Jumat, 21 Maret 2014

Teknik Dasar Videografi


Dunia videografi adalah sebuah dunia yang sangat menyenangkan, penuh daya tarik, menantang kreatifitas, dan membantu kita dalam berkomunikasi dengan siapa saja. Dengan teknik videografi yang kreatif dan komunikatif, kita bisa mengabadikan beragam peristiwa di sekitar kita, menciptakan beragam karya dan media yang bukan saja bisa dipandang, namun juga didengar. Dengannya, kita bisa bercerita, berbagi informasi, menghibur, menularkan pengetahuan, bahkan mempengaruhi orang lain.

Bagaimana menciptakan karya videografi yang kreatif, komunikatif dan layak ditonton? Kami mengajak anda untuk mengenal dan memahami prinsip-prinsip dasar videografi untuk dipraktekkan dengan menggunakan kamera yang cukup sederhana yaitu kameragenggam (handycam).

Mengapa kamera genggam Karena inilah jenis kamera video yang paling banyak dijumpai dan dipergunakan, paling banyak populasinya, mudah didapat dan bisa dioperasikan oleh siapa saja. Penting untuk dipahami bahwa peralatan yang lebih baik katakanlah lebih profesional, lebih canggih, atau mungkin lebih mahal ) tidak menjamin hasil rekaman video yang lebih baik. Semua tergantung pada “man behind the camera”.

Siapa yang berada di belakang kamera ?
Apakah dia bisa menangkap momen-momen penting dan menarik ?
Apakah rekaman gambar enak dinikmati, atau setidaknya bisa dinikmati ?

Peralatan yang sederhana, jika dipergunakan dengan cara yang benar dan pada situasi yang tepat akan menghasilkan karya videografi yang sempurna sesuai kebutuhan dan tujuan penggunaannya. Dengan teknik merekam gambar yang baik, pendekatan kreatif dan komunikatif, hasil rekaman video anda akan tampil lebih sempurna dan bercitarasa profesional.
Pada tekhnik videografi ini, sama halnya dalam sebuah film. Film merupakan hasil karya seni yang berasal dari perpaduan banyak unsur, seperti suara, gambar, gerak,dll. Pemerintah sendiri mendefinisikan film sebagai berikut : ”Film adalah karya cipta seni budaya yang merupakan mediakomunikasi massa pandang dengar yang dibuat berdasarkan sinematografi dengan direkam pada pita selluloid, pita video, piringan video, dan atau bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalam bentuk, jenis, ukuran melalui kimiawi, proseselektronik atau proses lainnya atau tanpa suara yang dapat dipertunjukkan dan atau ditayangkan dengan sistem proyek mekanik, elektronik dan atau lainnya (UU Perfilman th. 1992,Bab I, Pasal 1). ”Sebagaimana dijelaskan di dalam definisi tersebut, film termasuk ke dalam golongan karya seni, dan dilihat dari urutannya film merupakan seni yang ketujuh di dalam jajaran seni-seni yang lain. Film agak berbeda dengan seni yang lain, karena film lahir dari gabungan unsur-unsur seni-seni yang lain, yaitu senisastra, teater, rupa, suara, musik, dan arsitektur. Selain unsur-unsur seni tersebut, di dalam film juga terkandung unsur teknologi. Kamera merupakan salah satu aspek penting dalam suatu pembuatan film, fungsi kamera yaitu mengambil/merekam adegan-adegan yang diarahkan oleh sang sutradara kemudian divisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan. Kamera dioperasikan oleh kru film yang biasa disebut kameramen, kameramen mengoperasikan kamera sesuai dengan arahan sutradara untuk menjadi seorang kameramen, harus mengetahui jenis-jenis kamera, mengenal cara cara atau teknik memegang kamera, teknik pengambilan gambar, unsur-unsur dalam pengambilan gambar,dll.

Tahapan Memaksimalkan Penggunaan Kamera Video
Sebelum mengoperasikan sebuah kamera video, kita harus mengenali dan memahami kamera tersebut. Semua alat yang akan digunakan harus benar-benar dikuasai untuk meminimalisasikan kesalahan pengambilan gambar nantinya. Rekaman video dikatakan layak untuk dilihat dan disimpan jika memenuhi empat syarat yaitu cukup pencahayaan, fokus, stabil dan cukup durasi.

Rekaman video yang layak dinikmati harus memenuhi kaidah – kaidah sebagai berikut :

• Balance, Framing, Compositions : Horizontal Lines, Vertical Lines, Diagonal Lines, Triangle, Perspective, Looking Room, Head Room, Background, Foreground.
• Frame Cutting Points : Extreme Close Up, Big Close Up, Close Up, Medium Close Up,Medium Shot, Medium Long shot, Long Shot, Extreme Long Shot.
• Other Types Of Shot : 2 Shot, 3 Shot, Group Shot, Over Shoulder Shot, Establishing Shot.
• Camera Movement : Panning ( Left, Right, Up, Down ), Tracking ( In, OutFollow, Revolve ), Truck ( Left, Right ), Zooming ( In, Out )
• Camera Angle : Normal Angle, Low Angle, High Angle, Objective Camera, Subjective Camera
• Shot By Camera Positions : Face Shot, ¾ Shot, Profile Shot, Over Shoulder Shot
• Shooting Rules : Jump Cut, Crossing The Line, Continuity

Sejarah Kamera Video

Sejarah kamera video bisa dikatakan merupakan keberlanjutan dari sejarah penemuan kamera foto. Awalnya, penelitian mengenai Efek Pressistence of Vision. menimbulkan banyak pernelitian dan penemuan-penemuan. Alat yang pertama kali dibuat berbentuk cakram yang di pinggirnya terdiri dari gambar-gambar yang berurutan. Di sela-sela gambarnya, dibuat lubang untuk mengintip. Ketika cakram itu diputar pada porosnya menghadap cemin, kita dapat melihat melalui lubang di antara gambar tersebut, timbullah efek Pressistence of Vision ini. Gambar berurutan tersebut seolah-olah bergerak.

