Minggu, 08 September 2013

Testimoni Film Marjinal

film ini sangat menghibur, dan semua orang pasti mempunyai kesalahan. kesalahan itu bisa datang dari mana saja entah di lingkungan sekolah, teman atau keluarga, dan pelakunya pun bisa siapa saja seperti : orang tua, anak, sahabat, kakak ataupun adik. penggambaran yang sangat menarik tentang manusia. film ini seperti hewan zebra, karena zebra bingung dia berwarna putih bergaris hitam, atau berwarna hitam bergaris putih, sangat membingungkan, anda harus nonton film ini dan ambil positifnya..

ingat pesenku ya mas,. brouwsing ke youtube,. contoh hasil menggunakan kamera dollies, jimijib, dan stabilizer,. emng alatnya mahal tapi kalau tau triknya akan mudah,. seperti boom kalian kan pake bambu,. itu yg membuat saya sangat terkesan,.
 
jadi kalau sudh tau bntuknya nanti kan gampang di ganti sama alat yg sederhana,.


Trailer film Marjinal
 



nama : Arditya Sutradara Amatir
asal kota :  Solo - Jawa Tengah
kota : Bandung - Jawa Barat - Indonesia

Kamis, 05 September 2013

Jawara Film Anak Ke-6


 
Selamat kepada semua para pemenang penganugrahan Festivalfilmanak ke-enam 2013 di aula Martabe Kantor Gubernur Sumatera Utara. Berikut insan dan film terbaik kategori fiksi dan dokumenter FFA 2013.

KATEGORI FILM FIKSI
Penganugrahan Insan Terbaik Film Fiksi FFA 2013
• Sutradara Terbaik Film Fiksi FFA 2013 adalah Gilang Kresnawan dalam film “Ini Aku Sheila” produksi Zoom In Production
• Kameramen Terbaik Film Fiksi FFA 2013 adalah Chindy Geoffrey dalam film “Ini Aku Sheila” produksi Zoom In Production
• Editor Terbaik Film Fiksi FFA 2013 adalah Gilang dalam film “Ini Aku Sheila”produksi Zoom In Production
• Ide Cerita Terbaik Film Fiksi FFA 2013 adalah film “Ini Aku Sheila” produksi Zoom In Kami Production
• Pemeran Utama Wanita Terbaik Film Fiksi FFA 2013 Yariani dalam film “Sahabat” produksi PPA MDC.

Film Terbaik Kategori Fiksi FFA 2013
Juara 1 : “Ini Aku Sheila”produksi Zoom In Production
Juara 2 : “Penyesalan” produksi Kompaz Production
Juara 3 : “Sahabat” produksi PPA MDC Production

KATEGORI FILM DOKUMENTER
Penganugrahan Insan Terbaik Film Dokumenter FFA 2013
• Kameramen Terbaik Film Dokumenter FFA 2013 adalah Imam Gunawan dalam film “Diantara Kita” produksi Film Multimedia 2 Production
• Editor Terbaik Film Dokumenter FFA 2013 adalah Gina Sebayang dalam dalam film “Diantara Kita” produksi Film Multimedia 2 Production
• Sutradara Terbaik Film Dokumenter FFA 2013 adalah Della Zalika Iman dalam film “Diantara Kita” produksi Film Multimedia 2 Production

Film Terbaik Kategori Dokumenter FFA 2013
Juara 1: “Diantara Kita” produksi Film Multimedia 2 Production
Juara 2: “Es Lilin” produksi PPA MDC Production
Juara 3: “Indahnya Taman Bermainku” produksi Kompaz Production

Terima kasih kami ucapkan kepada para juri: Bang Ahmad Taufan Damanik (perspektif pemenuhan hak anak), bang Eddy Siswanto (perspektif tema dan keaktoran), bang Onny Kresnawan (perspektif penggarapan cinematografi), ibu drg. Iis Faizah Hanum, M. Kes (pespektif gender dari perw. Biro PPAKB), dan Rizki Fadly Si Pendobrak (perspektif anak).

Ucapan terima kasih kami juga sampaikan kepada ibu Ketua TP. PKK Hj. Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho (makasih bu sudah datang, dan terlibat aktif dalam penganugrahannya, ...hadiah tambahannya makasih ya bu :D), bapak Assisten Kesejahteraan Sosial Setdaprovsu, bang Iswan Kaputra, Rumah Berdikari, KPAID SU, bang M. Raudah Jambak, KKSP, Kepala Badan PPAKB Deli Serdang, Fakora Binjai, Semut Medan Shuffle (great perform), Komunitas Sanggar Amplas Ummi Maniezz cs (thanks tariannya), juga SKA PKPA Pinang Baris, Perwakilan SMK, SMA, dan SMP kota Medan dan Binjai. Juga Media Identitas thanks untuk banyak motivasinya..

