Senin, 20 Desember 2010

Al-Quran Menjawab

KITA BERTANYA : KENAPA AKU DIUJI?

QURAN MENJAWAB

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," ("I am full of faith to Allah") sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta." -Surah Al-Ankabut ayat 2-3

KITA BERTANYA : KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?

QURAN MENJAWAB

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." - Surah Al-Baqarah ayat 216

KITA BERTANYA : KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

QURAN MENJAWAB

"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." - Surah Al-Baqarah ayat 286

KITA BERTANYA : KENAPA SELEMAH INI?

QURAN MENJAWAB

"Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman." - Surah Al-Imran ayat 139

KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

QURAN MENJAWAB

"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah (be fearfull of Allah The Almighty) kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)." - Surah Al-Imran ayat 200

KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

QURAN MENJAWAB

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk" - Surah Al-Baqarah ayat 45

KITA BERTANYA : APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?

QURAN MENJAWAB

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari org2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka... ? - Surah At-Taubah ayat 111

KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

QURAN MENJAWAB

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal." - Surah At-Taubah ayat 129

KITA BERKATA : AKU TAK DAPAT BERTAHAN!!!

QURAN MENJAWAB

"... ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir." - Surah Yusuf ayat 12

Kita selalu Bertanya....................dan Al-Quran sudah menjawabnya.................

HADIAH DARI AYAH

“Kenapa ayah terlihat muram?”, tanya seorang anak kepada ayahnya yang selalu muram belakangan ini.

“Ayah bingung nak, hari ini kamu ulang tahun dan ayah belum bisa berikan kamu hadiah menarik apalagi berharga untuk kamu, karena kondisi kita yang masih kekurangan”, sahut ayahnya menjelaskan penyebab muram yang dirasakannya.

“Ayah jangan bersedih, tanpa ayah sadari ayah telah berikan hadiah terbaik untuk bekal hidupku. Dengan iman dan tawakkal yang melekat dalam hati ayah, ayah berhasil mendidikku dengan kesabaran. Lalu ayah telah tunjukkan padaku arti keikhlasan, ayah telah bimbing aku dengan kesederhanaan, ayah telah tuntun aku arti tanggung jawab, dan ayah telah ajarkanku arti ketegaran. Bukankah itu adalah hadiah terbaik yang telah ayah berikan dalam hidupku melebihi hadiah berupa materi apapun?”, terang anaknya penuh kedewasaan.

Hilanglah seketika muram di wajah ayahnya berganti senyum yang menyungging manis dari keriput raut wajah tuanya, bahwa tak sia-sia ia mendidik anaknya selama ini dengan sabar dan ikhlas walau dalam kondisi yang serba kekurangan, lalu mendekap anaknya sambil berkata,

“Terima kasih nak, kamu memang anak ayah. Selamat ulang tahun ya nak, walau bukan materi, semoga hadiah dari ayah mampu menjadi bekal untuk hidupmu kelak.”

“Ya ayah, terima kasih ya yah... Aku sayang ayah”, sahut anaknya lirih dalam dekap ayahnya penuh haru.



Hadiah tak ternilai dari ayah...

sumber FB : Setetes Peluh Perjuangan

Bicara hati seorang perempuan..

Segala puji hanya bagiMu Tuhan

Lantaran telah menjadikan daku – seorang wanita

Dicipta dari tulang rusuk kiri Adam

Dengan seindah dan sebaik ciptaan

Daku…..

Si tulang bengkok

Yang KAU gubah dengan kekuatan perasaan

Mengatasi panjangnya akal fikiran, sebagai fitrah dan anugerah

Hasil doa seorang lelaki

Namun Ya Allah

Biarlah kejadianku memberi guna, bengkok yang ada manfaatnya.

Kiranya daku menjadi seorang isteri

Kurniakanlah padaku kekuatan

Menjadi tulang belakang seorang suami, seorang mujahid

Pengembang perjuangan disayap kiri

Diadun dengan kelembutan

Menjadi teman sejati, sahabat setia, penyejuk mata, pembina semangat danpenguat jiwa

Seanggun peribadi Saidatina Khadijah

Ketenangan baginda Rasulullah, utusan Allah.

