Selasa, 06 November 2012

10 Penyanyi/Band Reggae Made In Indonesia

Munculnya Reggae.
Musik reggae memang mempunyai sejarah yang panjang. reggae tidak hanya sebuah jenis musik bertempo lambat dengan vokal berat saja, tapi juga berhubungan erat dengan kepercayaan, identitas, dan simbol perlawanan terhadap penindasan.
Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasalnya, kecuali peralihan selera musik masyarakat Jamaika dari Ska dan Rocsteady ke irama musik baru yang bertempo lebih lambat. Boleh jadi, peralihan itu terjadi lantaran ingar-bingar dan tempo cepat Ska dan Rocksteady kurang cocok dengan kondisi sosial dan ekonomi di Jamaika yang sedang penuh tekanan.


Kata “reggae” diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari kata “ragged” (gerak kagok–seperti entakan badan orang yang menari dengan iringan musik ska atau reggae). Irama musik reggae sendiri dipengaruhi elemen musik R&B yang lahir di New Orleans, soul, rock, ritmik Afro-Caribean (Calypso, Merengue, Rhumba), dan musik rakyat Jamaika yang disebut Mento yang kaya dengan irama Afrika.


Musik reggae sendiri pada awalnya lahir dari jalanan Getho (perkampungan kaum Rastafaria) di Kingston, ibu kota Jamaika. Itulah yang menyebabkan gaya rambut gimbal menghiasi para musisi reggae awal dan lirik-lirik lagu reggae sarat dengan muatan ajaran Rastafari, yakni kebebasan, perdamaian, dan keindahan alam, serta gaya hidup bohemian.
Masuknya reggae sebagai salah satu unsur musik dunia yang juga mempengaruhi banyak musisi dunia lainnya, dan membuat aliran musik satu ini menjadi barang konsumsi publik dunia. Gaya rambut gimbal atau dreadlock serta lirik-lirik ‘Rasta’ dalam lagunya pun menjadi konsumsi publik. Dengan kata lain, dreadlock dan ajaran Rasta telah menjadi produksi pop, menjadi budaya pop, seiring berkembangnya musik reggae sebagai sebuah musik pop.


1.Tony Q Rastafara ( Semarang )
 Tony Waluyo Sukmoasih (populer dengan nama Tony Q atau Tony Q Rastafara lahir di Semarang, Jawa Tengah, 27 April 1961; umur 50 tahun) adalah seorang penyanyi Indonesia beraliran reggae yang telah aktif di ragam tersebut sejak tahun 1989. Dia bersama grup musiknya Rastafara memopulerkan istilah "rambut gimbal" (gaya rambut dreadlock) di Indonesia lewat lagu dengan judul yang sama pada tahun 1996. Tony Q telah menjadi ikon musik reggae Indonesia. Dia dianggap sebagai pelopor reggae di Indonesia, karena dia tak hanya berkecimpung di ragam tersebut sejak lama, namun juga mengembangkan karakter musik reggaenya sendiri, dimana dia memasukkan banyak unsur tradisional Indonesia ke musiknya, dan mengangkat tema-tema khas Indonesia dalam musiknya.


