Jumat, 26 Oktober 2012

Premier Film Marjinal Produksi Opique Pictures & Ghoqielt Community

https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/269853_2505332650230_1276579743_n.jpg
premier film Marjinal Produksi Opique Pictures pada 3 nov 2012 di Pitu Cafe Komp. Imperium I. Jalan Pinang Baris Nomor 29 , Kota Medan mulai 19.00 - selesai.
HTM Rp 10.000 free ice tea n stiker.
menampilkan CoconutHead Indonesia
kapasitas max 250 tiket.

sinopsis :
sekelompok anak remaja yang hidup di garis kemiskinan. melalui proses bertahan hidup sebgai pengamen di kota besar. bermodalkan mimpi terus-menerus guna menggapai mimpi membuat mereka melakukan kebersamaan susah dan senang. hanya saja himpitan ekonomi kulog yang menyebabkan gelap mata.

kulog yang tinggal bersama adik kandungnya menjadi tanggung jawabnya pula menyelesaikan pendidikan adiknya. hanya saja jalan yang di ditempuh itu salah. teman seperjuangannya pun dikorbankan. jaya teman akrabnya menjadi tipu daya muslihatnya.

hanya saja kehadiran sosok Sofy menjadi jalan keluar. cinta yang dimiliki Sofy kepada Jaya dapat menyembuhkan segalanya. dengan usaha keras hingga akhirnya mimpi-mimpinya memeluk erat mereka.

produksi : Opique pictures dan ghoqielt community
durasi : 2 jam
pemeran jaya : (Rizky Zakaria) juara jaka utama Medan 2012
penampilan spesial : (coconuthead) band reggae pertama di Medan
editor : (M Taufik pradana) editor terbaik FFA 2009
still photo shoot : (Veri Boeloe) Insan Kreatif Fotografer Medan
didukung oleh :
- sirup markisa Noerlen
- Kedekopikami
- Pitu Cafe
- Punya Medan
 

Senin, 22 Oktober 2012

PKPA Gelar Festival Film Anak Ke-5

https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/579253_2498692764122_149585037_n.jpg
Untuk kelima kalinya, Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) kembali menggelar kegiatan Festival Film Anak (FFA). FFA kali ini mengambil tema Kotaku Ramah Anak. Rangkaian kegiatan FFA Ke-5 dimulai dengan mengadakan workshop pada Sabtu-Minggu (20-21/10) di Aula BPPNFI, Jalan Kenangan Raya, Medan. Kegiatan ini merupakan kerjasama PKPA, SFD, Media Identitas, dan Opique Pictures yang didukung oleh Kinder Not Hilfe.
Berbeda dengan FFA sebelumnya yang dilakukan secara nasional, FFA tahun ini hanya ditujukan bagi anak dan pelajar Sumatera Utara. Hal ini dilakukan mengingat pada kompetisi sebelumnya peserta yang berkompetisi kebanyakan berasal dari Pulau Jawa. Agar talenta-talenta sinematografi Sumatera Utara juga dapat berkembang, maka FFA kali ini fokus untuk menyasar komunitas film anak di Kota Medan dan sekitarnya. Demikian disampaikan Onny Kresnawan, Koordinator FFA, dalam kata sambutannya pada pembukaan worksh
op FFA (20/10).

Adapun tema Kotaku Ramah Anak dipilih untuk mewujudkan lingkungan yang nyaman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. “Melalui FFA ini, anak dapat turut menyuarakan keinginan mereka akan kota yang ramah anak,” ujar Misran Lubis, Deputi Direktur PKPA. Lebih jauh Misran mengatakan bahwa kota yang layak anak dapat terwujud dengan dimulai dari pecahan yang paling kecil yakni keluarga.

Workshop FFA ini diikuti 33 orang dari 14 komunitas film dan sekolah di Kota Medan, diantaranya adalah WWB Production, Extreme Production, Windows Production, Medan Magnet, CMR Production, PPA MDC, Teather SMA SIM, CMN 8 Production, Semut Production, Media Creative, Cinematografi, Bisa Production, Kompaz 1 dan Kompaz 2. Materi yang diberikan dalam workshop antara lain manajemen produksi film, pembuatan naskah cerita, hingga editing film. Usai workshop, peserta akan diberi waktu untuk memulai proses produksi film masing-masing. Malam penganugerahan FFA ke-5 akan dilaksanakan pada 15 Desember mendatang.

