Minggu, 02 Januari 2011

Opique & Naufal di Lhoksmaweh

Agan-agan pasti taukan issue yang bredar tantang penculikan manusia yang mengambil organ tubuh ?. gara-gara issue yang beredar dari SMS ane gak jadi liburan sampe ke nol kilometer Indonesia alias Sabang naik kereta. Karena itu semua jadi terhalang, akhirnya rencana awal di ubah menjadi naik bus tapi hanya sampai ke loksmawe aja.

Akhirnya ujian kuliah yang bikin hamper gila ini selesai juga, saya berangkat dari medan berdua aja bersama Asri Naufal Pane yang kebetulan dia pula yang punya sodara disana. Kami berangkat tepat pada pukul 23.12 wib dari terminal bis.

Saat tuas gas mulai di injak ya perjalanan setha dimulai, didahului dengan doa supaya aman di perjalanan. Pada malam itu agak sulit bis kami mencari solar, hingga di tanjung pura baru dapat juga, tapi yang aneh nya ada pula orang mengisi solar dengan jrigen-jrigen besar dengan menggunakan pick-up, langsung aku berfikir iniyang bikin sulit cari solar di daerah itu, bukan sok prihatin tapikan kalo gak ada kami juga yang repot sebagai penumpang bis itu.

Tapi reda rasanya setelah pengisian selesai, kan artinya uda aman selama diperjalanan, namanya perjalanan jauh ya sambil tidur-tidur la bener-bener tanpa beban, eh tau-tau waktu dibanguni uda sampe di persinggahan di Langsa.

Waktu istirahat Cuma sebentar sekitar setengah jam gitu, tepat pukul 01.30wib semua penumpang uda naik ke bis, pesanan martabak gak kunjung selesai, yang niat awal makan disitu jadinya bungkus aja tuk makan di bis. Kebetulan kali ntah kenapa bi situ dingin kali AC-nya kalo perjalanan malam.

Tepat pada pukul 05.19 wib akhirya pejalanan yang begitu melelahkan sampai juga di tempat tujuan tanpa ada kendala sedikit pun. Kalo da yang bilang kami kemarok ya emang beneran kemarok ini buktinya.

Saat asik poto-poto ada laki-laki yang kalo dibilang masih lajang gitu yang mendekati becak kami penuh dengan curiga, aku melihat kebelakang dan langkahnya terhenti, aku curiga kalo dia bakal ngambil bawaan kami yang terletak di belakang, tapo untung saja becaknya melaju kencang. Dan persinggahan kami pertama di rumah Makciknya Asri di daerah Simpang Kandang.

Sesampai di rumah makcik kami main PS sebentar lalu tidur tuk melunaskan istirahat tadi malam. Eh kebangunnya siang juga akhirnya. Lanjot kami dengan berjalan kaki sekitar 200 meter kerumah mamanya Asri disna dan belakang rumahnya langsung laut yang digerbangi oleh beberapa kolan tambak. Aroma laut yang gak di rasakan di Medan seakan menjadi sarapan pada siang itu. Luar biasa.

Kebetulan kali saat disana ada kendaraan yang bisa di pake buat hunting inong-inong tapi ya tetap aja nohil emang bukan mainan awak yang berani kenalan dengan cewe di jalan. Ya puas kali la walau tak bisa menyentuh tapikan masih bisa melirik. Kalo uda cantik kelihatannya cantik kali la, apalagi cewe sana fresh kali kelihatan parasnya itu..????


Hari pertama disana dilalui dengan penuh suka cita, waktu gak kerasa sangkin nyamannya disana. Ditambah lagi sodara-sodara Asri yang begitu ramah seakan di keluarga sendiri. Tapi jika malam suasana agak sepi, apalagi diatas jam 10 malam, mungkin karena masih maraknya issue yang tersebar disana.

Di hari selanjutnya, kami berwisata kuliner mencari makanan yang gak ada di kota lain khususnya medan, kami keliling melalang buana mengintari kota itu, sekalian sarapan sich sebenarnya. Hingga akhirnya karena uda capek dan uda beneran lapar jadi asal aja milih tempat makannya eh taunya ada lauk oake ayam kampong ntah apa pun namanya gak sempat nanya. Yang serunya sich ambil lauk sendiri mau seberapa banyak.

Selain lambung kami yang harus di isi, kendaraan juga mau ikutan di isi….

ngisi lanjut lagi keliling kota, melihat kota loksmawe yang lagi membangun terbukti dengan perbaikan kontruksi sarana dan prasarana disana.

