Selasa, 25 November 2014

Cara Menghipnotis Diri Sendiri

Hipnotis diri/Hipnosis diri adalah perangkat yang akan membuat anda cakap mengendalikan kesadaran anda. Ia adalah kemudi bagi fikiran anda. Pada dasarnya hipnotis diri/hipnosis diri ialah memanfaatkan sepenuhnya kekuatan fikiran bawah sadar. Fikiran sadar manusia memiliki kemampuan sebesar 12% dan fikiran bawah sadar memiliki kemampuan sebesar 88%. Jadi, jika kita bisa memanfaatkan kekuatan fikiran bawah sadar, maka kita bisa melakukan apa yang kita mau, mengubah sesuatu yang tidak mungkin (mustahil) untuk terjadi menjadi mungkin. Ada 5 filter untuk masuk ke pikiran bawah sadar sehingga terbentuklah pola fikir yaitu :

1.    Repetisi.
 Suatu informasi yang diulang-ulang cepat atau lambat bila kita tidak hati-hati dan sadar akan kita temui sebagi kebenaran. Repetisi dapat menembus filter mental yang ada difikiran sadar yang berikutnya masuk pada fikiran bawah sadar. Maka kita dianjurkan untuk mengucapkan afirmasi yang dibaca berulang-ulang setiap saat agar afirmasi masuk kedalam fikiran bawah sadar.

2.    Identifikasi Kelompok atau Keluarga.
 Hal-hal yang dipercayai keluarga atau kelompok kita lama kelamaan akan masuk kedalam diri kita dan berikutnya kita adopsi sebagai keyakinan.

3.    Ide yang Disampaikan Figur yang Dipandang Memiliki Otoritas.
 Figur yang memiliki otoritas, seperti ulama, idola, dokter, pembicara publik atau siapa saja yang dipandang ahli, apa yang mereka sampaikan cenderung masuk ke fikiran bawah sadar dan diterima sebagai kebenaran.

4.    Emosi yang Intens.
Sebuah pengalaman yang dialami dengan penuh emosi sangat mudah menjadi suatu keyakinan yang kuat.

5.    Kondisi Alfa (Hipnosis)
 Apa yang masuk dalam fikiran bawah sadar melalui sugesti akan diterima sepenuhnya sebagai suatu  kebenaran.
Berikut langkah-langkah untuk melakukan hipnotis diri/hipnosis diri :
Langkah 1: Posisikan diri anda  senyaman dan serelax mungkin. Anda harus senyaman mungkin untuk mensugesti diri anda. Sebaiknya anda duduk, usahakan jangan tertidur dan terganggu kurang lebih setengah jam.
Langkah 2: Konsentrasi pada tujuan anda. Apa tujuan anda mensugesti diri anda? Lalu buatlah statement sugesti dalam hati berulang dan jelaskan tujuan sugesti diri anda dalam hati berulang. Saat ini anda harus benar-benar clear dari semua urusan/masalah sehingga sugesti/afirmasi yang anda lakukan dapat menembus dinding crictical faktor (dinding yang membatasi antara fikiran sadar dan fikiran bawah sadar).
Langkah 3: Tutup mata anda, hilangkan semua rasa takut, stress, semua perasaan negatif dalam diri anda.
Langkah 4: Kenali bagian yang masih tegang pada tubuh anda. Mulai dari jemari kaki sampe ke seluruh bagian tubuh. Bayangkan anda melepaskan semua ketegangan itu dari tubuh anda. Visualisasikan diri anda semakin ringan, ringan dan lebih ringan. Kini semua bagian tubuh anda telah ringan: jemari kaki, betis, paha, pinggul,wajah, kepala dan seluruh bagian tubuh lain.Saat ini anda harus benar-benar relaks.
Langkah 5: Bayangkan diri anda berada pada tangga 10 tingkatan. Tingkat ke 5 ke bawah  terendam oleh air. Katakan pada diri anda bahwa anda akan turun pada tingkatan terbawah. Bayangkan setiap tingkatan dan mulailah turun ke bawah. Rasakan setiap langkah pada jemari kaki anda dan  semakin ke bawah anda semakin berada pada keadaan lebih relaks. Pada tingkatan ke 5 anda mulai merasakan dinginnya air pada jemari kaki anda. Katakan pada diri anda, anda akan turun ke dalam air dengan keadaan yang bersih. Semakin anda turun pada tingkatan terbawah semakin anda rasakan air telah menutupi tubuh anda..
Langkah 6: Pada tingkatan terbawah di mana air sudah menutupi seluruh tubuh anda, anda harus sudah menentukan masalah anda dan tujuan anda..
Pada keadaan ini bayangkan ada 3 kotak di depan anda. Berenanglah hampiri ke 3 kotak itu dan bukalah 1 per 1. Setiap kali membuka kotak ucapkan kata-kata yang berkaitan dengan tujuan anda. Pastikan hanya afirmasi yg positif bukan negatif. Lakukan perulangan sampai maksimum.

