Senin, 06 Februari 2012

Cara Menjadi Orang Sukses

arena penulis Karo Cyber juga kepengen menjadi orang Sukses suatu saat kelak, maka iseng-iseng penulispun mencari tahu informasi tentang bagaimana cara menjadi orang sukses. Dari berbagai penelusuran di situs internet, ternyata sudah banyak sekali tulisan-tulisan yang mengacu terhadap informasi yang ingin didapatkan tersebut, yaitu tentang cara menjadi orang sukses.

Karena memang ada rasa ingin selalu berbagi dengan pembaca blog Karo Cyber, maka tulisan yang saya dapat tentang rahasia cara menjadi orang sukses tersebutpun juga ingin saya bagikan kepada teman-teman semua. Oleh pemikiran itulah maka kemudian timbul niat untuk membuat tulisan ini.

Baik... agar teman-teman sekalian juga bisa tau cara apa saja yang sebenarnya bisa dilakukan agar kita menjadi orang sukses, maka berikut adalah cara menjadi orang sukses selengkapnya:
1. Mau Belajar
Orang sukses adalah pelajar seumur hidup. Mereka menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas, artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah dan menggunkan internet merupakan bentuk pendidikan pula.

2. Percaya Diri
Orang sukses percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia. Mereka memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai ketrampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa ketrampilan ini memberi nilai kepada ketrampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

3. Berpandangan Positif
Orang sukses berpandangan positif terhadap apa yang dapat mereka kerjakan, dan ini meluas pada hal-hal lain. Mereka percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi.

4. Berani Mengambil Resiko
Orang sukses berani mengambil resiko. Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman, dan mau terus mengambil resiko untuk meraih sukses.

5. Mampu Menikmati Pekerjaan
Orang sukses menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Mereka mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan, mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan, mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, lapangan tennis atau lapangan golf.

6. Mampu Memotivasi Diri
Orang sukses punya banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda.

7. Menyelesaikan Tugas Sepenuh Hati
Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-tengah, dan mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finish. Mereka memanfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
Itulah beberapa poin penting yang saya dapatkan ketika mencari informasi tentang cara menjadi orang sukses. Semoga poin-poin diatas dapat diterapkan dalam hidup kita masing-masing, agar kesuksesan akan segera menghampiri kehidupan yang sedang kita jalani. Selamat mencoba...

sumber : http://karodalnet.blogspot.com/

Komunitas Film indie Medan Opique Picture, Bukan Hanya Jago Kandang

CERITAMU.COM - Dunia perfilman independen (indie) lokal di kota Medan dari waktu ke waktu terus berkembang. Belasan komunitas film indie yang rata-rata di bentuk oleh kawula medan ini tumbuh dan bertebaran. Padahal harus diakui , tidak mudah membentuk suatu komunitas baru .

Tidak hanya sulit dalam dana dan peralatan tetapi juga dalam tekad dan kesatuan tim. Untuk itulah diperlukan sebuah komitmen dan pengorbanan. Salah satu anggota Komunitas Film maker Indie yaitu “Opik” menyatakan bahwa mereka tidak melihat film dari nilai jualnya melainkan kesenangan dan kepuasan karna bisa menuangkan imajinasi mereka kedalam wujud film sehingga terlihat nyata. Hal inilah yang membuat dia dan keempat sahabatnya membentuk suatu komunitas film indie yang diberi nama "Opique Picture".

Walaupun mereka masih muda namun kreatifitas mereka patut diberi acungan jempol. Bayangkan saja, di usianya yang masih 4 tahun, Opique Picture telah menghasilkan lebih dari 50 karya . Beberapa judulnya adalah Global Never Warming, Kelas Berdinding Angin, dan Museum Sejarah yang Terlupakan.