Kalo di aceh khususnya loksmawe hamper semua mesjid itu tidak di tutupi dinding meliankan terbuka dan aku rasa ini benar-benar mesjid coba kita liat mesjid di medan yg semuanya ditutupi dinding bahkan apabila shalat wajib berjamaah selesai maka mesjid langsung di gembok dengan alas an takut maling. Sebenarnya apa yang di takuti, maling ? sedangkan semuanya itu milik Allah, mungkin kotak amal bisa di asingkan.

Disana ada salah satu mesjid yang begitu besar sekitar 3 kali lipat di bandingkan mesjid raya medan rapi sayangnya belum selesai padahal pengerjaannya jauh sebelum Tsunami disana.

Saat sedang aik keliling kota hp asri berdering ternyata ada sms yang masuk menyuruh kami ke daerah simpang kandang, seru sich masih hijau kali daerahnya. Sesampai disana ternyata dikasih pinjam mobil, makin mentereng aja perjalanan.

Perjalanan selanjutkan ke bireun kesebuah objek wisata sungai, tapi tak kesampaian karena keburu sore dan mobil mau di pake sekitar jam 4 tapi lumayan la menghirup udara sana. Bisa melihat tempat pembuatan batu bata, mushala seperti rumah adat, sawah, skilian liat inong. Tapi hamper aja tabrakan gara-gara truk yang gak mau ngalah dijalanan.

Matahari seakan menghabisi hari menunjukan sudah petang dan kami melanjutkan perjalanan ke rumah makciknya asri di Kreung geukeuh, karena tak ada kendaraan akhirnya kami naik becak kesana. Lumayan jauh dari simpang kandang dan melewati posko partai aceh.

Sesampai disana shalat magrib dan makan malam lalu dikasih naik kereta tuk jalan-jalan, ya kembali lagi kami kekota dan jomla.

Perjalalan malam terhenti sekitar jam 22.00 wib karena kamikan pendatang, khawatir juga kan terlalu larut, perjalan daro kota ke Kraung Geukeuh lumayan jauh juga.

Karena memori kamera yang uda mulai habis, jadi kami putuskan esok pagi sebelum jalan-jalan kewarnet dulu tuk mindahi file-file ke HHD. Setelah itu ya lanjut…!!

Lanjot lagi perjalalanan, niatnya pengen ngawani asri blanja souvenir aceh eh ternyata ane tertarikma 1 tas, unik rasanya dan mang rencana tuk kamera.

Diloksmawe ada juga lho Plaza tapi plazanya uda gak aktif lagi karena beberapa tahun yang lalu di BOM saat masih marak-maraknya GAM disana. Nama Plazanya Cunda Plaza tepat di daerah cunda.

Walau tak berziarah tapi sempatlah ngunjungi makan pahlawan kita disana.

Ini memang liburan yang gak disia-siaon sedetok pun, kami lanjut lagi ke pantai di daerah PT ARUN ntah apa pun nama tampatnya, uang masuk gratis Cuma bayar parkiran aja.

Liburan ini cukup luar biasa sich, karena bener-bener padat kamimenggunakan waktu sehingga kami ngerasa disana sudah cukup lama. Kalo ngerasa capek itu pasti tapi semua terbalaskan dengan pemandangan dan aroma udara sana.

Makciknya asri nanya sama kami apa uda ngerasai mie Poeleem yang akrab ditelinga kita dengan sebutan mie aceh. Awalnya sich nolak karena di medan juga banyak. Eh ternyata emang beda kali aslinya dengan yang di medan ne. lebih legit, pedas, kental pokoknya nikmat kali la..

Karena sudah larut jadi di putuskan saja untuk pulang, walau pulang kerumah tapi tetap aja begandang main Game di kamar sampai larut malam.

Matahari terbit, semangat pun terus melonjak, tapi hari ini agak sulit tuk bangun pagi karena masih ngantuk, setelah mandi masih bisa kami tidur lagi nunggu makcik pulang, karena bisa jalan-jalan tunggu makciknya pulang kerja.

Sama tujuan seperti biasa keliling kota menikmati pemandangan dan bergaya ria di depan kamera ala kadarnya ini.

Karena kelilingnya agak capek, jadi kami singgah sebentar kerumah makan soalnya aku liat ada makanan unik disana, kan kami juga sekalian wisata kuliner disana. Setelah selesai makan aku sempatkan bertanya dengan penjualnya kenapa dikasih nama mie kocok, rupanya di medan namanya mie rebus, aduh agak kecewa sich tapi tak apalah sekalian makan siang.