Minggu, 26 Oktober 2014

Nominasi Teater Penganugrahan Festival Teater Anak 2014

Nominasi Teater Festival Teater Anak 2014


 
- Juara Sutradara Terbaik Teater : Abe Karel dalam Lakon "Matematika Fisika Kimia" Grup Teater Rawit
- Juara Aktor Terbaik Teater : Ismail Nasution dalam Lakon "Matematika Fisika Kimia" Grup Teater Rawit
- Juara Aktris Terbaik Teater : Nurul Hafizah dalam Lakon "Kembalikan Hak Kami" Grup Semut Teater
- Juara Grup Teater Terbaik 1 : "Matematika Fisika Kimia" Grup Teater Rawit
- Juara Grup Teater Terbaik 2 : "Surat Untuk Presiden" Grup Dharmateta
- Juara Grup Teater Terbaik 3 : "Tit" Grup Teater Ecenggondok

Nominasi Film Penganugrahan Festival Film Anak 2014

Nominasi Film Dokumenter Festival Film Anak 2014

- Juara Sutradara Terbaik Film Dokumenter : Maruba dalam film "I'm Satria" produksi Naroo dan Ska PKPA
- Juara Kameraman Terbaik Film Dokumenter : Ryan Manurung dalam film "I'm Satria" produksi Naroo dan Ska PKPA
- Juara Editor Terbaik Film Dokumenter : Mutia Rahmi dalam film "Semangat 45" produksi Komfaz Production
- Juara Film Dokumenter Terbaik : "I'm Satria" produksi Naroo dan Ska PKA

Nominasi Film Dokumenter Festival Film Anak 2014
 
- Juara Sutradara Terbaik Film Fiksi : Sunni Aulia dalam film "Buku Usang" produksi LP Seri Langkat
- Juara Kameraman Terbaik Film Fiksi : Suyono dalam film "Buku Usang" produksi LP Seri Langkat
- Juara Editor Terbaik Film Fiksi : Ifan Jaya dalam film "Ku Titipkan Mimpiku" produksi Forum Anak Gunung Sitoli
- Juara Aktor Terbaik Film Fiksi : Tri Aldi Notatema dalam film "Ku Tititpkan Mimpiku" produksi Forum Anak Gunung Sitoli
- Juara Aktris terbaik Film Fiksi : Putri Tarisa dalam film "Harga Seorang Ayah" produksi Tiga Enam Production
- Juara Film Fiksi Terbaik 1 : "Buku Usang" produksi LP Seri Langkat
- Juara Film Fiksi Terbaik 2 : "Ku Titipkan Mimpiku" produksi Forum Anak Gunung Sitoli
- Juara Film Fiksi Terbaik 3 : "Lihat Kami" produksi Medan Magnet

Jumat, 19 September 2014

Stupid Zero - Langit adalah Racun

 

Edited & director - J Hendry Norman
D.O.P - Kanda Rawkenroll
the poisoned single taken from Stupid Zero 1st Album 'Anomalia'