Teman-teman media:
- Harian Analisa
- Harian MedanBisnis
- Koran Sindo
- Tribun Medan.
Thanks untuk publikasinya.., semoga tetap berkarya.

Dan pastinya untuk semua komunitas film anak di Sumut, Kompaz Production, Qosmic Video Editing, FM2, Zoom IN, Oriza Sativa, Komunitas Semut, Pondok Surya Production, Biza Production, Medan Magnet Production, WWB Production, PPA MDC Production, Sultan Iskandar Muda Production, Fila Production dan lain-lain..

Thanks to all yang tidak disebutkan namanya satu persatu.

Opique Pictures dalam Hari Anak Nasional SUMUT



            
            Medan (23-25/13) Opique pictures yang di pimpin oleh M Taufik Pradana dan 5 orang anggota lain menjadi panitia dalam acara jambore hari anak nasional di bumi perkemahan cadika johor lalu. Pada dasarnya komunitas film ini mengisi workshop produksi film secara sederhana kepada peserta jambore. Selain workshop opique pictures juga turut menjadi penitia keamanan (Fitri), games (Sawal dan Ari Chimeng), dokumentasi (habib), pengisi acara (Rozi dan Fitri) dan menimbun area kemah yang becek.

            Dalam rangkaian acara tersebut, workshop di bagi menjadi 3 bidang dalam waktu bersamaan, namun dikarenakan banyak kekurangan secara mekanisme sehingga di lakukannya bergantian jadwal materi yang berdampingan dengan workshop photografi dalam lokasi yang sama (tenda peserta).

            Pada awal permulaan acara di mulai dengan registrasi pada hari pertama terkumpuh 80-an peserta dari berbagai daerah dan kalangan usia, namun pada jadwal wokshop sinematografi peserta sangan jauh berkurang di karenakan adanya rangkaian acara yang lebih menarik lagi dan di tambah pula acara jambore yang kurang kondusif.

            Dengan peserta yang memiliki minat tinggi dunia sinematografi walau hanya sedikit peserta tetap berjalan lancar, hanya saja workshop tidak berjalan interaktif di karenakan suara musik dari panggung utama yang cukup dominan mengisi suasana di tambah pula peserta wokshop kebanyakan dari kalangan Tuna wicara.


Rabu, 04 September 2013

launching medan haritage tour




Medan Heritage Tour adalah satu kegiatan kolaborasi dari berbagai komunitas di Kota Medan yang memiliki tujuan utama yaitu “Selamatkan Warisan Bangunan Sejarah Kota Medan”.
Medan memang terkenal dengan kota yang multietnis dan hal ini menjadikan kota ini unik dari lainnya. Beragam budaya, suku dan agama bisa kita lihat saling berbaur satu sama lain di kota ini.
Kota Medan pada dulunya merupakan perkotaan yang memang sengaja dibangun untuk kepentingan perdagangan pada masa kolonial Belanda, sehingga pendatang dari berbagai berbagai negara berkumpul dan berdagang disini. inilah yang mendasari Kota Medan kaya akan warisan budayanya. Adapun Warisan Budaya Kota Medan diantaranya berupa bangunan tua, ruang publik, taman kota, dan seni budaya. Akan tetapi beberapa aset warisan tersebut perlahan mulai hilang ataupun dimusnahkan dengan sengaja. Jumlah bangunan tua di Medan yang memiliki muatan sejarah, perlahan menyurut, seiring dengan pembangunan fisik kota sampai akhirnya Medan kini telah menjadi kota yang metropolitan.

Penghancuran bangunan-bangunan tua selama ini cenderung untuk mengejar pendapatan asli daerah. Ironisnya, kebijakan yang mengatasnamakan pembangunan Medan menuju kota metropolitan sangat tergesa karena hanya meraup keuntungan jangka pendek, dengan mengabaikan aspek lingkungan dan berbagai aspek sosial budaya masyarakat.

Sebagian besar kota di Indonesia sangat tertinggal dalam sistem pengelolaan dan persepsi terhadap Heritage (warisan) peninggalan budaya masyarakat baik yang bersifat kasat mata (tangible) maupun tidak kasat mata (intangible), salah satunya kota Medan. Persepsi tentang apa itu Heritage masih belum singkron. Padahal ini penting supaya pemerintah dapat melakukan kebijakan dan menyusun program pelestarian yang bermanfaat untuk jangka panjang, yang mana ini akan berdampak positif bagi aspek pariwisata bagi Kota Medan.