Bersama Rastafara.
Tony Q memulai karier musik reggaenya sejak tahun 1989 dengan grup musik Roots Rock Reggae. Biasa manggung dari kafe ke kafe atau acara pentas musik yang ada di Jakarta. Setelah tergabung dengan banyak band reggae seperti Exodus dan Rastaman, akhirnya pada tahun 1994 dia membentuk grup musik Rastafara yang menjadi cukup terkenal sebagai pengusung aliran musik reggae di Indonesia saat itu. Bersama Rastafara dia sempat merilis dua album, yaitu "Rambut Gimbal" (1996) dan "Gue Falling In Love" (1997).
Hampir semua lagu dalam album tersebut diciptakan Tony Q, dengan lirik lagu yang banyak bertema sosial, kemanusiaan, cinta, dan kehidupan masyarakat sehari-hari. Salah satu lagunya yang populer adalah "Rambut Gimbal", sebuah istilah untuk gaya rambut dreadlock yang kerap digunakan oleh pengikut Gerakan Rastafari, yang kemudian secara tidak langsung dijadikan istilah dalam bahasa Indonesia yang menjadi populer karena lagu tersebut.
Rastafara saat itu dinilai berbeda dengan grup musik reggae lainnya karena mereka berhasil memasukan dan memadukan unsur-unsur musik dan instrumen tradisional khas Indonesia ke dalam musiknya sehingga terbentuklah musik reggae ala Indonesia yang bisa terlepas dari bayang-bayang musik reggae negara lain seperti Bob Marley, UB40 atau Jimmy Cliff. Penggunaan alat-alat musik tradisional seperti Kendang Sunda atau Gamelan Jawa ikut menambah warna musik dalam lagu-lagu Rastafara. Dan pada aransemen musiknya sepintas juga terlihat unsur-unsur musik Melayu, musik khas daerah Sumatera Utara, atau Sumatera Barat.
Pada tahun 1997 Rastafara memutuskan untuk vakum dalam musik karena kurangnya pasar musik reggae di Indonesia. Tony Q kemudian melanjutkan kariernya dengan membentuk band baru dengan tetap membawa nama Rastafara. Tahun 1998 terbentuklah Tony Q & New Rastafara, dengan format band mendapat pemain tambahan. Tetapi kemudian tahun 2000 Tony Q memutuskan untuk memulai karier solo dengan tetap membawa nama grup musik yang telah membuatnya dikenal oleh para penggemarnya, yaitu Tony Q Rastafara.  


2. Ras Muhammad ( Jakarta )
 Ras Muhamad yang lahir di Jakarta hijrah mengikuti keluarganya ke New York City dan tinggal di sana dari tahun 1993 sampai Juli 2005. Perjalanan musikalnya sebagai seorang pemusik, penyanyi dan pengarang lagu yang menjadikannya sebagai solo-ist Reggae berawal sejak ia menjelang remaja, saat ia tinggal di daerah Queens, di kota dunia tersebut. Ras Muhamad pernah membentuk sebuah band rock pada saat di SLA, kemudian membentuk kelompok duet Rap/Hip Hop Duo bernama “Ronin” pada tahun pertama dia di Kolese.


Bagi Ras Muhammad musik Reggae membawa misi yang mulia,jiwa reggae adalah hembusan nafas perdamaian dan persatuan, kesetaraan umat manusia. Reggae menebarkan vibe positif/getaran -getaran positif dan menghindari yang negatif. Reggae adalah perjuangan dan juga bentuk ungkapan atau jeritan kaum papa terhadap ketimpangan sosial dan ketidak adilan.


Inspirasi lagu-lagu Ras Muhammad banyak mengambil dari kejadian-kejadian sehari-hari,lingkungan,keadaan sosial masyarakat kita dan juga pandangan dari berbagai tokoh/pemimpin dunia seperti Mahatma Gandhi, Martin Luther King Jr, King Selassie I, Bung Karno dan negarawan lainya.
Ras Muhammad sampai sejauh ini telah mengeluarkan dua buah album, album yang pertama berjudul "declaration of trurh",pada awal tahun 2005 sebanyak 10 lagu dan beredar di New York, (di Indonesia pernah ditawar Aksara Record untuk dicetak ulang,tetapi Ras Muhammad masih menahanya dulu). Dan album yang kedua berjudul "Reggae Ambasador" sebanyak 15 lagu pada bulan Januari 2007,secara indie dan diedarkan oleh Aksara Record. 