Bebas jiwa dari belenggu keperempuanan

Yang memiliki sembilan nafsu

Merdeka dari kepentingan peribadi

Setulus Siti fatimah yang seringkali ditinggalkan suami,

Saidina AliDihantar pemergiannya tanpa bertanya

“Bila kan pulang?â€

Disambut kepulangannya dengan penuh khidmat dan kemanisan

Bersulamkan kemesraan

Rumahtangga adalah syurga

Wadah suburnya CINTA ketuhanan, Ubudiyyah

Akal yang tunggal tidak dibiarkan

Hanya berlega dicelahan periuk belanga

Di sebalik lipatan lampin anak

Menjangkau kebangkitan Islam di alam sejagat

Menjadi pentadbir di sebalik tabir!!!

Namun Ya Tuhan

Siapalah daku untuk memiliki

Watak wanita solehah pendamping nabi

Dek berkaratnya mazmumah yang bersarang dihati

Maka kurniakanlah daku

Sekeping hati yang sentiasa insaf

Hak seorang suami

Tidak kan mungkin kupenuhi

Biar telah ku jilat nanahnya yang berlelehan

Biar telah ku tadahkan wajahku

Buat mengusap debu di telapak kakinya……

Dan sememangnya daku mengimpikan

Watak seorang ibu

Yang bakal melahirkan

Putera-putera secekal Musa’ab bin Umar

Menggadai dunia demi kasih Tuhannya

Segigih Zubair Ibnu Awwaam

Yang diangkat Rasul sebagai ‘hawarij’nya

Hasil didikan seorang wanita bergelar ibuJua..

Memiliki puteri setabah dan seteguh Masyitah

Rela direbus demi mempertahankan iman

Atau sesuci Maryam – seluruh hidupnya

Mengabdikan diri kepada Tuhan

Meskipun daku bukan ibunya yang memiliki peribadi semurni Siti Fatimah

Ibu Syeikh Abdul Kadir Jailani

Yang tiap titis darah mampu berzikir ke hadrat Ilahi

Namun..

Mudah-mudahan zuriatku

Bakal menampilkan

Mujahid-mujahid yang rindu memburu syahid

Srikandi-srikandi yang mampu memakmurkan muka bumi Allah

Dengan ketaqwaan, kesolehah, ramainya ummat Rasulullah

Yang saling redha berkorban dan dikorbankan

Buat menyemarakkan Islam di akhir zaman

Sebagaimana kisah seorang ibu yang telah kematian Putera-puteranya di medanjihad :

“Mereka telah berbahagia sebagaimana aku bahagia.

Aduhai, kiranya aku punya seorang anak lagi,

Kurelakan dia turut gugur di jalan Ilahi!â€

Dan seandainya daku ditaqdirkan kehilangan mereka

Setenang Ummu Faisal

Yang tidak menjadikan kematian suami dan anak-anaknya

Halangan Kecintaan padaMu Ya Ilahi

Redhailah daku yang dhaif ini sebagai hambaMu

Inilah pengaduan harap dan munajat

Kiranya KekasihMu sendiri pernah menyatakan

“ Kulihat kebanyakan dari isi neraka itu adalah wanita……..â€

Silahkan berkunjung : http://hatimuhasabah.blogspot.com/

Perkenankanlah Aku Mencintai-MU Semampuku

Tuhanku,

Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu…

Lembar demi lembar kitab kupelajari…

Untai demi untai kata para ustaz kuresapi…

Tentang cinta para nabi.

Tentang kasih para sahabat.

Tentang mahabbah para sufi.

Tentang kerinduan para syuhada.

Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam.

Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan…

Tapi Ya Rabbi,

Berbilang detik, minit, jam, hari,bulan dan kemudian tahun berlalu…

Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama,

tapi… Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu…

Aku makin merasakan gelisahku membadai…

Dalam cita yang mengawang.

Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi…

Hingga aku terhempas dalam jurang Dan kegelapan…

Wahai Ilahi,

Kemudian berbilang detik, minit, jam, hari, bulan dan tahun berlalu…

Aku mencuba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali.

Menatap, memohon dan menghibaMu...

Allahu Rahiim,

Ilaahi Rabbii, Perkenankanlah aku mencintaiMu, Semampuku

Allahu Rahmaan,

Ilaahi Rabii Perkenankanlah aku mencintaiMu Sebisaku Dengan segala kelemahanku.

Ya Ilaahi,

Aku tak sanggup mencintaiMu Dengan kesabaran menanggung derita

Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al Musthafa.

Kerana itu izinkan aku mencintaiMu

Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu

Atas derita batin dan jasadku Atas sakit dan ketakutanku.

Ya Rabbii,

Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu Bakar,

yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.

Atau layaknya Umar yang menyerahkan separuh harta demi jihad.

Atau Uthsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dinMu.

Izinkan aku mencintaiMu, melalui recehan-dua yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan,

pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di tepi jambatan.

Pada makanan–makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan.

Ya Ilaahi,

Aku tak sanggup mencintaiMu

Dengan khusyuknya solat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh menujah di kakinya. Kerana itu Ya Allah,

perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam solat yang cuba kudirikan terbata-bata,

meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.

Ya Rabbii,

Aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib,

yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu.

Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rakaat lailku.

Dalam satu dua sunnah nafilahMu.

Dalam desah nafas kepasrahan tidurku.

Yaa Maha Rahmaan,

Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah,

yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam.

Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku.

Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

Yaa Maha Rahiim,

Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah,

yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DinMu.

Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu.

Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.

Allahu Kariim,

Aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya,

bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya.

Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya.

Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku,

dengan mencintai sahabat-sahabatku,

dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Allaahu Rahmaanurrahiim,

Ilaahi Rabbii Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku.

Agar cinta itu mengalun dalam jiwa.

Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.

~A. Musthofa Bisri.~

Renungan Bagi Jomblowati ‘Mencintai Itu Adalah Kewajaran

Tak ada yang bisa menyangkal, bahwa tidak ada seorang pun yang steril dari yang namanya cinta. Meski ia telah setingkat da’i atau da’iyah. Tak ada yang bisa mencegah datang virus itu, seperti sanandung puisi berikut:Cinta……. Menembus ruang dan batasMenggelora, meradang dan mematikanKala cinta merasuk sukmaMembekukan akal, menghempas rasaJika tidak karena-NyaKemana kan dibawa lari sekeping hati pecinta??

Kita akan bicara tentang cinta.Sesuatu yang Allah tanamkan fitrahnya pada setiap jiwa. Tapi alangkah hinanya bagi pecinta yang terbelenggu oleh cintanya.

Duhai saudariku…….Mencintai itu adalah kewajaran……..!!! Apalagi bagi seorang wanita yang telah memasuki usia dimana kebutuhan kasih sayang dan penjagaan dari seorang lelaki sudah sangat dirindukannya.Tapi ingatlah wahai sahabatku, janganlah engkau tanggalkan kehormatanmu dengan mengumbarnya di antara manusia. Dengan cara apapun, dengan dalih apapun, dengan susunan kata semanis apapun, sekuat apapun dorongannya jangan engkau tertipu oleh rayuan syaetan. Betapa senangnya syaetan bila manusia telath terkena panahnya. Panah yang akan membuat manusia mabuk cinta dan menjadikan halal segala cara apapun untuk mendapatkannya.Maka jadilah sms merah jambu, surat-surat cinta, dan lainnya yang padahal bisa jadi syaetan telah mengemasnya menjadi kemasan yang akan mengundang kemurkaan Allah.

Saudariku…..

Bersabarlah di saat malam gelap gulita membekap. Bersabarlah di antara sujud panjangmu, di antara harap dan do’amu kepada Allah dengan kedatangan pangeran yang akan menjemputmu. Bersabarlah terus di antara dua lelehan air matamu karena berharap yang terbaik dariNya.

