Senin, 06 Juni 2011

aku ingin menjadi photografer



jangan heran jika melihat aku ini sebagai orang yang suka bermimpi, karena salah satu prinsip hidup aku adalah "bermimpi seluas-luasnya, kelak mimpi itu akan memelukku" tapi itu semua akan terwujud dengan adanya usaha keras dan juga doa membuat lebih mudah terwujud.

pada usia sekitar 11 tahun, aku telah memegang kamera analog yang masih menggunakan film, aku lupa pula mereknya itu apa. bukan hanya memegangnya namun aku juga dipercayai oleh orang tuaku tuk mengabadikan moment hanya saja harus selektif karena cukup repot dengan quota film yang diberikan perrol itukan.

mengenang masa itu memang sangat indah sekali, terbayang kejadian beberapa tahun di kota yang begitu sejuk di jawa barat yaitu kota sukabumi yang kala itu bapakku sedang mengikuti pendidikan disana. aku tak begitu ingat saat usia 11 tahun seberapa tingginya badan aku, dan menjadi objek kala itu ya orang tua aku yang lumayan jauh jaraknya, semua yang aku ambil dengan kamera sederhana nan pinjaman itu lumayan bagus dan orang tuaku juga puas dengan hasilnya.

dulu memang tak pernah kepikiran bahwa disalah satu mata kuliah itu ada pelajaran photografi, hingga akhirnya aku masuk kedalam dunia ini namun hanya saja karena keterbatasan oleh alat sehingga aku kurang mengexplor diri akau sendiri. untungnya saja teman dekat aku dikampus tak pernah sungkan memberi pinjam kamera mahalnya itu dan itu semua membuat aku memiliki mengenal dan dapat menggunakan kamera, bahkan bermacam merek. hal ini yang membuat aku merasa beruntung aku dapat mengetahui bagaimana cara menggunakannya itu, kelak apabila aku sudah punya rezeki akan itu tak canggung lagi aki menggunakannnya.



photo bagi aku sendiri bukan hanya asal jepret, melainkan bahan kita mengingat suatu hal, biarkan saja dibilang kita itu narsis, banci kamera, gila photo atau apalah itu namanya, namun beberapa tahun dari itu dan kita melihat photo itu kembali di sebuah album yang usang maka kita dapat senyum-senyum sendiri bahkan bisa sampai membuat mata ini berair.

dari pengalaman yang begitu banyak memberi pengajaran dan pelajan hingga akhirnya ada yang mempercayai aku tuk mengabadikan acara yang begitu utama disebuah sekolah dikota medan, kurang begitu yakin awalnya namun aku anggap ini ajang aku belajar ya kenapa tidak. eh ternyata sekolah itu puas dengan hasilnya dan terus bergulir hingga sekarang ini, walau dari hal ini belum menghasilkan uang setidaknya sudah terbayarkan dari kepercayaan beliau melepaskan kameranya kepada aku walau hanya hitungan jam.

aku gak tahu juga mengapa mereka memita aku mengambilkan photo mereka, tak rugi juga bagiku karena aku bisa mengexploitasi mereka dengan bermacam gaya yang aku kerahkan, dan ini aku anggap sebagai pengalaman yang kelak aku diberi kesempatan menjadi photo model tak sirih lagi menguruh model itu tuk bergaya. mereka senang aku puas pada acara itu. seakan seharian aku menjadi photograferlah...



sejauh ini aku tak pernah mendengar kata mereka hanya saja aku meletakkan tulisan OPIQUE PHOTOGRAPH bukan aku sok mengombongkan diri atau mengaku aku ini seorang photografer hanya saja aku memiliki hak atas photo yang aku ambil. dengan kata lain hal sederhana itu bisa menjadi hak cipta diri aku sendiri tanpa hitam diatas putih, dan sedang poluler pula kala ini.

sejauh ini aku masih tak memiliki kamera, dan hal yang mampu aku lakukan adalah mendalami pengeditan photo yang dapat menambah aura gambar menjadi hidup lebih hidup. namun impian aku menjadi photografer tetap harus aku wujudkan karena aku nyaman dengan hal itu. dan sejauh ini aku sangat bangga dan kagum dengan teman-teman photografer terdekat dengan aku, termasuk mereka yang berangkat dari tanpa apa-apa. setidaknya mereka mengetahui bagaimana susahnya mendapatkan sebuah kamera dengan usaha sendiri dan tak pelit pula meminjamkan dan berbagi ilmu dengan para calon photografer.

terimakasih tuk semua orang yang telah meminjamkan kameranya tuk aku selama ini, maaf kalau aku merepotkan tapi ketahuilah jasa kalian tak pernah aku lupakan.

terinspirasi dari tugas photografi yang di kumpul pada ujian semester 4 2011
mengudara pada 6 juni 2011 tepat pada pukul 03.31 wib
M Taufik Pradana

salam jepret....