3. Steven And Coconut treezz 

Steven and Coconuttreez adalah sebuah konsep solo beraliran musik Reggae asal Indonesia. Band ini ada karena obsesi Steven, yang juga kakak Micky AFI untuk berkarya. Dengan dukungan banyak musisi, Steven and Coconuttreez berhasil menghasilkan karya-karya yang diangkat dari tema keseharian, baik itu sosial maupun cinta. 
Walaupun musik Reggae cenderung minoritas di Indonesia, namun Steven and Coconuttreez dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia, terbukti dengan banyaknya fans mereka.
Band ini dibentuk pada 2005 oleh 5 orang pria, yaitu Steven (vokal), A Ray (gitar), Teguh (gitar), Rival (bass), Iwan (keyboard), Teddy (perkusi), dan Aci (drum). Mereka sudah menelurkan 3 buah album yang rata-rata bertema sosial, seperti layaknya kebanyakan musik Reggae. Sejak berdiri tahun 2005, album mereka adalah The Other Side (2005), Easy Going (2006), dan Good Atmosphere (2008).


Pada 18 Desember 2007, Steven and Coconuttreez harus kehilangan salah satu personilnya, Teddy (perkusi)yang tutup usia karena menderita sakit paru-paru kronis. Teddy sempat dirawat di rumah sakit dan koma, namun sempat sembuh. 
Gaya hidup Teddy yang sangat tergantung dengan rokok dan kopi membuatnya harus meninggalkan teman-temannya setelah cukup lama sakit paru-paru.


4. Joni Agung & Double T ( Bali )
 Joni agung & Double T adalah sebuah Band yang beraliran REGGAE tetapi dengan format tradisioanal BALI atau REGGAE Berbahasa BALI. Joni Agung & DoubleT bernaung di bawah bendera PREGINA production. Berawal dari keiinginan membesar kan Gendre musik Reggae di tanah air khusus nya bali , yang semakin agak di jauhi oleh penggemar musik reggae , Reggae dulu berkembang di indonesia era tahun 80 an sampai era 90an, maka kami berkumpul dari komunitas yang sama membentuk kembali atau me refresh Double T band yang dulu pernah exsist pada saat itu,dan terbentuklah JONI AGUNG & DOUBLE T 


5. Mbah Surip ( Mojokerto) 
 Urip Achmad Rijanto, atau lebih dikenal dengan Mbah Surip, lahir di Mojokerto, Jawa Timur 6 Mei 1957, meninggal di Jakarta 4 Agustus 2009. Mbah Surip adalah seniman sejati, dia hidup di manapun dan bagaimana pun, tetap jiwa seni melekat di hatinya. Mbah Surip adalah anak keempat dari 7 bersaudara dari Sukotjo (alm.) dan Rasminah (alm.) yang beserta keluarga besarnya tinggal di Jl.Magersari Gang Buntu, kelurahan Magersari Mojokerto, Jawa Timur. Oleh kerabatnya Mbah Surip dikenal sebagai orang yang bersahaja, baik sebelum maupun sesudah populer. Dia sering menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halamannya di Mojokerto untuk nyekar (menabur bunga) di makam kedua orang tuanya di TPU Losari, Desa Losari, Kecamatan Gedeg, Mojokerto. 
Mbah Surip meninggal dunia akibat gagal jantung dalam perjalanan menuju Rumah Sakit di Pusdikkes TNI AD, Kramat Jati, Jakarta Timur. Menurut berita, serangan jantung tersebut disebabkan kebiasaan minum kopi dan merokok Mbah Surip yang berat. Album rekaman Mbah Surip yang kemudian dikenal 