Ini senja kami trakir di kota perjuangan. Abis makan gak bakal disia-siain waktu yang tersisa itu. Lanjut lagi berkeliling mencari apa yang indah disana.

Setiba pulang kerumah eh ada juga makanan yang gak ada di kota lai n, disana akrab disebut dengan buah batok di olah dengan cabe giling dan gula lalu diaduk sampai rata, enak sich tapi karena gak pernah ngerasainya jadi agak beda di lidah. Tapi mantaplah.

Yang buat lebih dibandingkan daearah lain yaitu di aceh diwajibkan menutup aurat, kalo perempuan palong tidak menutup kepalanya, sedangkan laki-laki dilarang mengunakan celana pendek. Kalo sampe ketauan bisa ditangkap ma ….

Sempat juga sich ngerasain ayam penyet disana, enak sekali malah tapi yang beda terasinya dan belacannya aja,disana banyak menggunakan cabe merah. Mantaplah.

Malam terahkir telah selesai disana. Mentari pagi menyambut seakan melambaikan tangan tuk mengantai kepergian kami, tapi sarapan dululah biar gak mabuk di jalan, soalnya perjalanan lumayan jauh juga sampai medan.

Sekitar pukul 10.26 wib bis baru sampai walau agak menunggu yang molor dari yang telah di janjikan

Gak jauh berjalan perjalanan kami terhenti sebentar tuk beli oleh-oleh gitulah di tempat jualan makanan.

Seperti awal keberangkatan pulangnya pun istirahan di tengah perjalanan tuk istirahat sholat dan makan siang.

Perjalanan di loksmawe sampai perbatasan sengaja tuk gak tidur dijalan mau menikmanti siasana kota kelahiran, sesampai di Kuala simpang aku merasa kecewa. Karena disana sudah banyak berubah, seakan semangkin sempit aja, tapi tak apalah menunjukan kalo kuala simpang kota kelahiran sudah berkembang pesat paska GAM dan Tsunami kemarin

Perjalanan dar tanggal 24 desember sampai 28 desember 2010 mengabiskan Rp370.000

Dari kejauhan sudah kelihatan pinti gerbang aceh, menandakan saya sudah sampai di Sumatera utara. Dan….

Selamat tinggal Nanggrou Aceh Darrussalam..

Sabtu, 01 Januari 2011

Kenapa yang Indie Lebih Keren

Kenapa yang Indie Lebih Keren

wah, sudah lama gak posting :D kangen deh…

waktu ane nongkrong di kamar mandi 5 menit yang lalu, ane nemu inspirasi buat nulis ini. abis nonton film indie ama film yang gak laku di bioskop, sebangsa fiksi ama mereka bilang saya monyet (nonton ulang sih, abis demen banget ane ama pilemnya haha) plus iTunes ane ngeplay yang indie-indie semacam The S.I.G.I.T ama Homogenic :D

latar belakang cukup, sekarang lanjut.

oke, ini cuman analisa [bodoh] ane tentang kenapa yang berbau-bau indie lebih keren [di mata ane sih] :D cekiprut!

nowadays, ayo nonton acara musik di tivi! yah, semacam inbox ato dahsyat gitu lah (males ah sensorin) yang nongol di chart ato yang jadi bintang tamu kan ya itu-itu aja :nohope: sekarang sih lagi booming band-band melayu gitu, ato band yang ber pattern satu-single-bubar-jalan, ato bahkan boyband yang tebar pesona :berbusa:

udah ah, males ngomongin orang.

dari film, film yang banyak mempertontonkan adegan esek-esek yang dibumbui horor yang gak mutu… (andai kata ane hantunya yang asli, ane mungkin udah murka kalo ditiruin kayak gitu), kalo dibandingin ama jamannya Alm. Suzanna, wuidiiih jauuuuuh!

bukan bermaksud menjelek-jelekkan bangsa sendiri, ane cuman pengen menyadarkan rakyat Indonesia [ngarep abis] :D

nengok dari trit ini, ane copas in ya band-band indie yang udah go international tanpa banyak omong! [say no to NATO*!]