{Matasapi Films Productions.duaribuempatbelas}

Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2014

Kabarjakarta.com - Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2014 menganugerahkan Piala Dewantara untuk film Sebelum Pagi Terulang Kembali dalam kategori apresiasi film cerita panjang bioskop. Film karya sutradara Lasja F. Susatyo dengan bintang utama Alex Komang ini diproduksi Cangkir Kopi dan Tranparency International Indonesia. Sebelum Pagi Terulang Kembali unggul dari tiga film lainnya yang masuk nominasi kategori tersebut. Ketiga nomisasi itu adalah Cahaya dari Timur: Beta Maluku; Selamat Pagi, Malam; dan Sokola Rimba. Film Sebelum Pagi Terulang Kembali juga menerima penghargaan untuk kategori Poster Film Terbaik.
Acara penganugerahan AFI 2014 digelar Istana Maimun, Medan, Sumatera Utara, Sabtu malam lalu, 13 September 2014. Acara yang diguyur hujan sejak sore hari itu tetap dilangsungkan dan terlihat bagus dalam tayangan langsung televisi TVRI Nasional dan Berita Satu TV, walaupun agak sedikit tumpang tindih dan tak jelas dalam penjadwalan pada pelaksanaannya di lapangan.
Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI), Alex Komang mengatakan, pemberian penghargaan AFI 2014 ini merupakan wujud representasi perkembangan film Indonesia, baik di tingkat nasional maupun daerah. Dan ajang ini juga dapat dimanfaatkan untuk menjaring bakat muda berbakat dari lingkungan pendidikan maupun komunitas yang ada di Indonesia.
"BPI sebagai organisasi para insan perfilman nasional, berupaya akan terus mendorong pelaku industri perfilman baik yang bekerja secara profesional maupun level pendidikan, agar bisa melahirkan karya kreatif yang mampu menghadirkan karya-karya unggul, yang tentunya mencerminkan jatidiri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang memiliki latar budaya bangsa yang beragam," ungkap Alex Komang saat ditemui di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (13/9)
Berikut daftar lengkap nominasi dan pemenang AFI 2014:
A. Penghargaan Utama
1. Apresiasi Film Cerita Panjang Bioskop
 a. Cahaya dari Timur: Beta Maluku
 b. Selamat Pagi, Malam
 c. Sebelum Pagi Terulang Kembali
 d. Sokola Rimba
Pemenangnya: Sebelum Pagi Terulang Kembali Karya Lasja F Susatyo
2. Apresiasi Cerita Film Cerita Panjang Non Bioskop.
 a. Rocket Rain
 b. Something in the Way
Pemenangnya: Something In The Way Karya Teddy Soeriaatmadja
3. Apresiasi Film Pendek
 a. Maryam
 b. Gula-Gula Usia
 c. A Lady Caddy Who Never Saw a Hole in One
 d. Sepatu Baru
Pemenangnya: Maryam Karya Sidi Saleh
4. Apresiasi Film Dokumenter
 a. Akar
 b. Di Balik Frekuensi
 c. Digdaya Ing Bebaya
 d. Marah Di Bumi Lambu
Pemenangnya: Marah Di Bumi Lambu karya Hafiz Rancajale

5. Apresiasi Film Animasi
 a. Asiaraya
 b. Kitik
 c. Love Papper
 d. Pret
Pemenangnya: Pret karya Firman Widyasmara

6. Apresiasi Film Anak
 a. Sepatu Dahlan
 b. Seputih Cinta Melati
Pemenangnya: Sepatu Dahlan karya Benni Setiawan

B. Penghargaan Khusus
1. Apresiasi Sutradara Perdana.
 a. Anggun Priambodo - Rocket Rain
 b. Chairun Nissa - Inerie
 c. Emil Heradi - Sagarmatha
 d. Herman Kumala Panca - Tak Sempurna
Pemenangnya Anggun Priambodo dalam film Rocket Rain

2. Apresiasi Poster Film
 a. 23:59
 b. Kesurupan Setan
 c. Sebelum Pagi Terulang Kembali
 d. Sagarmatha
 e. Toilet Blues
Pemenangnya: Sebelum Pagi Terulang Kembali
3. Apresiasi Film Independen Pelajar
 a. Cinto Tabateh Adaik
 b. Indie Bung!!
 c. Penderas dan Pengidep
Pemenangnya: Penderas dan Pengidep

4. Apresiasi Film Independen Mahasiswa
 a. Iris
 b. Joshua
 c. Lembar Jawaban Kita
 d. Sepatu Baru
Pemenangnya: Sepatu Baru
5. Apresiasi Komunitas
 a. Forum Lenteng (Jakarta)
 b. Komunitas Godong Gedang (Banjarnegara)
 c. Komunitas Sarueh (Padang Panjang)
 d. Komunitas Sangkanparan (Cilacap)
 e. Komunitas Tikar Pandan (Aceh)
Pemenangnya: Komunitas Tikar Pandan (Aceh)