Meninggalnya Mbah Surip 
Siapa yang tak kenal dengan pelantun lagu bernuansa ragge “Tak Gendong” Mbah Surip (1949-2009) telah tutup usia tadi pagi sekitar pukul 10.30 wib di rumah sakit PUSDIKKES Jakarta Timur. Mbah Surip bernama asli Urip Ariyanto ini meninggal karena serangan jantung. Pada malam nya , Mbah Surip menginap di salah satu kerabatnya bernama Mamik Prakoso. Pada saat di rumah Mamik, Mbah surip sudah merasakan sakit, akhirny Mamik memanggilkan dokter dan kemudian di beri obat dan istirahat. Berikut adalah sedikit perbincangan antara Mbah Surip dengan Mamik Prakoso.
Malam hari bersama anaknya datang ke rumah mamik prakoso,karena mengakui kalau dirinya kelelahan,selalu di kejar-kejar orang (fans) jika tinggal di rumahnya.
Pagi harinya sempat makan bubur ayam,kemudian mbah surip bilang kalau dirinya tidak enak badan,saat mau dibawa ke RS, mbah surip menolak dengan alasan “nggak,nanti kalau ke RS malah dikejar -kejar orang lagi”, lalu diputuskan untuk memanggil dokter ke rumah Mamik,kemudian mbah surip pun diperiksa dan diberi obat.setelah minum obat pun,mbah Surip kembali istirahat, pamit untuk tidur lagi dan mamik prakoso pamit mandi, kemudian tak lama mamik yg baru selesai mandi di beri kabar oleh kerabat bahwa mbah surip mengeluarkan lendir dari mulutnya,kemudian dibawa ke rumah sakit.
Mbah Surip kini telah tiada, tentunya menyisakan kesedihan yang mendalam bagi pra Fans Mbah Surip.


6. Shaggy Dog ( Yogyakarta )

Shaggydog adalah sebuah band Indonesia yang dibentuk pada 1 Juni 1997 di Jogjakarta. Band ini beranggotakan Heru (vokal), Richard (gitaris), Reymond (lead gitar), Bandizt (bass), Lilik (keyboard), dan Yoyok (drum). Yang unik adalah ke-enam personilnya berprofesi sebagai bartender.


Aliran musik yang mereka usung adalah perpaduan beberapa unsur, seperti ska, reggae, jazz, swing, dan rock and roll. Beberapa band yang mempengaruhi gaya bermusik mereka adalah Cherry Poppin Daddies, Hepcat, Bob Marley, Song Beach Dub Allstars, dan beberapa band lainnya.
Mereka memulai karirnya dengan melakukan beberapa show sebelum akhirnya menelurkan album yang berjudul Shaggydod secara indie. Secara mengejutkan penjualan album ini ini mencapai 20.000 kopi. 
Album kedua mereka pun masih dirilis secara indie pada 2001, yang bertitel Bersama. Album kedua ini benar-benar dihasilkan dengan susah payah, namun menghasilkan kesuksesan yang cukup tinggi. 
Karena ketenaran mereka di dunia rekaman indie, akhirnya pada album ketiga yang berjudul Hot Dogz dirilis di bawah naungan EMI Indonesia pada 2003. 
Tidak hanya di Indonesia, Shaggydog juga sempat diminta oleh perusahaan rekaman di Jepang untuk mengisi kompilasi album Asian Ska Foundation yang digawangi oleh band-band ska se-Asia. Album ini beredar di Jepang, dan Shaggydog mengisi kompilasi ini dengan lagu Second Girl. 

7 . Coconut Head ( Medan )

Coconut Head Band (The 1st Reeggae in Medan) adalah band pertama di kota Medan yang mengusung genre reggae. Coconut Head (CH) dibentuk tanggal 23 April 2005.
Sampai saat ini CH sudah menghasilkan 2 lagu, Hello Brother dan Berdansa (Last Night), yang bisa didengarkan di radio-radio di Kota Medan, Aceh dan beberapa daerah di Pulau Jawa. Dan sekarang ini CH sedang bersiap-siap untuk menyelesaikan full album perdana yang mudah-mudahan bisa diterima oleh pecinta musik Kota Medan dan Indonesia, khususnya para pecinta reggae di Kota Medan dan seluruh Nusantara.
Saat ini personil COCONUT HEAD terdiri dari :
BT : vocal
Imam : gutar
Ndhoi : bass
Aldie : percussions
Kiky : drums

