Rabu, 15 Desember 2010

Kuasai Kecerdasan Emosi Anda!

Selasa, 07 Desember 2010

Gigi Dinda Sakit Ma...!!!

Jumat, 03 Desember 2010

Ghoqielt Community Naif - posesif


Ku ingin tau, kau harus mau
Ku ingin kau begitu agar kau tau
Jadilah engkau milikku selalu .. utuh
Tanpa tersentuh .. cuma aku

Bila ku mati, kau juga mati
Walau tak ada cinta sehidup semati
Jadilah engkau milikku selalu .. utuh
Tanpa tersentuh .. cuma aku

Reff:
Mengapa aku begini ..
Jangan kau mempertanyakan

Bila ku mati, kau juga mati
Walau tak ada cinta, sehidup semati

Back to: Reff (3x)

Bila ku mati, kau juga mati
Walau tak ada cinta, sehidup semati

Selasa, 30 November 2010

Aditya Gumay salut pada FFA Medan


SATU ide seorang sineas yang digarap menjadi sebuah film yang bagus akan bisa merubah dunia, walau ide tersebut lahir dari seorang anak. Demikian dikatakan Aditya Gumay didampingi Adenin Adlan Makmur Nasution dalam temu ramah komunitas film anak dan remaja Festival Film Anak (FFA), di Hotel Royal Perintis Medan, Minggu (28/11) lalu.

"FFA sudah dilaksanakan 3 tahun di Medan, tahun ini diselenggarakan komunitas anak dan remaja, ini suatu hal yang luar biasa buat saya," cetusnya.

Sutradara film Emak Ingin Naik Haji itu menjelaskan pentingnya film anak mendapatkan tempat dalam perfilman nasional, sehingga di masa mendatang diharapkan FFA tidak saja dilaksanakan di Medan, tetapi dilaksanakan secara nasional.

"Saya sangat bangga melihat semangat adik-adik sekalian untuk berkarya," ujarnya yang disambut tepuk tangan oleh komunitas film anak dan remja dari sejumlah sekolah dan komunitas.

Pendiri sekaligus pengelola Sanggar Ananda yang saat ini diisi tiga ribuan anak-anak kreatif di 14 daerah ini melanjutkan, ia memimpikan suatu saat FFA bisa ada di semua daerah di Indonesia, sehingga namanya bisa menjadi Festival Film Anak Indonesia.

"Kalau niatnya bagus, Allah pasti mudahkan, yang penting tetap menjaga FFA sebagai sebuah media anak dalam menyampaikan gagasan dan idenya," cetusnya.

Karenanya, sutradara film Rumah Tanpa Jendela yang akan premire Desember mendatang itu mengajak anak-anak dan remaja di Medan, Purbalingga dan Aceh yang memiliki minat dan bakat di bidang kreatifitas agar terus berkarya sebagai amal jariyah.

"Bila ide kita mengandung pesan-pesan baik, walau belum mendapatkan keuntungan materi, tetapi adik-adik harus yakin, film yang kita buat akan menjadi amal jariyah," terangnya.

Menurut dia, alat hanya pendukung, bukan yang utama. Apabila adik-adik sudah menemukan sebuah ide yang bagus dan mampu menguraikannya, berarti sudah 75 persen adik-adik telah berhasil membuat film yang baik. (Jufri Bulian Ababil)

Sumber: Tabloid KABAR FILM

Photo : Dok Ghoqielt Community