Dan seolah tidak ingin hanya menyalurkan hobi, komunitas ini juga tiap tahun selalu menuai prestasi di berbagai ajang festival film , tahun 2008 Opik dinobatkan menjadi sutradara terbaik film pendek berjudul “Global Never Warming “yang diselenggarakan Lembaga Sosial Masyarakat Pusat kajian Perlindungan Anak (LSM PKPA), kemudian Tahun 2009 masuk ke dalam kategori editor terbaik dengan judul "Gulung Uang". Tetap di tahun yang sama kembali meraih Juara II skrip berjudul "Memulung Cita-Cita" diselenggarakan oleh Festival Film Anak (FFA) pada hari anak nasional.

Di tahun ketiga mereka , tahun 2010 menempati Juara II film dokumnter berskala nasional dalam ajang Festival Film Anak (FFA) dengan judul “Museum Sejarah Yang Terlupakan” dan di Tahun 2011 meraih juara III film dokumenter berskala nasional dalam ajang Festival Jurnalistik Nasional dan Media Expo yang diselenggarakan Departemen Komunikasi FISIP USU dengan judul “Kelas Berdinding Angin”.

Kehadiran komunitas- komunitas kreatif ini memang sangat kita harapkan untuk dapat menjadi wadah bagi kawula muda di kota Medan ini . Karna seperti ada pepatah yang mengatakan bahwa kelanjutan masa depan suatu bangsa bergantung pada kawula mudanya.

Salut, semoga anak muda Medan terus berprestasi, lebarkan sayap nasional bahkan internasional. (CAKP)

sumber : http://www.ceritamu.com/

Tips Komunikasi Efektif di Media Sosial

Komunikasi di Jejaring sosial itu jangan dianggap serius? Itu adalah status dari salah satu teman saya di twitter. Saya heran, ternyata masih ada saja yang menganggap nulis status di jejaring sosial itu main-main. Padahal, jika dilihat tren tahun 2012, banyak pemasar yang sudah tidak main-main lagi memanfaatkan media sosial untuk berkempanye mengenai produk mereka. Secara sadar dan tidak sadar, apa yang di omongin di Twitter sekarang ini, itu adalah cerminan diri seseorang di dunia offline.
.
Salah satu artikel di sebuah majalah MIX yang terbit di Januari 2012, memberikan beberapa tips agar komunikasi yang dilakukan di media sosial bisa lebih efektif. Penting di simak, karena media sosial bukan untuk main-main :

1. Giving

Dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan followers/friend gunakan prinsip “giving”, memberi-memberi-memberi. Berilah mereka konten inspirasi, tips-tips yang terkait dengan merek anda. ” The more you give, the more you get”. Semakin banyak anda memberi maka followers/friends anda akan memberika loyalitas dan trust mereka kepada merek anda.

2. Conversation

Komunikasi yang anda lakukan haruslah dua arah, dimana setiap komentar, masukan dan curhat dari followers/friends harus direspons secara interaktif. Itu sebabnya saya paling tidak setuju dengan social media automation, dimana mereka diprogram ngomong melilu kepada followers/friends tanpa pernah peduli omongan mereka. Jadi, komunikasi yang harus dikembangkan di media sosial adalah komunikasi interaktif, bukan komunikasi robot.

3. Listening

Fungsi penting komunikasi disamping ngomong (conversation) adalah mendengarkan (listening). Di ranah media sosial kita harus melakukan conversation dan listening secara proporsional. Dengan kontinue mendengar updates atau posting dari followes/friends maka kita akan menunjukkan bahwa kita peduli sama mereka, tidak selfish (egois). Kepedulian ini merupakan modal luar biasa untuk menjalin relationship antara merek dengan konsumen.

4. Passing

Harus mengerti gaya obrolan pada masing-masing media. Misalnya, di kaskus itu gaya obrolannya begini, beda dengan gaya obrolan di FB atau Twitter. Gaya bahasanya bagaimana, kita harus tahu, dan bersedia meniru.

