Senin, 02 September 2013

Film Anak untuk Indonesia Lebih Baik

1378114794341258985

Medan. Perkembangan kreatifitas anak-anak di provinsi Sumatera Utara (Sumut) dalam menyampaikan pandangan, gagasan maupun harapannya kini semakin bervariasi dengan keunikan tersendiri. Mulai dari penyampaian secara pribadi maupun berkelompok dalam komunitas. Diantara banyaknya pilihan media yang dipergunakan oleh anak dalam berkreatifitas, salah satunya adalah melalui media film anak. Sampai saat ini saja, setidaknya sudah ada lebih dari 15 komunitas film anak yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten dan kota di Sumut. 
Walaupun dengan usia yang sangat muda antara 6 sampai 18 tahun, anak-anak komunitas film terus berupaya belajar untuk memproduksi sebuah film, baik dengan kategori fiksi maupun dokumenter. Saat ini bisa dipastikan bahwa film merupakan media yang sangat berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter anak. Tentunya jika suguhan film yang ditonton adalah baik, maka karekter anak yang sering menontonnya akan menjadi baik dan apabila tontonan yang diberikan adalah yang tidak ramah anak, maka anak akan tumbuh menjadi anak yang keliru.
Melihat betapa pentingnya peranan film-film tersebut dalam mempengaruhi perkembangan karakter anak, membuat para komunitas film anak terus berupaya membuat karya-karya yang positif dan layak tonton dengan nilai-nilai kearifan lokal yang kuat. Berbagai potensi baik secara personal maupun alam pendukung, ataupun berbagai permasalahan sosial yang sering kali terjadi di sekitar anak menjadi media yang tepat untuk di publikasikan melalui film.

Tentunya kreatifitas anak dengan kemampuan yang luar biasa tersebut perlu diberikan apresiasi dan penghargaan yang sangat besar dari perbagai pihak, baik lembaga non pemerintah, pemerintah daerah, pihak swasta dan masyarakat secara bersama. Dalam hal ini, Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Medan sendiri sangat memberikan apresiasi positif dengan penyelenggaraan Festival Film Anak (FFA) kembali, dan untuk kali ini adalah rangkaian festival tahunan ke-enam. Sejak pertama kali, penyelenggaraan FFA tahun 2008 sampai dengan 2013 tercatat sudah ada 111 film yang diperlombakan dengan kategori fiksi dan dokumenter.

Pada tahun ini, penyelenggaraan FFA ke-enam dilaksanakan di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumatera Utara (31/8). Tema yang diangkat dalam gelaran FFA ini adalah ”Aku dan Indonesiaku”. Dengan tema tersebut, para peserta diharapkan mampu untuk memberikan gagasan, kritikan, maupun harapan yang baik terhadap berbagai kondisi Indonesia yang anak-anak pahami. Dan tentunya hal itu akan menjadi masukan yang sangat berharga bagi para pengambil kebijakan untuk mulai mempertimbangkan aspirasi anak, karena mereka adalah tonggak kebesaran bangsa. 

Penganugrahan film fiksi terbaik pertama tahun ini diberikan kepada film “Ini Aku Sheila” produksi Zoom In Production, film fiksi terbaik kedua “ Penyesalan” dari komunitas Kompaz Production dan untuk film terbaik ketiga “Sahabat” produksi PPA MDC Production.Sedangkan untuk kategori film dokumenter dianugrahkan kepada film “Diantara Kita” produksi Film Multimedia 2 Production sebagai film terbaik pertama, film “Es lilin untuk terbaik kedua, dan “Indahnya Taman Bermain” sebagai terbaik ketiga. Selain itu penganugrahan juga diberikan kepada insan film terbaik kategori fiksi, seperti sutradara, kameramen, editor, ide cerita, pemeran utama wanita. Untuk kategori insan film documenter terbaik meliputi sutradara, cameramen, dan editor.

Rangkaian penganugrahan FFA semakin meriah dengan banyaknya atraksi anak yang disuguhkan, seperti tari persembahan anak Amplas, koreo topeng shuffle, modern dance dan beat box dari berbagai komunitas anak. Turut hadir dalam rangkaian tersebut para perwakilan pemerintahan, pihak swasta, lembaga swadaya masyarakat, pihak media, sekolah-sekolah SMP dan SMA, serta komunitas-komunitas film anak di Sumatera Utara. 

“Kami berharap semakin banyak pihak yang perduli dan juga berperan aktif dalam pengembangan kreatifitas anak di bidang perfilman. Adanya peran pemerintah dan sektor swasta yang dapat mendukung penuh penyelenggaraan FFA ke depannya.” Ucap Misran Lubis selaku Deputi PKPA dalam kata sambutannya.

sumber: http://hiburan.kompasiana.com/film/2013/09/02/film-anak-untuk-indonesia-lebih-baik-586038.html

Sabtu, 17 Agustus 2013

Presiden Termiskin

Kisah 1
TD Pardede, pengusaha terkenal asal Medan yang dekat dengan Bung Karno suatu hari dipanggil mendadak ke Jakarta. Setelah berbincang-bincang bersama menteri lainnya, Presiden Republik Indonesia itu mengajak TD Pardede ke pojok ruangan.