Atas dasar pemikiran tersebut, maka Medan Heritage melakukan soft action demi melestarikan Heritage Kota Medan. Kegiatan ini nantinya akan dikenal dengan nama Medan Heritage Tour.

Kegiatan ini akan menampilkan berbagai konten budaya yang dikemas sedemikian rupa dan disinergikan dengan berbagai aksi kreatif para pemuda dari berbagai komunits yang ada di Kota Medan.

Berbagai komunitas dari Kota Medan akan saling bersinergi untuk mengangkat citra Kota Medan di tingkat nasional, khususnya pada aspek pariwisatanya.

Disisi lain, kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya guna mendapatkan perhatian dari berbagai pihak untuk mengurangi tingginya tingkat pemusnahan bangunan tua ataupun perubahan alih fungsi ruang terbuka hijau di Kota Medan.

Kegiatan ini juga akan menjadi kegiatan reguler yang akan diselenggarakan secara berkala per tiga bulan sekali.

Pelestarian warisan budaya juga penting bagi perkembangan sumberdaya manusia, sebab mereka adalah saksi-saksi bisu sejarah Kota Medan. Sejarah merupakan aspek penting bagi kemajuan suatu bangsa, aset bagi generasi  muda dan modal bagi pengembangan pariwisata.

Pembelajaran dini bagi generasi muda tentang sejarah sangat dibutuhkan, dengan mereka tahu kapan, dimana, siapa dan bagaimana Kota Medan ini terbentuk. Maka, dengan sendirinya rasa kecintaan terhadap kota akan tertanam sangat dalam di setiap diri generasi muda, sebab kecintaan timbul berawal dari ia tahu dan paham akan sejarah kota.

Faktanya, sudah banyak bangunan tua di Kota Medan yang telah diruntuhkan. Ini menjadi satu fenomena yang harus menjadi pertimbangan, sebab bangunan tua termasuk warisan budaya dan bagian dari sejarah.

Tujuan utama dari Medan Heritage Tour ini adalah :
  • Membangun kesadaran dan kecintaan masyarakat tentang pentingnya pelestarian Heritage di Kota Medan sebagai peninggalan sejarah.
  • Menjadi sebuah media silaturahmi antar komunitas di Kota Medan
  • Memberikan pilihan hiburan baru yang memiliki nilai edukasi yang menarik dan tidak monoton bagi masyarakat Kota Medan
  • Soft Action bagi pemerintah dan pemilik modal untuk melestarikan Heritage Kota Medan, tanpa merubah ataupun mengalih fungsikan bangunan/tempat yang sudah ada sejak dahulu.

Terima kasih pada @TelkomselMdn @ceritamedan @BWSmdn @onalkeating @sumateramembaca  @punya_medan @KuliahKloting @flappertaart @kopibaba @MakanSiangMU @PocariSUM  @band_peanuts @sayapnusantara @RasikalART @marchingbandUSU @medanreenactors @MedanGuitarJamm @gendangmulut @165Nation Agung Suharyanto, @mangaryawan @RetroScoot & @VespaMedan  @piknikasikmedan @mdnberkebun @BFLActMedan @BloggerSUMUT @AIMTHEEND_MDN @fotografiusu @bayakphotograph @Opique_Pictures @focus_umsu @NyfaraPeduli @komickops @IMAFT_USU @imib_usu @cmrpkbisu @NBCMEDAN @WanitaMedan @KakakMedan @ButetGalak @saHIVaUSU @AndroidMedan @kulinermedan Bajaj Medan Bikers Club, Ikatan Jakadara @MedanBuzzer @TDAmedan @akbermedan Kmunits taman,Kmunits Seni Lukis,@MediaIdentitas @malampuisimedan @yjcmedan @StandupMedan @parkourmedan @ksm_medan @SUARAUSU @MedanSeminar Hipmi Sumut, & Kamar Dagang Indonesia Terima kasih media partner @Aplaus @the_marketeers @KissFmMedan @tribunnews @liputan6dotcom ; TVRI Sumut