*NATO = No Action Talk Only

1. Burgerkill

anak2 metal asal bandung ini udah 2 kali bulak balik australia
dan menjadi opening sebuah band metal luar yang cukup terkenal,
mereka sempat di kontrak oleh salah satu label besar di indo, namun skrg udah keluar
metal di indonesia memang tak akan pernah mati

2. The Sigit

band garage rock yang beranggotakan 4 pemuda dari bandung ini pernah
tour selama kurang lebih 1 bulan di australia untuk mempromosikan album
mereka,antusiasme penonton di club2 australia pun jangan ditanya lagi.
Selang beberapa tahun kemudian mereka juga diundang untuk mengikuti
festival di Hongkong dan Amerika

3.Shaggy Dog

band ska asal jogja ini sudah 2 kali bulak balik belanda
denger2 mereka banyak yang suka di belanda melebihi di indonesia ini
mungkinkah nasip mereka berujung seperti tielman brothers?

4.Rocket Rockers, Pee Wee Gaskins, Sweet As Revenge, Killing Me Inside

Band-band powerpop dan screamo ini adalah band yang udah bulak balik manggung di malaysia,
selain 4 diatas sudah banyak juga sih band2 indi kita yang manggung di malaysia.
Rocket Rockers dan Pee Wee Gaskins sendiri video clipnya masuk jepang
dan menjadi salah satu video clip favorit di kalangan indi disana.
hanya band2 diatas ini yang sudah besar namanya dimata orang2 sana,
namun sayangnya ada beberapa dari band2 diatas dibenci oleh oknum2
tertentu di negara mereka sendiri


5.Gugun And The Blues Shelter

3 pemuda memainkan blues ini sungguh luar biasa
selain si gitarisnya yang nyentrik dan skill nya gak main2, prestasi mereka
pun sangat luar biasa, mereka udah tampil di salah satu festival blues di
Amerika bareng artis2 dan band2 blues lainnya,
mereka juga sudah mengikuti festival blues yang diadakan di singapura

6.Goodnight Electric

trio elektrik asal jakarta ini sungguh membuat orang eropa ketagihan,
terhitung sudah 2 kali mereka “ditanggep” untuk main di suatu festival
di jerman. Melihat respon orang2 sana yang hebat, bukan mustahil mereka
akan main lagi secepatnya!

7.White Shoes And The Couples Company

Eits untuk yg gak tau siapa mereka, jangan salah sangka dulu!
mereka bukan band 60an kok! cuman gayanya saja begitu.
6 pemuda pemudi asal jakarta ini memutuskan untuk membawa musik2
pop taun 50-60an kembali ke abad milenia. Dengan keunikan ini pun mereka
telah berkesempatan untuk tampil-sampai 2 kali-di sebuah festival di
Amerika!. Predikat sebagai “Band yang pantas untuk disimak” pun sudah
mereka peroleh dari media2 musik dalam maupun luar negeri.

8. Superman Is Dead

Trio Punk asal Bali ini memang sudah di kontrak oleh sebuah label besar
pada awal full album mereka sampai sekarang, tapi bukan berarti semangat mereka hanya gitu2 aja, dengan perjuangan yang cukup berat mereka
akhirnya telah di percaya untuk main dalam salah satu acara rock bergengsi
di Amerika, yaitu Vans Warped Tour. Sebelumnya mereka juga telah
sering melakukan tour ke australia. Selain manggung “doang”, mereka
juga mempromosikan Indonesia.

9.Sore

band beraliran psycedhelic yang beranggotakan 5 pria ini
bisa dibilang cukup unik, semua personilnya memainkan alat secara kidal
padahal tidak ada satu pun yang benar2 kidal.
Mereka sudah malang melintang di eropa dan gosipnya sambutannya cukup bagus disana,
terakhir kali manggung di luar mereka main di little havana Kuala Lumpur

10. Mocca


band pop jazz asal bandung ini bisa dibilang sudah “menjajah” sebagian kecil asia.
Malaysia,Thailand dan Korea Selatan sudah mereka singgahi dengan selamat.
Yang paling menarik adalah di Korea, mereka diundang dalam suatu acara
tv live(mungkin kalo disini sebesar acara extravaganza,TMO dll)
yang satu acara itu isinya HANYA mocca membawakan lagu2 mereka SAJA!
Hebatnya lagi satu studio (orang2 korea tentunya) hafal dengan lagu2 mereka!
Catatan lainnya adalah, salah satu lagu Mocca menjadi theme song pada sebuah iklan di Jepang, dan sangat disukai!

itu baru band. baru 10 pula. :D

bagaimana dengan yang film? googling sendiri deh!

nah sekarang analisisnya simple dan pendek.