Tahun 1830, munculah yang disebut zoetrope, benda berbentuk silinder dengan ruang kosong dengan gambar yang digambar oleh tangan di permukaan dalamnya. Saat diputar, menimbulkan efek gerakan yang sama. Tahun 1870, seorang penemu dari Prancis, Emile Reynaud menambahkan cermin di tengah ruang silinder tersebut. Beberapa tahun kemudian, ia menemukan versi proyeksinya. Yaitu dengan menambahkan reflektor cahaya dan lensa untuk memperbesar gambar pada layar. Tahun 1892, ia melakukan demonstrasi di Optique Theatre, Paris dengan menggunakan ratusan gambar tangan hingga menimbulkan efek gambar bergerak selama 15 menit.

Prinsip efek ini, pada kemudian hari digabungkan dengan prinsip fotografi kala itu dianggap yang mampu merekam gambar secara nyata. Salah satu eksperimen yang paling terkenal adalah pada tahun 1870 di California, Amerika. Saat seorang pengusaha Rel kereta sekaligus presiden Central Pacific Company, Leland Standford (1824-1894) menyewa fotografer Inggris Edweard Muybridge, untuk membuktikan mengapa kuda yang berlari tidak pernah menginjakkan keempat kakinya ke tanah (saat kuda berlari, meski memilki 4 kaki, namun suara tepakan kuda hanya terdengar 3 kali saja).

Muybridge menggunakan 12 set kamera foto sepanjang track balap kuda, dengan tombol shutter yang saling berkaitan. Foto yang didapat menunjukan kuda yang melangkahkan ke empat kakinya dari tanah. Rangkaian foto Muybridge ini kemudian diproyeksikan melalui sebuah alat bernama zoopraxiscope.

Gambar zoopraxiscope
Berdasarkan penemuan Muydbridge tersebut kemudian, Etienne-Jules Marey (1830-1904), Penemu dari Prancis, menciptakan chronophotographs, sebuah kamera film modern pertama yang menggunakan pinsip roll film. Alat ini dapat merekam beberapa gambar sekaligus dalam satu satuan waktu (60 gambar per detik). Alat ini menjadi yang pertama yang dapat merekam gerakan slow motion. Marey menggunakannya untuk mengamati sistem gerak makhluk hidup.

George Eastman, tahun 1885, seorang penemu dari Amerika sekaligus seorang Philiantropist memproduksi Roll Film Pertama. Ia juga yang kemudian menciptakan Kodak Camera, yaitu kamera khusus pertama yang menggunakan Roll Film tersebut pada 1888. Hingga tahun 1889, rol film tersebut yang semula menggunakan Sensitized Paper diganti dengan menggunakan Celluloid Film.
Thomas Alva Edison, di laboratoriumnya West Orange, New Jersey, Amerika, mempekerjakan William k. L. Dickson untuk membuat alat perekam film dan sebuah alat untuk menampilkan rekaman tersebut. Beberapa waktu kemudian, Dickson menciptakan sebuah alat perekam gambar bergerak yang dinamakannya Kinetograph dan alat untuk melihat hasil gambar yaitu Kinetoscope.
Di Prancis, Auguste Lumiere (1862-1954) and Louis Lumiere (1864-1948), pada tahun 1895 menemukan kamera film yang juga kemudian dapat diproyeksikan pada layar lebar. Perbedaan dengan kamera miliki Edison, kamera Lumiere lebih kecil dan praktis, membutuhkan lebih sedikit film, lebih tidak bising, dan mampu merekam gambar bergerak lebih halus daripada milik Edison. Alat ini mereke namakan Cinématographe. Pada tahun yang sama bulan November, di Jerman, Emil and Max Skladanowsky juga melakukan demonstrasi proyeksi film di Berli, dan di Inggris, sebuah alat ciptaan Birt Acres and Robert W. Paul memperoyeksikan gambar bergerak di London. Tahun 1896 diciptakan Vitascope oleh Charles Francis Jenkins and Thomas Armat seorang penemu dari Amerika. Alat ini didemonstrasikan pada April 1896 di New York.

Namun, dari sekian banyak penemuan film, Lumiere memiliki tempat tersendiri karena selain menciptakan alat, mereka juga merupakan seorang filmmaker yang produktif pada masanya. Hal ini ditandai dengan banyaknya film yang mereka buat pada kisaran tahun 1895 – 1896.
1920 an merupakan awal kemunculan film bersuara. Dahulu, seorang aktor dan pembuat film kesulitan untuk merekam suara selain karena bisingnya suara kamera, penempatan mikrofon yang masih berukuran besar kala itu membuat gerakan aktor film tidak bisa leluasa. Kemudian, teknologi kamera film yang makin sempurna semakin mereduksi kekurangan tersebut. Selain mekanisme yang semakin halus, kamera film dilengkapi chasing yang mampu meredam suara berisik mesin di dalamnya. Selain itu, ditemukannya sebuah cara merekam suara tanpa harus kesulitan menyembunyikan mikrofon di dekat aktor, yaitu dengan menggantungkan mic atau yang biasa disebut boom.

Adalah Rouben Mamoulian, seorang sutradara asal Amerika pada tahun 1929 mendemonstrasikan bermacam-macam jenis suara dalam sebuah film. Inilah yang kemudian mendorong para filmmaker membuat film bersuara.