Sungguh itu lebih baik bagimu dan yang lebih Allah ridhoi daripada selainnya. Walaupun sulit, terasa berat, tidak tahan menunggu kepastiannya, namun tetaplah seperti itu, sabar, sabar dalam penantianmu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang terbaik bagimu.

Bukankah janji Allah sudah jelas:“…… dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” {QS. An Nuur : 26}

Terasa sulit memang….. hati itu terkadang begitu cepat berbolak balik. Terkadang ia kuat bagai benteng kokoh, tapi sering pula ia rapuh bak rumah kardus di bawah kolong jembatan. Di satu sisi kita senantiasa menginginkan tunduk pada perintah-perintah Allah, perintah menundukkan pandangan, perintah mengulurkan jilbab, perintah terus memperbaiki didi dari hari ke hari.

Namun, di sisi lain, syaetan senantiasa bergerak dan bekerja untuk menggoda manusia. Sehingga terkadang dalam penantian panjang ini ada kalnya terselip pandangan yang belum halal, ada perkataan yang belum halal, ada usaha mencari perhatian yang belum halal.

Saudariku…..

Saat ini, di tengah malam ini mari kita tengok jendela-jendela yang terbuka. Di atas ribuah sajadah, bersimpuh wanita-wanita yang sedang merindu. Tetesan-tetesan air mata mereka terus membasahi bumi, air mata mujahidah yang sangat takut tergelincir kepada kemaksiatan. Berjuta sorotan mata yang hanya ditujukan kepadaNya.

Dan engkau ….., apakah engkau termasuk bagian dari wanita bersimpuh itu, sabarlah. Benar, tidak mudah. Tapi tidak ada yang salah dengan janjiNya. JanjiNya adalah keniscayaan terindah, walau itu harus kau tebus dengan kesabaran yang berpeluh kesah. Janganlah lelah memuliakan dirimu. Bukan untuk dia, bukan utnuk dirimu sendiri.

Tapi semata hanya untuk Rabbmu. Sungguh itu bagian dari tarbiyah dengan cara yang berbeda. Dan Maha Benar Allah, lelaki mulia itu akan datang atas nama kemuliaan pernikahan. Tanpa engkau perlu teriaki, dia telah mendengar dengan kesediaan tertinggi akan seruan lembut RabbNya, yang disampaikan kepada hamba terkasih dan utusanNya.“Wahai para pemuda, barangsiapa telah mampu di antara kalian, hendaklah ia menikah, karena ia dapat menundukkan pandangan dari menjaga……” [HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa’i]

Lelaki yang senantiasa menjaga kehormatan itu pasti akan datang, lelaki yang setiap malam engkau tangisi itu pasti akan mengetuk pintu rumahmu, lelaki yang akan menjaga kehormtan yang senantiasa engkau jaga itu pasti akan menjemputmu dengan kesederhanaan dan senyuman terindah yang tetulus dari hatinya, lelaki yang akan menemanimu sholat di malam hari, menasehatimu di kala senang dan menghiburmu di kala sedih.Adakah itu yang engkau harapkan wahai saudariku….???

Ataukah lelaki itu masih engkau harapkan datang dari kemaksiatanmu kepada Allah dan lebih dicintai oleh syaetan…..???

DI AMBIL DARI http://blog.its.ac.id/syafii/2010/03/26/renungan-bagi-jomblowati-mencintai-itu-adalah-kewajaran/

Sering kali di katakan, kita kan hamba..Allah Yang Maha Mengetahui, Allah Yang Maha Berkuasa ke atas kita..Jadinya layaklah kita diuji....dan terus di uji hingga ke akhir hayat kita...Kata-kata puitis yang seringkali didengari, diucapi...Namun, bila diuji dengan ujian Allah, mampukah kita menghadapinya??Mampukah kita meredhai Qada` dan Qadar Allah...??Insyaallah, Allah mengetahui segalanya...Tempuhilah dengan sabar..Sabar dan Redha dengan ketentuan dari Allah.Sabar itu indah.....