8 . Souljah
Nama Souljah diambil dari kata Soldier yang berarti "pejuang", namun diucapkan dengan logat Jamaica. Tahun 2005 Renhat, Bayu, Dimas, Ari dan Danar bertemu dan membentuk Arigatoo. Arigatoo merekrut Shanty (trumpet) dan Ocha (trumpet) juga Vino (alto saxophone). Namun tak lama Shanty hengkang. Formasi Arigatoo yang terakhir ini bertahan cukup lama sepanjang 1999-2001. Kami menambah satu orang personil lagi yaitu David (trumpet). Renhat memutuskan untuk melanjutkan studi ke Hawaii. Ocha, Ari, dan Dimas juga memilih konsentrasi pada pekerjaannya dan melepaskan atribut anak band mereka. 2002, Renhat dan Dimas kembali bergabung. Kami bertemu Sa'id (toasting/rap), yang menambahkan nuansa lain dalam lagu kami. Album pertama Arigatoo,"Kami Bukan Perawan Lagi" rilis di pasaran pada tahun 2003.Tak lami kami melepaskan Arigatoo dan melahirkan Souljah. Tak hanya ska yang kita mainkan. Tapi juga dance hall, dub, reggae, dan perkimpoian dengan musik lain, seperti heavy metal, drum n bass, dan hip hop. Semua lagu ini dapat dinikmati di album perdana Souljah, BREAKING THE ROOTS. 


9 . Asian Roots 

Grace & Anis : Vocal
Ade: Bass
Hensel: Gitar
Robby Maste; Keyboard
Iye: Perkusi
Dave: Drum
Hendro: Terompet

Asian Root diandaikan sebuah pohon besar, yang tumbuh dan besar dari benua Asia
yang merupakan simbol akar genre reggae dari Asia.
Kenapa milih aliran musik reggae? Hal-hal apa saja yg membuat milih genre ini?
Bagi kami reggae merupakan panggilan musik, karena reggae adalah musik yang mempunyai roh dan keistimewaan dalam memainkannya..

Kalau inspirasi lagu-lagunya dari mana? Influences?
The King of Reggae Bob Marley. UB 40, Aswad, 311, dll.

Kalo punya album sudah berapa album yang dikeluarkan?
Tahun 1990 ada album "Reggae Top Pop". Rencana tahun kami akan merilis album baru dengan sentuhan reggae soul sesuai era saat ini.

10 . Cozy Republic

Meski grup band beraliran reggae masih jarang di Indonesia, namun hal itu tidak bisa dijadikan barometer untuk menentukan prestasi sebuah band reggae misalnya, karena berangkat dari musik yang segmented, tentunya hal tersebut menjadikan tantangan tersendiri bagi penganut musik yang bukan aliran mainstream untuk merebut hati masyarakat musik tanah air.
Mengikut sukses beberapa band reggae terdahulu, Cozy Republic pun mencoba berbagai inovasi untuk menebarkan virus reggae keluar komunitas. Hal ini bisa dilihat ketika band yang diawaki Cozy Bastian (vokal/gitar), Penyot (gitar/backing vocal), Uv (drums), Rival (bass/backing vocal), Indha (keyboard/backing vocal) melakukan kolaborasi untuk hits single terbaru Kalau Jodoh Tak Lari Kemana dari album keduanya dengan salah satu perusahaan produsen handphone (HP) asal negeri tirai bambu, China.