Kamera film pertama yang menggunakan separasi warna. Technicolor Camera yang ditemukan tahun 1932 ini menggunakan prinsip “Three-strip” yaitu membagi gambar ke dalam 3 warna primer yakni merah, kuning, biru (magenta, cyan, yellow). Kamera inilah yang menjadi alat produksi film fullcolor menggunakan prinsip “three strip” pertama berjudul La Cicharaca (1935).

Minggu, 09 Maret 2014

Kawah Putih Tinggi Raja - Simalungun

kawah putih tinggi raja merupakan objek wisata di kabupaten simalungun desa tinggi raja. tempat oini baru di temukan sekitar 2 tahun terakhir. objek wisata ini merupakan fenomena alam timbulnya kawah dibeberapa titik sekitarnya, dan ada pula hanya mengalir dalam beberapa saat saja.

https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/t1/p480x480/1239571_3979480823013_1201933554_n.jpg

apabila kita meletakan sebutir telur maka akan matang dalam beberapa menit saja, itu menunjukan betapa panasnya air tersebut. kawah ini konon katanya apabila kita ingin memasak sebuah telur berjumbah sepuluh butir, maka yang boleh diambil sembilan saja. ada beberapa yang masih di pertanyakan.

https://fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/t1/q71/s720x720/1901663_3979480142996_141202892_n.jpg

namun tetap ada tempat yang dapat di mandikan jika memang ingin berwisata. di sekitar itu ada sungai yang mengalir dan terdapat pula aliran air kawah sehingga kita dapat merasakan pemandian air hangat disana.

namun dari keindahan tempat tersebut sayangnnya sudah banyaknya penjual membangun stand disana sehingga keindahan tempat tersebut semangkin berkurang.

pada kesempatan ini saya kebetulan melakukan perjalanan ketinggi raja dalam rangka sesi poto preweding disana (24/2). perjalan ini memakan waktu selama 4 jam lamanya melalui jalan penuh batu dan tidak rata.

apabila kamu ingin mengabadikan kisah sebelum menikah dapat menghubungi opique photograph di 083197250111.

https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/t1/p480x480/1898125_3979487063169_629622324_n.jpg








https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/t1/q73/s720x720/1972342_3979467382677_822605461_n.jpg

Senin, 03 Maret 2014

Kamus Bahasa Medan

Nih Bagi Yang Pertama Kali beLum Pernah KEmedan,,belum tau Bahasa Medankan?? ,,INi dia Kamus Bahasa Medan:
A
Aci/acci = boleh… nggak/mana aci (nggak boleh..)
Acem = Gimana ?
Ajang Ambe = kepenting
Alif Cendong = nama permainan Petak umpet
Anggar/sipAnggaron (jago) = sok jago
Awak = aku, saya; bisa juga kamu (“sombong kali awak ini”, artinya: “sombong banget lu”)
Alip = permainan
Alip cendong/benteng = permainan menjaga tiang, sementara lawan berusaha menyentuh tiang tersebut, sambil menghindari kejaran para penjaganya.; Alip berondok = petak umpet
Angek = dari bahasa Minang (panas) à iri, cemburu, nggak suka
Apek = panggilan buat lelaki Tionghoa yang sudah tua.
Alamak = celetukan; berasal dari Alah, Mak… (aduh, Mak; waduh/Jawa)
AS = (baca A Es) Ajo Sukarame, panggilan buat pembuat sepatu yang banyak berasal dari suku Minang dan menetap di kawasan Sukarame (sepatu kauw buatan AS ya?)
Atrek/Atret = mundur

B
B1=Biang : Anjing
B2= Babi
Babon = besar
Bacul = pengecut
Bah = kata sapaan, bisa juga keterkejutan
Bagudung= tikus tanah
Bante= maksudnya bantai
Balek= maksudnya: balik.
balen/baleni = minta, bayari, traktir
Bedangkik = hitung-hitungan, pelit
Bocor alus = agak gila
Bang = 1) panggilan umum buat lelaki yang lebih tua (permisi, Bang..); 2) azan (coba kau bang dulu, udah masuk waktu zuhur ni..)
Belacan = terasi
Belebas = penggaris
Berselemak = berlepotan (ngomong kau kok berselemak gitu?)
Beserak = Jatuh, kecelakaan
Bereng = melirik tajam (Alamak, diberengnya kita); kata serapan dari Batak?
BK = plat kendaraan bermotor (Plat motor di Medan memang BK. “BK motor kau berapa?”)
Balen = minta.. ( Bagi dong?! bahasanya jadi… Balen lah…?!)
Berondok = bersembunyi; ngumpet
Bolong = lobang
Bolang/Bollang = mata melotot
Bedogol = bego (bedogol kali kau!)
Berhanyut = pergi ke hulu sungai, lalu menyusuri aliran sungai dengan berenang atau menggunakan pelampung dari ban dalam bekas. (kami beranyut dari gedong johor sampai ke polonia).
Begadang; kerupuk begadang = sejenis kerupuk yang berwarna coklat, biasanya berbentuk segi empat.
Baling/Baleng = rusak, ada yang tidak beres (ban keretanya kutengok baling, la… Udah kau perbaiki?)
Bendol = benjol
Bengap = Babak belur
Berantam = berkelahi
Berantuk = versi lain dari berantam
Bintilan = Penyakit mata
Bising = Ribut, berisik
Bonbon/Bombon = permen
BPK= Babi Panggang Karo (makanan Khas Batak Karo)
BK = plat kendaraan bermotor (Plat motor di Medan memang BK. Jadi kita sering ditanya, “BK motor kau berapa?”. BK ini sudah jadi generik, sama seperti Aqua atau Rinso)
Buka dasar = penglaris