“Pardede, bisa kau pinjamkan aku uang ?“ Gelagapan karena langsung ditodong oleh penguasa negeri. TD Pardede merogoh saku saku jasnya dan memberikan seribu dollar dari kantongnya. Namun Bung Karno hanya mengambil secukupnya dan mengembalikan sisanya kepada Pardede.

Kisah 2
Satu ajudan terakhir Bung Karno adalah Putu Sugianitri, ex polisi wanita yang setelah Bung Karno tidak menjabat lagi, harus pensiun tanpa kejelasan. Suatu saat setelah tidak menjadi presiden, Bung Karno berjalan-jalan keliling kota dan tiba tiba ingin buah rambutan.

”Tri, beli rambutan.“ ”Uangnya mana ?” tanya si polwan asal Bali itu. ”Sing ngelah pis” kata Bung Karno dalam bahasa Bali yang artinya "Saya tak punya uang." Jadilah sang ajudan memakai uang pribadinya untuk mantan presiden yang tidak memiliki uang.

Kisah 3
Saat Ali Sadikin menjabat Menko Maritim, ia ditanya oleh Bung Karno apakah ia bisa membantu bisnis mertuanya yang berkaitan dengan perijinan pelabuhan. Setelah dipelajari, Ali Sadikin mengatakan tidak bisa. Peraturan mengatakan demikian. "Ya sudah, kalau tidak bisa" kata Bung Karno.

Bang Ali berpikir, luar biasa ini manusia. Padahal sebagai presiden ia bisa memaksakan memberi perintah. Yang mengagumkan Bung Karno selanjutnya tidak pernah dendam, bahkan kelak mengangkat Ali Sadikin sebagai Gubernur Jakarta. 

Saat mendapat surat dari Jenderal Soeharto, bahwa Bung Karno harus meninggalkan Istana Merdeka sebelum tanggal 16 Agustus 1967. Maka teman teman Bung Karno yang mengetahui rencana itu segera menawarkan dan menyediakan enam rumah untuk tempat tinggal dan putera puteri Bung Karno.

Mendengar hal itu Bung Karno seketika marah, bahwa ia tidak menghendaki rumah rumah itu. Ia menginginkan semua anak anaknya pindah ke rumah Ibu Fatmawati. “Semua anak anak kalau meninggalkan Istana tidak boleh membawa apa-apa, kecuali buku-buku pelajaran, perhiasan sendiri dan pakaian sendiri. Barang barang lain seperti radio, televisi dan lain-lain tidak boleh dibawa !“ Demikian Bung Karno memerintahkan.

Guntur – putera tertua – setelah mendengar penjelasan itu merasa kecewa, karena ia sudah terlanjur menggulung kabel antenna TV yang akhirnya tidak boleh dibawa pergi. Sementara Ibu Fatmawati mengeluh karena kamar di rumahnya tidak cukup.

Tak berapa lama datang truk dari polisi yang membawa empat tempat tidur dari kayu yang bersusun, dengan kasur dan bantalnya tapi tanpa sprei dan sarung bantal. Juga beras enam karung. “Anak-anakku semua disuruh tidur di tempat tidur susun dari kayu, tanpa sprei dan sarung bantal.“ Konon Ibu Fat, marah marah kepada utusan yang membawa perlengkapan itu.

Bung Karno keluar dari istana dengan mengenakan kaos oblong cap cabe dan celana piyama warna krem. Baju piyamanya disampirkan ke pundak, dan ia memakai sandal bata yang sudah usang. Tangan kanannya memegang kertas koran yang digulung, berisi bendera pusaka merah putih. Bendera yang dijahit oleh istrinya sendiri, Fatmawati ketika masa proklamasi kemerdekaan.

Tak ada voor ridjer, pengawalan atau penghormatan ketika meninggalkan Istana Merdeka. Ia meninggalkan istana dengan mobil VW kodok yang dikendarai seorang supir asal kepolisian.
Salah seorang anggota kawal pribadinya membawakan ovaltine, minuman air jeruk, air teh, air putih, kue kue serta obat obatan Bung Karno.

Itulah seluruh harta yang dimiliki Bung Karno ketika meninggalkan Istana. Selebihnya ditinggalkan. Selama menjabat Presiden, ia tidak pernah memiliki rumah sendiri. Ia adalah presiden termiskin yang pernah ada.