Minggu, 21 Oktober 2012

Yuk, belajar buat film

AVLI YARMAN
Kontributor WASPADA ONLINE

MEDAN - Hiruk-pikuk yang terjadi di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan baru-baru ini bukan berarti perkelahian melainkan bentuk apresiasi mahasiswa kampus orange itu atas pemutaran film fiksi yang digelar dalam kegiatan Diskusi Balada Orange, Jl SM Raja Medan.

Meski diguyur hujan dari sore bukan berarti melunturkan semangat mahasiswa untuk memeriahkan acara setiap malam minggu tersebut. Ya, Diskusi Balada Orange adalah kegiatan dengan visi misi membangkitkan semangat dan menciptakan rasa kekeluargaan civitas akademika kampus yang rutin melahirkan jurnalis dan praktisi humas andal.


Pada kesempatan itu, panitia memilih tema tentang film dokumenter dan fiksi dengan harapan merangsang mahasiswa mampu membuat sekaligus melahirkan generasi baru pembuat film. Selain pemutaran film dan hiburan musik ala akustik, Balada Orange juga mengundang komunitas film di Kota Medan, Opique Pictures, menampilkan karyanya.

Acara diawali dengan menampilkan narasumber yang sudah malang melintang di dunia broadcast semasa aktif sebagai reporter di salah satu televisi swasta nasional. Suprapti Indah Putri atau lebih dikenal Putri Bakri tak lain adalah dosen sekaligus Puket II STIK-P dan mantan reporter MetroTV. Kepada mahasiswa, Putri berbagi cerita dan ilmu dalam pengambilan gambar yang baik diselingi pengalamannya saat menjadi salah satu reporter.

Banyak kisah lucu dan menarik yang sesekali mengundang tawa mahasiswa, namun ada juga dukanya saat mengemban tugas tersebut. Setelah itu, narasumber lain dari Opique Pictures diwakili M Taufik Pradana.

Sekretaris merangkap humas komunitas yang terbentuk 9 Januari 2008 silam itu mengatakan telah melahirkan puluhan film dokumenter maupun fiksi yang dinahkodai M Ridho Pratama. Taufik juga memaparkan sedikit tentang sejarah film dokumenter dan menampilkan film “Gak Belok Lagi”, menceritakan pergaulan anak muda zaman sekarang yang melampaui kodratnya sebagai perempuan dengan menyukai sesama jenis sebelum akhirnya bertaubat dan kembali ke kehidupan normal.

“Menjadi seorang sutradara film dokumenter atau fiksi tidaklah sulit, asalkan serius, sabar, dan jeli dalam mengambil gambar, membuat naskah serta edit gambar. Pokoknya, nggak sulit buat film dokumenter, asal benar-benar ditekuni,” ucapnya menambahkan dalam waktu dekat akan memproduksi film fiksi terbaru berjudul Marjinal.

Tak mau kalah, mahasiswa STIK-P juga menampilkan film “Potret Kehidupan” menceritakan tentang seorang pemuda yang ingin melanjutkan kuliahnya namun terbentur biaya. Sebagai informasi, film buatan anak STIK-P ini menjuarai kompetisi Young Magazine 2010 di  Medan.

Congrats
ya buat anak-anak STIK-P dan Balada Orange… Kami tunggu karya-karya selanjutnya.

Editor: AUSTIN ANTARIKSA

sumber : www.waspada.co.id/

Rabu, 12 September 2012

trailer "MARJINAL" produksi Opique Picture's dan Ghoqielt Community



sekelompok anak remaja yang hidup di garis kemiskinan. melalui proses bertahan hidup sebgai pengamen di kota besar. bermodalkan mimpi terus-menerus guna menggapai mimpi membuat mereka melakukan kebersamaan susah dan senang. hanya saja himpitan ekonomi kulog yang menyebabkan gelap mata.

kulog yang tinggal bersama adik kandungnya menjadi tanggung jawabnya pula menyelesaikan pendidikan adiknya. hanya saja jalan yang di ditempuh itu salah. teman seperjuangannya pun dikorbankan. jaya teman akrabnya menjadi tipu daya muslihatnya.