C
Cabut = bolos
Cagak = standard motor
Cakap = ngomong, berbicara (banyak kali cakapnya)
Caper= cari perhatian
Celit = pelit
Cak = singkatan dari coba… (Cak kau maenkan lagu itu = coba kau maenkan lagu itu)
Cuak = penakut
Cengkunek = lagak, omong kosong (jangan banyak cengkunek lah..)
Cendek = plesetan dari pendek, dangkal/cetek (Airnya cendek kok, nggak usah takut tenggelam lah..)
Cop = ucapan sebagai pertanda minta rehat/istirahat dulu (Aku cop ya, mau ke WC dulu); atau isyarat memilih lebih dulu (Cop, aku ambil yang ini ya).
Celat = cadel (nggak bisa bilang r)
Cem; Cam = seperti, macam, kayak, biasa dipadukan dengan kata: mana (Cemmana jadinya; bagaimana jadinya); lihat kek; kek mana
Ceng : ucapan yang menyatakan sudah selesan/udahan
Cincong = omong, alasan; Jangan banyak cincong = jangan banyak omong
Cincai = bisa diatur ("Urusan ini cincai ajalah kita")
Cekot = julukan buat orang yang lengannya cacat, tidak bisa diluruskan, seperti –maaf—tokoh Gareng di perwayangan).
Ceret = tempat air dari aluminium, teko besar
Congor = mulut (kasar).
Congok = Rakus
Cari angin = keluar (rumah atau ruangan) untuk bersantai, refreshing (Kutinggal dulu ya, aku mau cari angin dulu…)

D
Dongok/dogol/bedogol = bodoh, pandir
Dekak-dekak = abacus, alat hitung Cina dari jajaran kayu (biasanya 10 baris) yang masing-masing jajar terdiri atas 10 bola sebagai satuan hitung.
Deking = beking
Demon = 1) demonstrasi; demo (pak keplor didemon sama warganya sendiri..); 2) hebat, gaya (pembalap itu demon kali, ah..)
Delo = pincang
Doorsmeer = bukan semir pintu, tapi istilah untuk tempat yang menyediakan layanan cuci mobil/motor

E
Enceng = selesai, habis
Ecek-ecek = pura-pura (Ecek-eceknya kita ini pejabat la ya)
Estra = maksudnya ekstra, preview film di televisi atau bioskop (aku belom sempat nonton di bioskop, tapi estranya udah).
Encop = isitlah pada saat bermain, yang berarti masih percobaan, (berhenti,pause, break)
Eskete = Tidak berteman, bermusuhan

F

G
Gacok = jagoannya (mana gacok kau, kita adu),benda yang diandalkan dalam permainan
Galon = SPBU, Pom Bensin
Guli = kelereng
Getek = genit
Gelek = julukan orang yang matanya setengah redup, biasanya karena menggunakan narkoba/mabuk/ganja
GP/GEPE = Merujuk pada rokok gudang garam
Gaprak = dari jawa; hantam kaki dalam sepakbola atau permainan (kakinya digaprak lawan)
Gelasan = benang untuk adu layangan, biasanya dicampur dengan ramuan khusus getah plus beling dihaluskan
Gedabak = besar (gedabak kali badan abang!)
Gerepes = geripis, gigi yang hancur atau terkikis karena banyak makan makanan manis (Itu lah, banyak makan bonbon, akhirnya giginya gerepes semua)
Gecor = besar mulut, ga bisa menyimpan rahasia
Gerot = akronim dari geger otak; merujuk pada orang yang tingkahnya aneh, gila.
Goni botot = julukan buat penjual atau pembeli barang-barang bekas. Mereka berkeliling kampung, membeli kompor rusak, kertas/koran bekas, dsb.
Gondok = Kesal
Gelut = berkelahi
Golek-golek = berbaring-baring santai; tidur ayam
Gosok = setrika (kau gosok dulu pakaian ayahmu itu); gosokan = setrikaan
Gobi = ikan kecil yang hidup di got/parit. Bahasa ilmiahnya Lebistes reticulatus. Suka dijadikan mainan anak-anak. Di Jawa disebut ikan seribu.
Gumarapus = sembrono, slenge'an
Golap = Gelap, Ejekan untuk orang hitam

H
Hajab = hancur
Hambus = pergi! (jauh-jauh). Kata ini suka dipakai oleh koran Waspada.
Hubar-habir = berantakan, acak-acakan, idem
Heppot = sok sibuk, ikut campur urusan orang
Hekter = Steples
Honda = sepeda motor (walaupun mereknya bukan Honda, tetap aja disebut honda, hihihi…..)

I
Ikan laga = maksudnya ikan cupang/ikan aduan (Beta splendens)

J
Jaga telor = julukan bagi orang yang bermain (petak umpet, dsb) yang bertugas mencari pemain lain tetapi takut meninggalkan posnya (ada lagunya: "Orangnya jaga telooor, midee, midee....")
Jangek = jangat, kulit. Kerupuk jangek = kerupuk kulit
Jelutung = kayu albasia (yang lunak dan biasa untuk bahan prakarya)
Jeng = isitlah pada permainan yang menyatakan Tidak sah, harus diulang
Jengat = jungkit (sepedaku dinaikin bertiga, bannya sampai jengat ke ata