lebih keren = lebih kreatif

mereka [the indies, -red] membiayai semuanya sendiri karenanya berusaha menampilkan yang terbaik agar tidak sia-sia, agar tidak terbuang percuma biaya yang telah mereka keluarkan dari kantong mereka sendiri :D

dan ane pernah baca, kondisi yang kepepet [keabisan duit dll] membuat mereka berpikir cerdas dan kreatif, sehingga jadinya seperti itu deh :D :D

say no to NATO!

tapi tidak menutup kemungkinan yang bukan indie semuanya jelek sih dan yang indie semuanya bagus. semua hal punya kebaikan dan keburukan mereka masing-masing!


sumber : http://hitginza.com/

Perfilman Indonesia : Sejarah, Perkembangan & Situs Review Film

Perfilman Indonesia sempat memiliki sejarah gemilang di tanah air pada tahun 80-an, dimana banyak film Indonesia yang merajai bioskop-bioskop lokal. Film -film yang sempat terkenal pada saat itu antara lain, Catatan si Boy, Blok M, dll. Sayang puncak kejayaan Film Indonesia pada tahun 80-an tidak berlanjut ke tahun 90-an. Pada tahun 90-an, perfilman Indonesia memasuki masa suram. Hampir semua film Indonesia berkutat dalam tema-tema yang khusus orang dewasa dengan adegan menyerempet. Film Indonesia tersingkir dari bioskop – bioskop, digantikan oleh Film-film Hollywood dan Hong Kong .

Terpuruknya Film Indonesia di Negara sendiri berlangsung sampai awal 20, sampai muncul nya film Petualangan Sherina yang diperankan oleh Sherina Munaf. Film drama musical karya Riri Riza dan Mira Lesmana berhasil menjadi tonggak kebangkitan kembali perfilman Indonesia. Setelah film Petualangan Sherina, mulai muncul film dengan berbagai tema, Film Jelangkung yang merupakan tonggak tren film horor remaja., Film Ada Apa dengan Cinta? yang mengorbitkan sosok Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra, Di Sini Ada Setan, Tusuk Jelangkung, Biarkan Bintang Menari, Eiffel I’m in Love, Arisan! Selain film komersil, perfilman Indonesia berhasil melahirkan banyak film non komersil yang berhasil memenangkan penghargaan internasional, antara lain : Film Pasir Berbisik, Daun di Atas Bantal, dll.

logo movietei2 Perfilman Indonesia : Sejarah, Perkembangan & Situs Review Film

Pada masa sekarang, perfilman Indonesia bahkan berkembang lebih pesat lagi, ditandai oleh banyaknya film Indonesia yang ditampilkan di bioskop Indonesia. Memang tema horror ,sex dan komedi masih mendominasi film – film Indonesia pada saat ini, tetapi di samping tema tersebut, Indonesia mampu melahirkan banyak film berkualitas international seperti Laksar Pelangi , Sang Pemimpi, Perempuan Berkalung Sorban, Darah Garuda, dan sampai yang terakhir muncul film Sang Pencerah. Film Indonesia, perlahan tapi pasti, mulai mengembalikan kejayaannya di tanah air.

Majunya perfilman Indonesia memang merupakan anugerah yang luar biasa, jumlah film yang banyak memberikan alternatif pilihan menonton bagi para pecinta film. Tetapi sayangnya, tidak semua film Indonesia berkualitas, banyak rumah produksi yang hanya mengejar omzet dengan mengumbar unsur sex dengan mengorbankan mutu. Sebab itu, para penonton harus jeli dalam memilih film yang akan ditonton, salah satu cara yang tepat adalah dengan membaca review film terlebih dahulu, salah satu yang gratis adalah melalui situs movie review di internet. Di Indonesia , kita mengenal situs review film Movietei.com.

Movietei adalah situs review film terbesar di Indonesia yang menyediakan berbagai informasi mengenai film – film di Indonesia, baik film asing, film Indonesia & film Indie. Tidak seperti review komersil yang ditampilkan media lain, review film di situs movietei dilakukan secara blak – blakan, baik, para pengunjung movietei juga dapat memberikan penilaian mereka secara langsung terhadap film yang sedang dibahas. Situs Movietei.com merupakan alternatif panduan bagi para pecinta film di Indonesia agar tidak terjebak oleh film – film murahan yang tampil di Indonesia, sekaligus juga sebagai tempat apresiasi film – film Indonesia yang berkualitas. Maju terus Film Indonesia !


sumber : http://vanmovic.com/