5. Enthusiasm

Harus benar-benar ingin ngobrol. Jangan bilang mau ngobrol, tapi jualan. Boleh juga diselipkan jualan, tapi jangan terlalu kentara. Kalau mau jualan di media lain (activation, promo dll). Harus bisa menerima kritik. Kritik di social media hal biasa, terhadap suara sumbang, harus bisa menjelaskan dengan baik agar permasalahan menjadi clear.
.
Semoga bermanfaat dan terimakasih.

sumber : http://asmarie.blogdetik.com/

Sistem Penjurian Baru FFI 2011

Penjurian Dua Tahap

Pesan yang mencuat setelah terjadi kisruh dalam FFI 2010 sudah sangat jelas, yaitu penyelenggaraan FFI harus diperbaiki. Oleh karena itu Panitia Pelaksana FFI 2011 melakukan perubahan yang signifikan dalam sistem penjurian Film Bioskop.
Dalam sistem baru ini, berapapun jumlah film peserta FFI, Dewan Juri hanya menilai film-film yang telah diseleksi. Dengan demikian, penjurian akan dilakukan dalam dua tahap dengan format yang berbeda dari sebelumnya, yaitu:
1. Seleksi awal oleh Komite Nominasi
Komite Nominasi melakukan penilaian kualitas teknik untuk menetapkan Nominasi unsur-unsur terbaik, kecuali Nominasi Film Terbaik
2. Penjurian akhir oleh Dewan Juri
Dewan Juri melakukan penilaian menyeluruh (gagasan, estetika, dan teknik) dari hasil Komite Nominasi untuk:
-  Menetapkan Nominasi Film Terbaik
-  Memilih Pemenang Piala Citra

Komite Nominasi

Komite Nominasi terdiri dari 7 (tujuh) Sub Komite. Masing-masing beranggota 3 (tiga) pekerja film yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidangnya. Mereka bertugas melakukan penilaian teknis atas unsur-unsur tertentu dalam semua film peserta FFI 2011, dengan rincian sebagai berikut:
    1. 1. Sub Komite Penyutradaraan
    2.     Menilai unsur penyutradaraan
    3. 2. Sub Komite Cerita dan Skenario
    4.     Menilai unsur penulisan cerita asli dan penulisan skenario
    5. 3. Sub Komite Sinematografi
    6.     Menilai unsur pengarahan sinematografi
    7. 4. Sub Komite Artistik
    8.     Menilai unsur pengarahan artistik
    9. 5. Sub Komite Penyuntingan
    10.     Menilai unsur penyuntingan gambar
    11. 6. Sub Komite Suara dan Musik
    12.     Menilai unsur penataan suara dan penataan musik
    13. 7. Sub Komite Pemeranan
    14.     Menilai unsur pemeranan utama pria/wanita dan pemeranan pendukung pria/wanita

Berdasarkan penilaian setiap Sub Komite, Komite Nominasi menetapkan masing-masing 5 (lima) Nominasi unsur-unsur dalam kategori sebagai berikut:
    1. 1. Sutradara Terbaik
    2. 2. Penulis Cerita Asli Terbaik
    3. 3. Penulis Skenario Terbaik
    4. 4. Pengarah Sinematografi Terbaik
    5. 5. Pengarah Artistik Terbaik
    6. 6. Penyunting Gambar Terbaik
    7. 7. Penata Suara Terbaik
    8. 8. Penata Musik Terbaik
    9. 9. Pemeran Utama Pria Terbaik
    10. 10. Pemeran Utama Wanita Terbaik
    11. 11. Pemeran Pendukung Pria Terbaik
    12. 12. Pemeran Pendukung Wanita Terbaik

Dewan Juri

Untuk kesinambungan penilaian, dalam penjurian akhir 3 (tiga) anggota Komite Nominasi, yang dipilih sendiri atas kesepakatan seluruh anggota, ikut duduk dalam Dewan Juri Film Bioskop bersama 4 (empat) anggota juri baru.
Ketujuh anggota Dewan Juri bertugas:
- Menetapkan 5 (lima) Nominasi Film Terbaik
- Memilih Pemenang Piala Citra dalam seluruh 13 kategori yang dilombakan
Dengan sistem penjurian baru ini diharapkan berlangsung penilaian teknis yang lebih cermat dan terukur oleh ahli di masing-masing bidang, sehingga kualitas Nominasi dan pemenang Piala Citra FFI 2011 bisa menjadi lebih baik.
Sistem penjurian baru ini juga memberi ruang lebih besar bagi para pekerja film dan (kelak) asosiasi-asosiasi profesi terkait untuk terlibat langsung dalam proses penjurian. Sistem penjurian baru ini pun lebih adil, karena membuka peluang yang sama bagi unsur-unsur teknis yang berkualitas untuk dinominasikan sebagai pemenang, meskipun berada di dalam film yang secara keseluruhan buruk.