K
Kak = panggilan untuk orang (perempuan) yang lebih tua atau dituakan (sama dengan Mbak di Jawa)
Kali = dari pemendekan kata ‘sekali’; berarti banget, sangat (“hebat kali kau!” Artinya, “lu hebat banget deh!”)
Kalok = maksudnya: kalau, “k” terakhir dibaca seperti huruf hamzah/aposthrope
Kamput = singkatan dari kambing putih, merek minuman keras murahan (si Ucok tenggen gara-gara minum kamput).
Kau = engkau, anda (tidak dibaca ka-u — u dalam utang; atau kaw, tetapi di antara keduanya: kauw — w nya lemah)
Kelen; kelien = kalian
Kede/kedai = warung
Kede sampah = warung kelontong kecil (bukan warung jualan sampah, hehehe)
Kedan = teman, sohib (Abang ini kedan kita juga)
Kemek kemek = traktiran, makan makan, pesta pora
Kereta = sepeda motor
Kereta Angin = sepeda
Kerabu = anting-anting
Ketara = maksudnya: kentara – tampak, terlihat jelas, tercirikan dengan mudah.
Kembut = deg-degan, takut (begitu dipanggil Pak Kepsek, Inong langsung kembut)
Keling bangking = ejekan untuk orang yang hitam
Kek = kayak, biasa dipadukan dengan kata mana (kek mananya kau: bagaimana sih kamu ini);lihat juga cem/cam
Kerkok =tongos
Keplor = kepala lorong
Kepling = kepala lingkungan
Kelir = pinsil warna (kt. benda), mewarnai (kt. kerja)
Kilik = mirip lego; mendrible bola (dikiliknya bola itu sampai pemain lawan terkecoh)
Kiyam = Kaki ayam (main bola tanpa sepatu)
Kiri = minggir (“Kiri kau!”…, maksudnya: “minggir lu!”)
Kikir = Pelit
Kiput = varian lain dari kembut.
Kimbek = ungkapan yang menyatakan kesialan , kekesalan, kurang ajar
Koyak = robek == celanaku koyak; kukoyak-koyak kertas hasil ujianku
Kocik = dari bahasa Melayu (?), berarti kecil
Kornel = tendangan pojok/penjuru dalam sepak bola. Plesetan dari “corner” (corner kick)
Kopek = kupas, kelupas (jangan kau kopek lukanya, nanti tambah parah).
Kombur = cakap, banyak omong.
Kondor = kendor, longgar (celanaku kondor, harus dikecilkan)
Kongsi : Bagi-bagi, sama rata…
Kuaci = bukan kwaci makanan, tapi permainan berupa cetakan plastik yang berbentuk beragam wujud, ada Bruce Lee, kelinci, gajah, mobil, dsb. dipakai utk mainan, juga sebagai barang taruhan. Kerepak peak = makian, mengacu pada kondisi ancur-ancuran.
Kreak = sok jagoan

L
Lancau = umpatan kotor dari bahasa Cina
Lasak : Banyak gerak, ga bisa diam.
Lantak = habis; habisi (dilantaknya semua hidangan itu. Rumah itu dilantak si jago merah)
Langgar = tabrak, menabrak
Lappet = Sejenis penganan batak, sering digunakan sebagai ejekan atau umpatan , (lappet lah kau)
Lembe = lemah, lemes
Lewong = 1) putus ;(layangan lewong); 2) hilang, raib (Lewong uangku disikat dia…)
Lereng = sepeda besar = sepeda janda (e pada “le” dan “reng” dibaca seperti menyebut pada kata lele)
Lengger = plesetan dari tabrak (mati dia dilengger truk)
Lengkong = cincau hitam, buat campuran es sirop
Lego = drible bola (Ronaldo jago kali ah nge-lego bola)
Leong = pergi dari pelajaran pada jam sekolah, pada permaianan layangan disebut leong ketika benang layangan putus
Lencong; tai lencong = tahi ayam yang hijau, bentuknya seperti pucuk es krim menjulang (hueeek..)
Lepuk = pukul (dilepuk orang sekampung dia).
Leles = n: sisa-sisa (aku ambil lelesnya aja); sifat: dia itu tukang leles (suka ambil sisa-sisa orang lain)
Lenje = lain jiwa (sarap)
Locak = kalah terus menerus (aih mak, locak kawan tu pas main ceki);
Lorong = gang (kau tinggal di lorong apa)
Loak = payah (Loak kali kau pun, gitu aja nggak bisa)
Lepoh = bodoh (Lepoh kali, gitu aja nggak bisa)
Lobok = kedodoran, kebesaran (celananya lobok, Mak… bisa dikecilin?)
Limpul = lima puluh (dipakai untuk menyebut uang Rp 50 atau Rp 50.000)
Libas = hajar
Limrat = lima ratus (dipakai untuk menyebut uang Rp 500 atau Rp 500.000)
Limper = lima perak (dipakai untuk menyebut uang Rp 5. Sekarang uang pecahan ini sudah tidak ada, jadi istilah limper pun mungkin sudah hilang).
Litak = habis, kondisi capek sekali – dari Padang? (Litak kali badanku)
Ligat = lincah, lihai (ligat kali dia kalo kerja)
Loask = Bodoh, gak becus
Lokal = kelas (si Adi lagi di lokal, belum keluar)
Longoh = bodoh, tolol (dasar longoh, udah tau bahaya bukannya menghindar)
Lantam = pedas mulut, nyelekit (si Ida itu memang lantam kali, la)
Batu locak => sejenis permainan dengan batu pipih dengan kelereng atau benda bulat kecil lainnya. Si kalah berusaha melempar kelereng atau bolanya ke dalam lubang sasaran, sementara pemain lainnya berusaha menjauhkan bola itu, atau setidaknya melempar melampaui bola, agar tidak kalah.