Minggu, 05 Juni 2011

" . Aku Yang Merindumu . "


oleh Yenny Watti

Aku yang merindumu..
Ingin sepenuh hati memelukmu dengan kehangatan..
Membelaimu dengan penuh kasih sayang..
Dan menciummu dengan penuh kemesrahaan..

Aku yang merindumu..
Ingin sepenuh jiwa menatap kedua bola matamu..
Meresapi segala kegundaan yang engkau hadapi,, dan menenangkanmu dalam sanubariku..

Aku yang merindumu..
Ingin sepenuh kasih melihat senyum indah pada bibirmu..
Agar seluruh mahluk dibumi ini ikut melihat dan yakin bahwa engkau tercipta hanya untukku..

Aku yang merindumu..
Menunggu isyarat dalam hatimu,,
Menggerakkan segala mesin-mesin cinta yang telah berhenti dan hampir lapuk.


Medan
05 Juny 2011

Pedulikan dan Terimalah


oleh Hary Hidayat

jika orang berkata hebat kepadamu,.
Jangan lagh engkau langsung berbangga,.

jika orang setuju atas tindakanmu,.
Jangan lagh engkau merasa akan suatu kebenaran,.

jika orang mengutarakan suatu pendapat,.
hargailah orang tersebut,.

Negara ini,.
negara demokrasi,.

Di atas langit ada langit,.
Jangan engkau cepat berbangga,.
Karena itu akan membuatmu bertingkah menyepelekan orang lain,.
Dan bertingkah engaku yg paling benar,.

Harus bersyukur


salah satu pilihan ataupun impian kita didunia ini adalah memiliki pasangan yang dapat dikategorikan cantik/ganteng. dan aku juga seperti itu, hanya saja yang menjadi gangguan dalam benak ini jika memiliki pasangan sangat cantik maka akan repot pula menjaganya, aku ambil contoh terdekat saja misalnya aku sendiri yang suka sekali melirik cewek lain, itu sama halnya cowok lain yg akan melirik pacar aku yang cantik bukan?

jika kita kaji lebih dalam terkadang cewek cantik ini banyak sekali tingkahnya, sedangkan sekarang dizaman yang dewasa ini yang jelek saja sering berkingkah gimana pula yang cantik. ntahlah, dan aku sendiri terkadang merasa minder jika memiliki pacar yang parasnya itu sangat jauh perbandingannya dengan aku ini.

setelah aku mengamati beberapa pasangan didepan mata ini, ternyata memiliki pacar yang kurang menarik ini banyak juga untungnya, diantaranya adalah :
- laki-laki lain tidak ada yang mengganggu pacar kita.
- kesetiaannya dapat di uji.
- kecantikan berbanding terbalik dengan kepintaran.
- lebih menghargai pasangan.
- dan yang paling terpenting adalah bisa menjadi milik kita hingga akhir hayat, artinya dirinya pula yang bisa mendampingi kita sampai ajal menjemput.

aku pribadi memiliki syarat yang berbeda antara menjadi pacar dan istri. karena kalau tuk pacar mending yang semok (seksi montok) karena masa pacaran adalah masa dimana kita memamerkan pasangan kita. namun kalau tuk menjadi istri biar cacat(nauzubillahminzalik) namun dirinya memang hanya tuk kita dan keluarga kita. layaknya seorang wanita yang bercadar, kecantikannya hanya tuk suami dan juga keluarganya saja.

dan aku tak pernah iri pula melihat teman yang memiliki pacar yang cantik, tapi aku iri dengan teman yang memiliki pacar yang sholehah. subhanallah...

lumayan banyaklah aku menjumpai wanita bahkan membuat aku berlabuh dihatinya, namun persinggahan itu hanya sebentar karena dirinya tak membuat aku nyaman dengan berbagai macam faktor.

yang aku ketahui orang cantik selalu merasa dirinya tidak cantik, orang jelek selalu ngaku dirinya cantik, intinya jika kita memiliki pasangan yang kurang menarik ya syukuri saja mungkin dirinya terbaik tuk kita. dan diluar sana masih banyak yang kurang beruntung dari dan itu menjadi motivasi kita tuk bersyukur. dan sebaliknya pula banyak yang lebih beruntung dari kita dan kita gunakan tuk memotivasi kita agar turut meraihnya pula. karena gak semua photografer itu memiliki kamera mahal atau juga tak semua pembuat film itu punya kamera canggih tapi mereka semua bisa berkarya dan aku telah menyaksikan itu.