Tidak ada deal khusus antara Bung Karno dengan penguasa setelahnya. Hanya sebuah persetujuan dalam segenggam bait puisi Chairil Anwar.
Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak dan berlabuh

sumber : Hoesein Rushdy
 


Selasa, 23 Juli 2013

Buka Puasa ala Medan Buzzer

Komunitas Medan Buzzer pemilik akun twitter @MedanBuzzer menggelar buka puasa bersama para follower di Kopi Baba, Jalan Ahmad Yani. Di samping membuka ruang tatap muka, kegiatan ini juga memperkenalkan aktivitas komunitas ini sebagai jasa buzzing non profit serta profit bagi perusahaan-perusahaan ataupun UKM yang ingin dioptimasi usahanya industri.
MedanBuzzer Community  01Lebih dari seratusan anak-anak muda kreatif Medan hadir dan antusias mengikuti setiap agenda yang disajikan, seperti penampilan Peanut Band, stand-up comedy yang menampilkan para pegiat akun twitter di komunitas Medan Buzzer, dan penggalangan dana untuk kegiatan Medan Heritage Tour yang digagas akun @MedanHeritage, 31 Agustus mendatang, di Pelataran Parkir Kantor Pos Besar Medan.

“Di awal mula mereka terbentuk langsung menggarap project suatu perusahaan ternama dan project garapannya sangat mengena ada segmen anak muda dan komunitas,” ujar Wahyu Hidayat Blahe, pengelola akun twitter @ceritamedan yang menjadi salah satu akun pengelola @MedanBuzzer. Lebih dari 30 akun twitter bergabung dalam Komunitas Medan Buzzer dengan total follower mencapai 500.000.

Akun-akun tersebut adalah @ceritamedan, @punya_medan, @tweetsumur, @medanplus, @kumpulanmedan, @ucokgalaw, @bukanpacarkamu, @medaninibah, @agen_dunia, @brewokmedan, @wakjonmedan, @kakakmedan, @jomblomedan, @curhatmedan, @sumateramembaca, @jagoanmedan, @opungmedan, @kuliahboy, @medanonline, @wowmedan, @celotehmedan, @hahamedankali, @brandalmedan, @wanitamedan, @butetgalak, @premanmedan, @medankejam, @siikepo, @orangilak, @behelmedan_, @buatkamunih, @cewegalak, dan @untukpapa.

Di acara tersebut komunitas ini juga mengumumkan rencana launching Medan Buzzer The Movie yang disutradarai oleh Opick, seorang filmmaker dari Opick Picture, dan disusul dengan penerbitan buku MedanBuzzer, Anak Medan Punya Cerita.

sumber : http://medanissue.wordpress.com/

Kamis, 11 Juli 2013

kapan lagi kita disebut manusia !!!


Tanggal 04-07-2013 tepat nya jam 15.00 WIB tim dari komunitas OSP ( Oriza Sativa Production ) meliput rumah orang tua yang mempunyai anak usia 4 bulan yang mengalami penyakit HYDROCEPALUS , sangat menyedihkan kondisi anak ini pada saat ini , kedua orang tua nya tidak mempunyai biaya untuk mengobati anaknya , pertama sudah di bawa kerumah sakit besar salah satu di medan dan ternyata sudah 4 hari di rumah sakit tidak ada di tangani oleh pihak rumah sakit , dan rumah sakit yang kedua pun sama seperti itu juga , kerumah sakit kedua orang tuanya hanya membawa kartu JAMSOSTEK itu pun ujung2nya tetap pakai uang kata orang tua anak ini dan salah satu cara penyembuhan penyakit HIDROCEPALUS adalah dengan cara oprasi untuk mengeluarkan kelenjar-kelenjar yang ada di kepala anak nya . sampai saat ini orang tua ny sudah pasrah apa pun yang terjadi dengan anak nya karna tidak tau mau kemana lagi bisa minta tolong untuk membantu biaya pengobatan anaknya

Mohon dukungannya secara do'a dan materil demi kesembuhan ananda tersebut..

CP :
083194840300 - 08982059809

Jumat, 05 Juli 2013

bumper Medan Buzzer The Movie

"Buka usaha gak harus pake modal besar, cukup niat, usaha, doa dan pula pemanfaatan teknologi uda bisa kok nguasai dunia".

cak klen follow dulu biar makin dekat ama para pelaku seniman medan ini

artist :
- @punya_medan
- @UntukPAPA
- @ceritamedan
- @MEDANKEJAM
- @anakmedaaan
- @bukanpacarkamu
- @buatkamunih
- @siiKEPO
- @WOWmedan
- @ceweGALAK
- @Perempuans
- @JagoanMedan
- @HaHaMeDanKaLi
- @ceritamedan
- @TweetSumut
- @MedanPlus
- @UcokGalaw
- @kumpulanmedan
- @Agen_Dunia
- @medanbahhh
- @BrewokMedan
- @WakJonMedan
- @KakakMedan
- @JombloMedan
- @medanlicious
- @sumateramembaca
- @OpungMedan
- @KuliahBoy
- @MedanOnline
- @WOWMedan
- @CelotehMedan
- @Brandalmedan
- @WanitaMedan
- @Behelmedan_
- @ButetGalak
- @MEDANKEJAM
- @PremanMedan
- @OranGilak

produksi :
@punya_medan
@Opique_Pictures
@MedanBuzzer

dengan bangga mempersembahkan @FilmMedanBuzzer