M
Mamak = ibu, mama
Mamak-mamak = mengacu pada orang yang lamban, tidak gesit (jalan kau pun kayak mamak-mamak)
Marambalangan = berantakan, tak karuan
Marsasak = berhias ke salon
Mentel = genit, centil
Mengkek = manja
Mentiko = sok bertingkah
Mereng = miring, sering juga disebut mencong
Merling = bercahaya, mengkilap (kalungnya merling kali..)
Motor/montor = mobil
Minyak lampu = minyak tanah
Minyak makan = minyak goreng
Monza = akronim dari Monginsidi Plaza, tempat jualan pakaian bekas; mengacu pada penyebutan semua jenis barang second/bekas (celana monza ya?)
Merepet = mengomel, marah
Manipol = akronim dari mandailing polit = mandailing pelit /kikir; istilah stereotip suku mandailing, suku di Kab. Tapanuli Selatan. Padahal belum tentu benar.
Melalak = hobinya keluar rumah, ga betah di rumah, sebuah sifat perempuan yang negatif
Mentiko = belagu, sifat orang yang suka merasa paling hebat dan suka cari masalah
Merajuk = ngambeg
Main-main; keluar main-main = Istilah untuk jam istirahat sekolah (“Keluar main-mainnya jam berapa ya?”)
Masuk angin = melempem (khusus buat makanan, kue, atau kerupuk) — kerupuknya nggak enak, udah masuk angin…

N
Nembak = istilah untuk makan tapi nggak bayar (si Ucok nembak di warung Kak Ipah).
Ngeten = (dari bahasa Batak?), artinya mengintip.
Ngemop = menyudutkan seseorang dengan kata-kata (Si Awang kalau udah ngemop tak berkutik kawan tu)
Ngopek = Mencontek dari buku saat ujian,
Nona = aktris utama (siapa nonanya, Hema Malini?)
Nungkik = maksudnya nukik (menukik). Dipakai spesial utk istilah Muntah Nungkik = muntah yang sejadi-jadinya (sampai orang ybs tertunduk-tunduk)

O
Occop = Isap, hisap, sedot
Ompa’an = sifat orang yang suka dibaik-baikin
Oyong = terhuyung2x, limbung
ODB = tontonan gratis ala misbar (gerimis bubar); pemutaran film keliling. Biasanya diadakan tiga bulan sekali di asrama-asrama tentara atau polisi. Aslinya dari bahasa Belanda: O… Deli Bioscoop.
Ombus-ombus = makanan jajanan khas di Tapanuli, dibungkus daun, rasanya legit, dan makannya harus dihembus karena panas.
oppung = Kakek
Ontok = stop

P
Palar = dipaksa-paksain
Pala : Ga seberapa (Contoh ia ga pala jahat kali lah sama aku…); dicukup-cukupkan
Patok lele = permainan memakai dua kayu ukuran panjang-pendek, dimainkan per tim
Pauk/Paok = Payah, nggak keren, bodoh (Paok kali pun kau, gitu aja nggak bisa)
Pakek = maksudnya: pakai, “k” terakhir dibaca seperti huruf hamzah/aposthrope
Palak = Emosi, marah
Pasar = Jalan rayaPanglong = toko material bangunan
Pesong = gila, tidak waras
Pukimbek, pukilik = sialan, makian
Pajak = pasar
Parbada = Tukang berkelahi, tukang cari masalah
Perli = menggoda, flirting seseorang utk menjadi pacar (Cantik kali anak gadis wak Alang tu. Kalau kuperli mau nggak dia ya?)
Pasar = jalan raya
Pening = pusing
Paten = hebat
Pinggir = kiri (perintah untuk menyuruh sopir berhenti, biasanya penumpang berkata “pinggir” (bukan “kiri”).
Pipet = Sedotan
Pusing = keliling
Palak : Sebel, marah.
Perei = libur (slang dari free)
Ponten/punten = nilai
PHR = istilah untuk bioskop murahan. Singkatan dari Panggung Hiburan Rakyat (aku dulu suka nonton di PHR Morsip di Jl. Soetomo Ujung, PHR Serdang, dan PHR Bahagia di Jl. Pasar Merah)
Porlep = sebutan untuk kuli angkut barang di Polonia atau Pelabuhan Belawan
Paret = maksudnya parit, got
Pakansi = hari libur, liburan
Pakpok = pulang pokok, impas (break event point)
Pekak = tuli (percuma kau teriak, dia orangnya memang pekak)
Pencorot = nomor urut paling akhir, pecundang (di kelas, dia pencorot)
Pen = urutan ke (aku pen 2, ya, kau pencorot aja) — pencorot = lihat entri sebelumnya.
Petentengan = belagu, banyak lagak.
Pulak = maksudnya: pula; Cemmana pulak abang ni (bagaimana pula abang ini?)
Pukimak = bahasa ejekan
Pengkor = tangan atau kaki yang (maaf) cacat bengkok. “Orang itu kakinya pengkor…
Preman lontong = preman yang klemak-klemek, lemes tidak garang
Pakcik = arti sebenarnya adik dari ayah/ibu. Dipakai sering utk panggilan ke teman. (jangan gitulah pakcik, sama-sama cari makannya kita ni..)
Petentengan = belagu, banyak lagak.
Pekong = maksudnya tapekong, tempat sembahyang orang Tionghoa/Cina

Q

R

Raun-raun = jalan-jalan berkeliling (dari bahasa inggris: round-round=keliling-keliling)
Rap-rap = Ciri khas permainan klub asal medan PSMS yang keras
RBT = Ojek (RBT adalah singkatan dari Rakyat Banting Tulang
Rupanya = ternyata… ( Contoh : di sini kau rupanya! aku cari-cari kemana-mana)
Recok = ribut, berisik
Rol = penggarisan, mistar (kt. benda)
Rodam = siksa, dimapram (“sebelum dilantik, kami dirodam dulu semalaman)
Roti Kaleng = semua jenis roti yang ada di kalen
Rusuh = grasa-grusu (“Rusuh kali kelien, tenang sikit kenapa?”)
Reket = maksudnya raket, merujuk pada bermain bulutangkis/badminton. (main reket kita yuk). è reket pingpong= maksudnya raket/bed/alat pemukul pada olahraga pingpong