yang terpenting adalah semangat,usaha dan selalu bersyukur, pabila kita telah dapat melewati itu semua dan berhasil jangan pernah lupa akan usaha kita itu, dan tunjukan rasa syukur kita dengan membangkitkan semangat orang lain agar maju.

terinspirasi dari kekesalan melihat seseorang.
mengudara tepat pukul 03.39 wib tanggal 5 mei 2011
oleh M Taufik Pradana

Jumat, 03 Juni 2011

Tidak Perlu Dirubah


seorang anak yang mengalami cacat tubuh dari lahir. Kondisi fisiknya sejak kecil hingga saat berusia 15 tahun ini sangatlah lemah. Berjalan pun harus menggunakan penyangga tubuh bahkan kursi roda selalu dipersiapkan disekitarnya bila tubuhnya tidak lagi memiliki kekuatan untuk melakukan aktivitas.

Walaupun begitu, si pemuda kecil itu tidak pernah menampakkan raut muka yang sedih. Senyuman selalu menyungging di setiap kata-kata yang terlontar dari bibirnya. Mereka sekeluarga saling menyayangi dan bergantian memberi dukungan baik fisik maupun semangat.

Di suatu senja, saat berdua menikmati matahari kembali keperaduan, si kakak membuka pembicaraan, "Dik, kita berandai-andai nih, kalau bisa atau kalau boleh memilih atau kalau ada yang Kamu inginkan dan ada yang mau memberi. Apa yang ingin Kamu rubah di kehidupanmu sekarang?"

Sambil tersenyum santai si adik menjawab "Tidak ada." "Jangan buru-buru menjawab. Pikir baik-baik dulu. Jika Kamu diperbolehkan merubah, apapun itu, apa yang ingin Kamu rubah?" Si kakak penasaran mengulang pertanyaan yang sama. "Tidak ada kak!
Tidak ada yang ingin aku rubah. Dan mengapa aku harus merubahnya?" Tanyanya balik.

"Kamu tidak ingin bisa berjalan sendiri? Kamu tidak ingin terlepas dari tongkat penyanggamu dan kursi roda itu?" balas si kakak dengan nada sengit. "Akh tidak mau. Dengan tongkat penyangga dan kursi roda ini, aku tidak perlu capek berjalan dan mengantri dimana pun. Hehehe..
Kakak sendiri tahu kan, aku sudah bisa bermain bola dari kursi roda dan teman-temanku juga senang bermain denganku. Pokoknya tidak ada apapun yang ingin aku rubah!" serunya nyaring.

Setelah berdiam beberapa saat, si adik meneruskan bicaranya, "Kak, jangan marah dulu ya. Sungguh kak, tidak ada yang ingin aku rubah di kehidupanku sekarang, karena aku tahu dan sadar, aku tidak mungkin bisa merubah kondisi tubuhku yang lemah ini. Tetapi aku bahagia dan sangat bersyukur yaitu memiliki ayah, ibu, dan kakak yang sangat mencintaiku. Memiliki keluarga dan teman-teman yang baik, telah lebih dari cukup dari yang bisa aku harapkan. Dan aku tidak ingin merubah semua ini dan menggantikannya dengan apapun." Segera si kakak berbalik dan memeluk adiknya sambil berbisik sayang "Terima kasih dik, kakak selalu menyayangimu."

Sahabat..
Banyak orang menderita kehidupannya karena tidak mampu menikmati apa yang telah diperolehnya. Tetapi selalu mencari dan menginginkan sesuatu di luar jangkauannya, merasa sukses itu ada di sana bukan berada di sini.

Maka berbahagialah orang yang mampu menerima keadaan hari ini apa adanya, tanpa mengerutu, mengeluh, dan tanpa kasihan pada diri sendiri. Mampu menerima keadaan yang tidak bisa dirubah dengan iklas dan rasa syukur itulah jiwa besar yang harus kita kembangkan di dalam mengarungi kehidupan ini agar kita tetap mantap dan tegar dalam menatap hari depan.

Kita tersenyum saat kita maju dan sukses itu adalah hal biasa namun bisa tetap tersenyum di saat kita di rundung ketidak beruntungan, itu barulah luar biasa! Itulah kekayaan hidup. Itulah pemenang sejati..

jadikanlah kehidupan ini tersenyum untuk kita..

inspirasi dari seorang sahabat..