hanya saja kehadiran sosok Sofy menjadi jalan keluar. cinta yang dimiliki Sofy kepada Jaya dapat menyembuhkan segalanya. dengan usaha keras hingga akhirnya mimpi-mimpinya memeluk erat mereka.

produksi : Opique pictures dan ghoqielt community
durasi : 2 jam
pemeran jaya : (Rizky Zakaria) juara jaka utama Medan 2012
penampilan spesial : (coconuthead) band reggae pertama di Medan
editor : (M Taufik pradana) editor terbaik FFA 2009
still photo shoot : (Veri Boeloe) Insan Kreatif Fotografer Medan
didukung oleh :
- sirup markisa Noerlen
- Kedekopikami
- Pitu Cafe
- Punya Medan

Minggu, 05 Agustus 2012

MENGINGAT MASA KECIL

Masih Ingat Kah Masa Kecil kalian ??
Masih inget tahun 90′an ??
Jaman SD-SMP kita dulu yg pernah Trend ?
 
*Artis cilik :
Bondan Prakoso (Lumba”)
Eno Lerian (Nyamuk nakal)
Melisa (Semut” kecil)
Meysi
Trio Kwek2
Agnes Monica (y)
 
*Baca komik Doraemon, Dragon Ball, Kungfu Boy atau StoryBook, Ghoosebumps di kelas sampe disita guru :D
 
*Rebutan main Mesin Dingdong. Klo yg tajir beli Nintendo, Sega,ato Gameboy buat main game Mario Bross sama Sonic.
 
*Ngabisin koinan di Telpon umum atw Wartel, PDKT sama kenalan.
 
*Pake jam G-shock (y)
 
*Main Monopoli, Ular Tangga atw Kartu Hologram, Kuartet yg kalah d coret pake bedak :D
 
*Maen TAMIYA sampe lupa waktu, akirnya Ortu dateng cariin ke trek tempat maen tamiya
 
*Makan ANAK MAS n coklat coki2 yg msi eksis mpe skrang
 
*Beli coklat Ayam Jago sama Wafer coklat merk SUPERMAN n Makan Jagoan Neon biar lidah nya berubah warna warni :D :P
 
*Setelah era sablon sama bordiran ALIEN atw Shuvit berlalu gantian pake baju ala POINT BREAK (Stussy,Mossimo, Billabong, Rip Curl,Volcom dll)
 
*Bangga make tas slempang bermerk KutaLines atw Dagadu (y)
 
*Nonton KOTARO MINAMI jd Ksatria Baja Hitam dan SaintSeiya Sama Power Ranger
 
*Beli sepatu skolah yg diblakangnya ad lampu nyala (PRO ATT) :P
 
*Ngumpulin TAZOS dari Chiki,Chitato yg banyak punya koleksi bangga <:p em="em">
 
*Melihara binatang yg hrus d ksih mkan tiap hari n ga hrs beli kandang,Yuup..,TAMAGOTCHI =))
 
*Ngumpulin krtas file lucu2 n tuker2an sm tmn:$
 
*Gosip klo dlu ad Pulpen narkoba yg wangi bngett :/
 
*Make NECKERMAN anti SLIP or CARVIL dan diplesetin jadi “nyekerman”
 
*Ngerasa kurang gaul klo belum ngisi Diary punya temen “My Biodata” X_X
 
*Dan sering tulis2 ditembok atau papan “andi vs dina” bukanya “andi ♥ dina”, padahal
maksudnya “aku cinta dia” buat jodoh2in teman :D
 
*Permen karet yg nyusun huruf Y-O-S-A-N dari jaman bahela ampe sekarang gag ada huruf N nya . apa lupa diproduksi yak? wkwkwkwkwk
 
*Suka main surat cinta ampe nyolong2 minyak wangi bokab biar suratnya harum, deg2anya gak karuan waktu nunggu balesanya,
 
Naaah udaa Senyum² sendirikan?? :$
Jdi inget masa dulu yah,masa paling Indah dibanding sekarang era 2000 an,,Kasian yaa adik2 kita skrang, msa kanak2nya trenggut n pada ALAY ,kecil2 ud pake BB, iphone, Android, sok gaul bawa mobil bokap, minum” biar dibilang macho dll..
Dewasa karbitan=))Just share, biar kita inget serunyaa jaman dulu kita sperti apa dibnding sekarang :D