S
Sarap = tidak waras, gila (yang sarap-nya kauw? Kamu gila ya?)
Santing = tinggal sedikit, kritis (jangan kau minta lagi rokokku, udah santing ni), bergantian
Sedeng = gila, sinting
Senget = tidak waras, gila
Selow = slang dari slow (lambat)
Selop = sandal
Semak = kumuh, berantakan, kacau (semak kali kamar ni… semak muka kau kulihat)
Semalam = Kemarin
Sepeda Janda = sepeda berpalang ala jaman dulu, suka dipakai ibu-ibu atau buruh kebun…
Setil = gaya, keren (setil kali dia malam ini, mau pergi kenduri ya?)
Sengak = ketus (jangan la sengak gitu cakapnya….)
Selop = sandal
Sele sele = Kertas Buram
Setip = penghapusan (kt. benda), menghapus (kt. kerja)
Sekelak = Sebentar
Setalen = satuan nilai uang, kira-kira ….. rupiah (dulu masih sering ditemukan jajanan seharga setalen, tapi sekarang tidak lagi).
Seken = salaman (dari bhs Inggris: shake hand) – kalo cocok, seken dulu kita….
Seje = bo’ong
Sempak = maksudnya swim pack; celana renang utk lelaki. Dipakai lebih untuk menyebut celana dalam pria. (Sempaknya merek GT-Man)
Sikit = plesetan dari sedikit
Silap = salah, keliru – kalau awak tak silap
Simpang = perempatan, atau pertigaan jalan
Siap = selesai; done (tugasku udah siap, jadi aku bisa santai sekarang)
Somboy = sejenis makanan cina yang populer, dari sejenis buah yang dikeringkan, berwarana merah dan diberi lapisan tepung yang rasanya asin, manis, asam.
Sor = syur, suka; sor kali aku lah ama cewe tu..
Sudako = angkot
Sut = suitan, adu menentukan pemenang dengan kode tangan
Suar-sair = merujuk tokoh komik di koran SIB, untuk orang yang -maaf- agak kampungan
Stipo = correction pen, / tipex

T
Taptu = acara jalan malam mengarak obor, biasanya saat tujuh belasan dan hari besar lainnya
Tarok = meletakkan (coba kauw tarok tasmu di atas meja)
Takir = nasi bungkus/kotak yang biasa dibagikan saat kenduri atau tahlilan; lihat juga kata “berkat”
Telekung = muken
Telap = Curi
Titi = jembatan (kalo mau ke rumahnya, kau harus lewat titi besar itu, baru sampe)
Tonggek = bokong yang montok
Tepos = lawan tonggek
Tokok; menokok = 1) memalu, memaku (tolong kau tokok dulu paku ini di papan itu); 2) pukul, jitak (ditokoknya kepalaku, Kak, sakit lah)
Tekek = versi jitak yang lain lagi…
Tepung roti = tepung terigu
Tekongan = Tikungan, belokan
Teratak = atap tambahan, biasanya dibangun jika ada pesta atau musibah kemalangan di rumah
Terei = dari kata try (inggris), artinya coba (Cak di-terei dulu barang ni…)
Terge = perhatian, peduli, acuh (udah setil habis dandananku, eh nggak di-terge sama dia)
Tekong; Tekongan = menikung; tikungan, simpang jalan (agak nekong kau sikit, biar nggak dilengger mobil; kutunggu kau di tekongan)
Tekken = Tanda tangani
Tukam = melayat, takziah
Toyor = pukul; memukul, tapi dengan cara lain lagi (kayak upper cut, gitu) — maling itu kena toyor massa.
Texas = mengacu pada sifat Koboi Texas, seradak-seruduk, bebas sebebasnya (Gaya kau teksas kali kulihat)
Toke = tauke, majikan atau pedagang Tionghoa.
Tokoh = TipuTiti Gantung = tempat di kawasan lapangan merdeka, dekat stasiun KA Medan, yang dulunya banyak yang jualan buku (bekas).
Teronggok = tertumpuk
Tungkik = teler, cairan di kuping (ih, jijik)
Tumbuk = pukul , kutumbuk kau nanti…Tokoh = tipu (kt. benda); nokoh, menokoh (kt. kerja): menipu (anak itu kerjanya nokohin orang tuanya, hati-hati jangan mudah percaya)– tukang nokoh: tukang tipu

U
Uwak = (panggilan sopan untuk orang yang sudah tua, semacam bapak/ibu, atau kakek/nenek gitu deh)
Ubi = singkong; ubi rambat = ubi jalar
Ulok = (ulo=ular, bhs Batak ) sama dengan kombur; cerita yang dibesar-besarkan, dilebih-lebihkan, licik, bohong (Palak aku sama si Daud, banyak uloknya dia itu….)

V

W
Woy = panggilan, seruan buat teman atau sekelompok orang (Woy, di mana kelien?)
Wak Labu = orang sok yang banyak gaya
WC = Toilet

Sabtu, 15 Februari 2014

Komunitas Film Indie Opique Pictures

Komunitas Film Indie Opique Pictures - Komunitas Film Indie Opique Pictures merupakan Komunitas Film di Medan sebagai Movie Maker Indie Kreatif Asli Buatan Anak Medan

Komunitas di Medan yang berdiri sejak tanggal 9 Januari 2008 sudah memproduksi puluhan judul film dan turut meramaikan ajang kompetisi film nasional. Berawal dari rutinitas mengumpulkan dokumentasi kegiatan, yang akhirnya mereka membentuk Opique Pictures


Opique Pictures : Movie Maker Indie

"Awalnya karena ngedit film terasa terlalu cepat mulai filmnya setelah judul, jadi awak sok-sokan nambah nama produksi. Ya sebagaimana kita biasa berfikir dari apa yang dekat sama kita ya jadi aku dulu buat pake nama aku sendiri, eh taunya ikutan lomba dengan nama itu menang pula di ajang FFA 2008 film dokumenter kami tentang pelestarian alam. Semenjak itulah nama itu di pake’ hingga sekarang. Ya emang sich banyak yang mikir itu punya aku padahalkan nama komunitas,"  ujar mahasiswa semester akhir bernama lengkap M Taufik Pradana Pasaribu ini.