sumber : www.ceritamedan.com/

Senin, 02 September 2013

Film Anak untuk Indonesia Lebih Baik

1378114794341258985

Medan. Perkembangan kreatifitas anak-anak di provinsi Sumatera Utara (Sumut) dalam menyampaikan pandangan, gagasan maupun harapannya kini semakin bervariasi dengan keunikan tersendiri. Mulai dari penyampaian secara pribadi maupun berkelompok dalam komunitas. Diantara banyaknya pilihan media yang dipergunakan oleh anak dalam berkreatifitas, salah satunya adalah melalui media film anak. Sampai saat ini saja, setidaknya sudah ada lebih dari 15 komunitas film anak yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten dan kota di Sumut. 
Walaupun dengan usia yang sangat muda antara 6 sampai 18 tahun, anak-anak komunitas film terus berupaya belajar untuk memproduksi sebuah film, baik dengan kategori fiksi maupun dokumenter. Saat ini bisa dipastikan bahwa film merupakan media yang sangat berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter anak. Tentunya jika suguhan film yang ditonton adalah baik, maka karekter anak yang sering menontonnya akan menjadi baik dan apabila tontonan yang diberikan adalah yang tidak ramah anak, maka anak akan tumbuh menjadi anak yang keliru.
Melihat betapa pentingnya peranan film-film tersebut dalam mempengaruhi perkembangan karakter anak, membuat para komunitas film anak terus berupaya membuat karya-karya yang positif dan layak tonton dengan nilai-nilai kearifan lokal yang kuat. Berbagai potensi baik secara personal maupun alam pendukung, ataupun berbagai permasalahan sosial yang sering kali terjadi di sekitar anak menjadi media yang tepat untuk di publikasikan melalui film.

Tentunya kreatifitas anak dengan kemampuan yang luar biasa tersebut perlu diberikan apresiasi dan penghargaan yang sangat besar dari perbagai pihak, baik lembaga non pemerintah, pemerintah daerah, pihak swasta dan masyarakat secara bersama. Dalam hal ini, Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Medan sendiri sangat memberikan apresiasi positif dengan penyelenggaraan Festival Film Anak (FFA) kembali, dan untuk kali ini adalah rangkaian festival tahunan ke-enam. Sejak pertama kali, penyelenggaraan FFA tahun 2008 sampai dengan 2013 tercatat sudah ada 111 film yang diperlombakan dengan kategori fiksi dan dokumenter.

Pada tahun ini, penyelenggaraan FFA ke-enam dilaksanakan di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumatera Utara (31/8). Tema yang diangkat dalam gelaran FFA ini adalah ”Aku dan Indonesiaku”. Dengan tema tersebut, para peserta diharapkan mampu untuk memberikan gagasan, kritikan, maupun harapan yang baik terhadap berbagai kondisi Indonesia yang anak-anak pahami. Dan tentunya hal itu akan menjadi masukan yang sangat berharga bagi para pengambil kebijakan untuk mulai mempertimbangkan aspirasi anak, karena mereka adalah tonggak kebesaran bangsa. 

Penganugrahan film fiksi terbaik pertama tahun ini diberikan kepada film “Ini Aku Sheila produksi Zoom In Production, film fiksi terbaik kedua “ Penyesalan” dari komunitas Kompaz Production dan untuk film terbaik ketiga “Sahabat” produksi PPA MDC Production.Sedangkan untuk kategori film dokumenter dianugrahkan kepada film “Diantara Kita” produksi Film Multimedia 2 Production sebagai film terbaik pertama, film “Es lilin untuk terbaik kedua, dan “Indahnya Taman Bermain” sebagai terbaik ketiga. Selain itu penganugrahan juga diberikan kepada insan film terbaik kategori fiksi, seperti sutradara, kameramen, editor, ide cerita, pemeran utama wanita. Untuk kategori insan film documenter terbaik meliputi sutradara, cameramen, dan editor.

Rangkaian penganugrahan FFA semakin meriah dengan banyaknya atraksi anak yang disuguhkan, seperti tari persembahan anak Amplas, koreo topeng shuffle, modern dance dan beat box dari berbagai komunitas anak. Turut hadir dalam rangkaian tersebut para perwakilan pemerintahan, pihak swasta, lembaga swadaya masyarakat, pihak media, sekolah-sekolah SMP dan SMA, serta komunitas-komunitas film anak di Sumatera Utara. 

“Kami berharap semakin banyak pihak yang perduli dan juga berperan aktif dalam pengembangan kreatifitas anak di bidang perfilman. Adanya peran pemerintah dan sektor swasta yang dapat mendukung penuh penyelenggaraan FFA ke depannya.” Ucap Misran Lubis selaku Deputi PKPA dalam kata sambutannya.

sumber: http://hiburan.kompasiana.com/film/2013/09/02/film-anak-untuk-indonesia-lebih-baik-586038.html