,
jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.

Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya
dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya
tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan
kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.

Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan,
kegunaannya terletak pada penerapan yang benar,
orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal,
sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.

Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja,
tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.
Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar
meskipun terbukti salah.

Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan
kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.

Kamu tak bisa mengubah masa lalu….
tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.

Bila Kamu mengisi hati kamu ….
dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,
Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.

Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan
dan hari esok tanpa rasa takut,
berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.