Opiq selaku founder komunitas mengutarakan bahwa banyak tantangan yang mereka hadapi selama membangun Opique Pictures. Akan tetapi, hal ini justru menjadi motivasi mereka dalam membesarkan komunitasnya. Opiq juga menceritakan kalau prinsip yang mereka yakini adalah bagaimana cara untuk bertahan, sebab membesarkan suatu brand tidak sesulit mempertahankannya. 

"Siapa yang haus akan ilmu pasti mereka bertahan dalam komunitas ini, dan jika ada sesuatu kegiatan yang memang bisa menghasilkan uang ya itu sebagai bonus atau subsidi silang jika ada film yang akan mereka produksi," begitu ungkapnya. 

Mereka juga menjadikan komunitas ini sebagai wadah belajar, baik bagi tim mereka ataupun orang lain yang memiliki minat untuk belajar membuat film. Salah satu contoh Sawal yang masih duduk di Kelas 3 SMA dan saat ini berusia 17 tahun, dipilih oleh tim Opique Pictures untuk menjadi ketua komunitas. Ini menegaskan prinsip mereka tadi bahwa siapapun yang siap dan percaya jadi pemimpin pasti akan membawa perubahan yang baik di komunitas ini. Sawal resmi diangkat sebagai ketua Opique Pictures pada tanggal 13 Februari 2014. 


Bagaimana dengan kepengurusannya?

Pada periode ini Opique Pictures mengalami perubahan kepungurusan komunitas yaitu bertambahnya 6 (enam) departemen. Hal ini bertujuan agar mempermudah proses pelatihan, sebab pengalaman dua tahun terakhir proses belajar tidak cukup hanya dari produksi film saja.


Berikut kepengurusannya: 

1. Administrasi Kesekretariatan:
Ketua : Muhammad Syawal 
Sekertaris : Bozhe Harahap 
Bendahara : Winda Mitari Utami 
2. Kordinator Departemen, Ide Cerita dan Penyutradaraan : M Riedho Pratama
3. Kameramen : M Taufik Pradana 
4. Editor : M Ali Akbar 
5. Make Up Artist dan Properties : Bozhe Harahap 
6. Penokohan : Winda Mitari Utami

Sejauh ini yang masih aktif menjalankan komunitas ini yaitu 25 orang dan untuk tahun ini mereka tidak membuka penerimaan anggota baru. "Karena sedang dalam proses pembekalan ketiap anggota. Harapannya sih, kedepannya masing-masing anggota dapat menjalankan ilmu yang didapat untuk kehidupan yang akan datang semisal jika memang ingin terjun total dalam dunia film," begitu lugas Opiq.

Hal unik dari Opique Pictures selain beranggotakan anak-anak muda Medan berusia pelajar, komunitas film indie ini juga mengganti istilah rapat mingguan mereka dengan istilah arisan komunitas. Opiq menjelaskan alasan penggunaan istilah ini karena dengan begitu nuansa yang terbentuk bagi tim yaitu kekeluargaan, sehingga silaturahmi yang terjalin bisa semakin menguatkan materi mereka dalam menghasilkan karya. Arisan komunitas ini mereka lakukan secara bergilir di setiap rumah para anggota Opique Pictures.


Apa saja sih kegiatan kalian?

"Kegiatan wajib kami saat ini ya masih produksi film pendek saja, walaupun enggak rutin ya setidaknya kami diskusi soal film dan mimpi-mimpi kami kedepannya," ujar Opiq. Selain dari film pendek merekajuga pernah produksi film panjang lho.. Dan produksi ini sampai memakan waktu satu tahun lebih enam bulan.Opique Pictures adalah perwakilan Sumatera Utara di ajang kompetisi tahunan Piala Maya 2013 dalam judulnya "Marjinal", karya M Riedho Pratama.  Meskipun hanya masuk dalam nominasi, para anak muda ini sudah turut mengharumkan perfilman Sumatera Utara, khususnya kota Medan.

Film Marjinal


Selain memproduksi film, mereka juga bersinergi dalam beberapa kegiatan komunitas. Kontribusi yang mereka berikan berupa dokumentasi kegiatan, baik pra-event ataupun selama event berlangsung. Salah satunya Launching Medan Heritage Tour dan Anniversary Punya Medan yang kedua tahun. "Kami produksi film bareng komunitas lain juga lho. Mereka juga bagian dari Komunitas Film Sumatera Utara, biasanya sih kami sebut Kofi Sumut," ungkap Opiq. 

Dalam waktu dekat, anak-anak muda ini akan memproduksi beberapa film, yang mana nantinya akan meramaikan kompetisi film bergengsi di Indonesia. Rencananya beberapa judul film pendek tersebut akan diboomingkan melalui media sosial. Akan tetapi judul yang akan dipromosikan masih mereka rahasiakan lho.. Wah, jadi penasaran nih. Ditunggu ya kawan-kawan.. Salam kreatif film!

Contact :
Phone : 0831 9725 0111 (Opiq)
Twitter : @Opique_Pictures @O_Pictures
Fanpage : Opique Picture’s 
IG     : opiquepictures
Blog : opiquepictures.blogspot.com
e-mail : opiqueghoqielt@ymail.com

Sekian! Komunitas Film Indie Opique Pictures
 
sumber : cerita medan