Senin, 29 Oktober 2012

feature industri rumah tangga pengusaha tempe asal binjai

https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/406935_2515072213713_1139516954_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/318738_2515074013758_781929685_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/378980_2515072613723_295933086_n.jpg


https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/598754_2515072853729_1396371294_n.jpghttps://fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/644138_2515072373717_583330710_n.jpg
https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/282237_2515073453744_116590747_n.jpg



https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/384326_2515074293765_829448013_n.jpg


https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/29412_2515073853754_549351795_n.jpg






https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/9075_2515074533771_1153997849_n.jpg

PKPA Gelar Festival Film Anak Ke-5 di Medan

http://www.medanbisnisdaily.com/im4g3sf1l3/pkpa_gelar_festival_film_anak_ke-5_di_medan_444.gif
MedanBisnis—Medan. Untuk kelima kalinya, Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) kembali menggelar kegiatan Festival Film Anak (FFA). FFA kali ini mengambil tema Kotaku Ramah Anak. Rangkaian kegiatan FFA Ke-5 dimulai dengan mengadakan workshop pada Sabtu-Minggu (20-21/10) di Aula BPPNFI, Jalan Kenangan Raya, Medan.
“Berbeda dengan FFA sebelumnya yang dilakukan secara nasional, FFA tahun ini hanya ditujukan bagi anak dan pelajar Sumatera Utara.

Hal ini dilakukan mengingat pada kompetisi sebelumnya peserta yang berkompetisi kebanyakan berasal dari Pulau Jawa. Agar talenta-talenta sinematografi Sumatera Utara juga dapat berkembang, maka FFA kali ini fokus menyasar kepada komunitas film anak di Kota Medan dan sekitarnya,” kata Koordinator FFA yang juga Direktur Sineas Film Documentary (SFD), Onny Kresnawan.

Dia berbicara saat memberi sambutan pada pembukaan Workshop FFA. Kegiatan ini merupakan kerjasama PKPA, SFD, Media Identitas, dan Opique Pictures yang didukung oleh Kinder Not Hilfe.

Adapun tema Kotaku Ramah Anak dipilih untuk mewujudkan lingkungan yang nyaman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. “Melalui FFA ini, anak dapat turut menyuarakan keinginan mereka akan kota yang ramah anak,” ujar Deputi Direktur PKPA, Misran Lubis. Dia menambahkan, kota yang layak anak dapat terwujud dengan dimulai dari pecahan yang paling kecil yakni keluarga.

Seorang peserta dari Medan Magnet SMKN 10, Funny, mengaku memperoleh banyak pengetahuan lebih jauh tentang perfilman dan memberinya ide untuk tema garapan film pada FFA ke-5 ini. “Di sini kami dapat ilmu tentang film, seperti manajemen produksi, penulisan skenario, perwatakan, cara membuat skenario, stroy board, dan lainnya. Di sini kami juga bisa bertemu dengan profesional, seperti Bang Onny, Mbak Kikan, Bang Andi Hutagalung,” katanya.

Funny kagum dengan antusiasme filmaker anak yang memiliki kreasi dalam menyampaikan pesan visual. “Kami sama-sama punya ide. Hanya saja di Jawa ada yamg mendukung. Kita berharap Pemerintah Kota Medan juga mendukung dengan memberikan fasilitas khusus untuk anak-anak yang memiliki minat sinematografi,” tandasnya. Pada FFA ke-4, Funny bersama komunitas Jogal Movie SMKN 10, menyabet Juara III fiksi terbaik dan aktris terbaik untuk film bertema edukasi : “Mak, Anakmu di Langgar.”

Untuk FFA ke-5 ini, meski belum final, Funny dengan komunitasnya akan mencoba menggarap sisi lain dari persoalan anak yakni hak pendidikan yang berbenturan dengan akte kelahiran.

Workshop FFA ini diikuti 33 orang dari 14 komunitas film dan sekolah di Kota Medan. Materi yang diberikan dalam workshop antara lain manajemen produksi film, pembuatan naskah cerita, hingga editing film. Usai workshop, peserta akan diberi waktu untuk memulai proses produksi film masing-masing. Malam penganugerahan FFA ke-5 akan dilaksanakan pada 19 Desember mendatang. (rel/nurhalim)

sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/

Sabtu, 27 Oktober 2012

Opique Picture Bangkitkan Film Indie Medan

Oleh Harry Yassir Elhadidy Siregar Senin, 22 Oktober 2012 09:46
 https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/9095_443173482397350_1877021405_n.jpg
Medan, suarausu-online.com — Setelah mengalami stagnasi yang cukup lama, Opique Picture coba membangkitkan minimnya film Indie di Kota Medan. Melalui pembuatan film non dokumenter, komunitas film ini membuat inovasi dengan menghadirkan film fiksi bertema realitas sosial yang diangkat dari kondisi Kota Medan saat ini. Hal ini disampaikan M Ridho Pratama, Ketua Opique Picture saat peluncuran perdana Film Marjinal di Panti Asuhan Ade Irma Suryani Nasution, Medan, Minggu (21/10).
Ridho yang juga sutradara film tersebut menambahkan keberadaan film ini dilatarbelakangi semakin sedikitnya karya film indie dari Kota Medan beberapa tahun belakangan. Selain itu, banyak film indie Medan yang masih jauh dari yang diharapkan dari segi tema maupun kualitas. “Untuk itu kita coba terus berkarya dan berkreativitas,” katanya.
Menurutnya, pembuatan Film Marjinal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas para pecinta film indie di Medan, baik itu pemain dan semua elemen yang ada. Ia berharap kehadiran film ini dapat memberikan pengaruh positif kepada komunitas film lainnya.
Hendri Norman, pegiat film indie dari Komunitas Matasapi Film sepakat dengan kondisi ini. Menurutnya, komunitas film indie Medan saat ini sedang mencoba bangkit dari keterpurukan. “Dua tahun ini kita coba bangkit,” ujarnya.
Sudah ada banyak film yang bagus dan meningkat kualitasnya. Tema yang diangkat juga sudah cukup baik. Namun ke depannya bisa dipilih tema yang lebih beragam lagi, seperti aksi, horor, drama atau yang lainnya. “Aku harap banyak film yang punya karakter, dan ini awal kebangkitan yang baik,” tutup Hendri.

sumber : www.suarausu-online.com/

Jumat, 26 Oktober 2012

Premier Film Marjinal Produksi Opique Pictures & Ghoqielt Community

https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/269853_2505332650230_1276579743_n.jpg
premier film Marjinal Produksi Opique Pictures pada 3 nov 2012 di Pitu Cafe Komp. Imperium I. Jalan Pinang Baris Nomor 29 , Kota Medan mulai 19.00 - selesai.
HTM Rp 10.000 free ice tea n stiker.
menampilkan CoconutHead Indonesia
kapasitas max 250 tiket.

sinopsis :
sekelompok anak remaja yang hidup di garis kemiskinan. melalui proses bertahan hidup sebgai pengamen di kota besar. bermodalkan mimpi terus-menerus guna menggapai mimpi membuat mereka melakukan kebersamaan susah dan senang. hanya saja himpitan ekonomi kulog yang menyebabkan gelap mata.

kulog yang tinggal bersama adik kandungnya menjadi tanggung jawabnya pula menyelesaikan pendidikan adiknya. hanya saja jalan yang di ditempuh itu salah. teman seperjuangannya pun dikorbankan. jaya teman akrabnya menjadi tipu daya muslihatnya.

hanya saja kehadiran sosok Sofy menjadi jalan keluar. cinta yang dimiliki Sofy kepada Jaya dapat menyembuhkan segalanya. dengan usaha keras hingga akhirnya mimpi-mimpinya memeluk erat mereka.

produksi : Opique pictures dan ghoqielt community
durasi : 2 jam
pemeran jaya : (Rizky Zakaria) juara jaka utama Medan 2012
penampilan spesial : (coconuthead) band reggae pertama di Medan
editor : (M Taufik pradana) editor terbaik FFA 2009
still photo shoot : (Veri Boeloe) Insan Kreatif Fotografer Medan
didukung oleh :
- sirup markisa Noerlen
- Kedekopikami
- Pitu Cafe
- Punya Medan