Senin, 30 Januari 2012

4th ASEANpreneurs Idea Canvas - The Mobile School



Fenomena anak jalanan merupakan salah satu persoalan klasik yang banyak dihadapi oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Sosial, saat ini terdapat 230 ribu anak jalanan yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di kota-kota besar, seperti Medan.

Kemiskinan merupakan faktor utama penyebab dari masalah ini. Dikarenakan banyaknya orang tua yang tidak mampu membiayai hidup keluarganya secara material, sehingga anak-anak yang harusnya duduk di bangku sekolah ataupun bermain dituntut untuk turun kejalanan dan membantu orang tua mencari nafkah.

Selain itu, terdapat juga faktor psikologis  dalam diri anak seperti pengaruh pergaulan lingkungan atau kurangnya perhatian dan kasih sayang dari keluarga yang memang tidak harmonis lagi, yang semakin memperbesar jumlah anak jalanan. Untuk mempertahankan hidupnya, mereka mengerjakan berbagai pekerjaan informal, seperti menjual koran, menyemir sepatu, mengamen, memulung.
 
Dan tidak hanya itu, kondisi kehidupan dunia jalanan yang keras dan kejam tak jarang menggiring mereka terjebak ke dalam tindak kriminalitas. Dengan menempatkan mereka sebagai subjek seperti mencopet dan merampok, atau sebagai objek seperti korban eksploitasi.

Konvensi Hak-Hak Anak (On The Rights Of The Child) sebagai hasil sidang Majelis Umum PBB yang telah ditandatani Pemerintah Republik Indonesia pada 26 Januari 1990, seharusnya menjadi acuan dan tujuan untuk memperjuangkan hak-hak hidup anak jalanan.

Terutama hak mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak sebagai bagian tak terpisahkan dari generasi muda penerus bangsa.

Karena hanya dengan  pendidikan mereka dapat menjadi manusia yang bermoral, berwawasan, berketerampilan, percaya diri, dan memiliki harapan hidup yang lebih baik ke depan. Program solusi ini bernama Mobile School. Yakni sebuah program pendidikan alternatif gratis dengan konsep sekolah informal yang bergerak.

Dimana sekolah ini langsung mendatangi dan mengadakan proses belajar-mengajar di daerah-daerah hunian atau tempat yang merupakan basis kegiatan sehari-hari anak jalanan yang menjadi muridnya.

Untuk itu, dalam pelaksanaannya sekolah ini menggunakan mobil sebagai sarana utamanya. Mobil yang akan dipakai tersebut dilengkapi dengan buku-buku, peralatan belajar-mengajar, serta alat-alat pendukung lainnya, termasuk gurunya. 

Dalam hal sistem pendidikan, Mobile School mengutamakan pendidikan yang berbasis pada skill, keterampilan, pembangunan karakter, dan pengembangan jiwa wirausaha muridnya. Sistem ini membuat anak jalanan tidak sekedar memiliki pengetahuan teoritis saja, tapi juga kemampuan dan keahlian secara praktek dalam bidang-bidang wirausaha tertentu, seperti membuat prakarya atau kerajinan tangan yang menarik dan bernilai ekonomis.

Melalui kemampuan dan skill yang dimiliki tersebut diharapkan mereka akan dapat mencari nafkah dengan cara yang lebih baik dan memperoleh penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka dan mudah-mudahan untuk masa depan yang lebih cerah
 
Kita tidak bisa mengajari orang apapun
Kita hanya bisa membantu mereka menemukannya di dalam diri mereka
(Galileo Galilei)
We can not teach people anything
We can only help them discover it within themselves


opique pictures
mengudara dalam sebuah kamar penuh inspirasi
tepat pukul 02.59wib