6. Apresiasi Festival Film
 a. Festival Film Pelajar Jogya
 b. Festival Film Purbalingga
 c. Festival Film Solo
 d. Jogja-Netpac Asian Film Festival
 e. Festival Film Dokumenter
Pemenangnya: Festival Film Dokumenter

7. Apresiasi Pendidikan Film
 a. In-Docs
 b. Kampung Halaman
 c. SMPN IV Satu Atap Karang Moncol
 d. Serunya Screenwriting
Pemenangnya: Kampung Halaman

8. Apresiasi Media Cetak
 a. Majalah Kinescope
 b. Majalah Tempo
 c. Majalah Rolling Stone
Pemenangnya: Majalah Tempo

9. Apresiasi Media Non Cetak.
 a. Cinema Poetica
 b. Jurnal Footage
 c. Moviegoers
 d. Muvila
Pemenangnya: Cinema Poetica

Selain itu, AFI 2014 juga memberikan penghargaan berupa apresiasi adikarya untuk film Harimau Tjampa karya D. Djajakusuma. Sementara apresiasi adi-insani diperoleh Gatot Prakosa.
AFI 2014 yang bertema film dan musik mempersembahkan Tribute to Idris Sardi. Penghargaan khusus diberikan oleh Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) Alex Komang dan Wakil Mendikbud Wiendu Nuryanti, dan diterima oleh Lukman Sardi bersama kakak dan adiknya.
Dewan juri AFI 2014 adalah, Sheila Timothy (produser), Lasja F Susatyo (sutradara), Alex Komang (aktor), Hafiz Rancajale (penggiat komunitas film), Totot Indrarto (pengamat film), Kemala Atmojo (wartawan), A.S. Laksana (penulis), Hilmar Farid (akademisi), dan Nirwan Dewanto (budayawan).

Pameran Perfilman Sumatera Utara
Selain acara puncak berupa pemberian penghargaan, AFI 2014 juga dilengkapi dengan beberapa kegiatan pendukung. Antara lain, sosialisasi workshop dan bioskop di beberapa kota, talkshow, dan pawai artis. Di Istana Maimoon sendiri, ada beberapa kegiatan pendukung: Pameran Sejarah Bioskop Indonesia, Pameran Komunitas Film Sumatera Utara “Dari Sumatera Utara untuk Indonesia”, diskusi tentang produksi film cerita bersama Angga Dwimas Sasongko, dan beberapa kegiatan film lain yang dipandu oleh KoFI Sumut.
Salah satunya, menonton film-film klasik yang pernah dibuat rumah/perusahaan produksi Sumatera Utara (beberapa juga dibuat atas bantuan Pemerintah Daerah) seperti Butet (1974), Buaya Deli (1978), dan Musang Berjanggut (1983). Selain itu, ada sekitar 170 film produksi lokal se-Sumatera Utara yang diputar untuk para pengunjung, mulai dari fiksi, dokumenter, sampai animasi. Ada pula booth yang menjual VCD film-film tersebut. Di luar pameran, film-film lokal Sumatera Utara hidup lewat penjualan VCD, salah satunya di warung-warung kopi. Satu film bisa dicetak mencapai 5.000—7.000 keping.
Ada pula gambaran perfilman di Sumatera Utara sejak tahun 1953-1983. Melalui gambaran tersebut, dapat diketahui bahwa pada era 70-an, mulai dari Gubernur, Walikota, sampai Pangdam I dan berbagai perusahaan, memberi dukungan untuk produksi dan pengembangan film di Sumatera Utara. Selain film-film klasik yang diputar, salah satu film Sumatera Utara yang terkenal adalah Turang (1957) karya Bachtiar Siagian. Namun, materi film tersebut tidak dapat ditemukan.
AFI sendiri merupakan kegiatan tahunan Direktorat Pembinaan Kesenian dan Perfilman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia dalam bentuk pemberian penghargaan kepada insan film Indonesia yang memiliki komitmen dalam berkarya dengan memproduksi film-film berbasis nilai budaya, kearifan lokal, dan pembangunan karakter bangsa.

sumber: http://kabarjakarta.com/2395-liputan-apresiasi-film-indonesia-afi-2014