Senin, 13 Januari 2014

wedding of rifka dan bastian









upacara prosesi pernikahan dharma astha brata pernikahan Rifka dan Bastian di abadikan oleh Opique Pictures dan Bayak Photograph


opique pictures : 083197250111
bayak photograph : 081361203229



Kamis, 09 Januari 2014

a creator project merapArt

event

Tema merapArt..! merupakan singkatan dari medan rajanya pArty, namun bukan dalam arti kata pesta dalam gemerlap hiburan malam, melainkan berpesta dalam beragam karya seni. Karena sesungguhnya event ini merupakan pestanya bagi pelaku seni Kota Medan untuk berkarya.

Art CONTENT :
- Recycling Art Fashion Exhibition
- Bodypainting Exhibition
- Art Bodypainting Performance
- Bodypainting Photo HUNT
- Photo & Painting Exhibition

BAND Performance :
- Youth Jazz Community
- 5:30 Dubstep Project
- Pijar
- Music "GENRE" Coloboration

- Joget CESAR bareng
- Goyang Oplosan bareng
- Syukuran HuT FN11
- Penyerahan Sertifikat Penghargaan

KAMIS. 09 Januari 2014
16.00 - 22.00 WIb
@Lubis LAW Center - Fresh Coffee
Komp. ROYAL SUMATERA
Jl. Djamin Ginting

...BE THERE...FEEL FREE...
...ga datang nyesal....

Jumat, 03 Januari 2014

Jual Mobil Honda Accord Maestro Matic Murah Medan






Dijual mobil Honda Accord Maestro Matic tahun 1990 murah Rp 45juta (Nego).
Mandala By Pass Jalan Rajawali Medan
Minat Hub : 085358979994 (Sutris)

Surat-surat lengkap.
Velg Racing 17"
Jok kulit
Mulus

Kamis, 19 Desember 2013

Pemutaran Film Omnibus Bohong

event
Pemutaran film omnibus BOHONG, Omnibus pertama yang di produksi oleh para penggiat film indiependent di Medan yang tergabung dalam Komunitas Film Sumatera Utara / KOFI SUMUT. di produksi pada tahun 2013. omnibus bohong terdiri dari : Kontradiksi oleh Immanuel Prasetya Ginting dari komunitas Manuprojectpro, Kong kali kong oleh Andi Hutagalung dari komunitas MiD, Ego oleh Winda Mitari Utami dari komunitas Opique Pictures dan Segi Empat oleh J Hendry Norman dari komunitas Mata Sapi Films.


Trailer :


pada kesempatan kali ini kami kofi sumut akan melakukan pemutaran pada :
- alamat : Sabena Coffee jalan kaswari no 27 medan
- pukul : 19.00 wib
- tanggal : 27 desember 2013
- info : 083197250111
selain dengan adanya pemutaran kita juga akan melakukan sesi tanya jawab langsung dengan 4 sutradara indie medan ini mengenai dunia film di medan khususnya.
buat kamu yang hadir pada acara pemutaran ini, akan mendapatkan potongan harga langsung untuk semua pemesanan sebesar 20% spesial dari sabena coffee. dan untuk pemesanann meja bisa langsung hubungi sabena coffee di 081263149888.
buat kamu semua yang binggung mau ngapain di akhir pekan, buruan hadiri acara pemutaran ini dan kita akan mendengar langsung serunya buat film langsung dari 4 sutradara dalam film Omnibus Bohong ini.
GRATIS!!!!

Senin, 16 Desember 2013

Kami Masih Beridiologi Independen

Minggu, 15 Desember 2013

Opique pictures merupakan sebuah komunitas film indie asal Kota Medan yang lahir pada tanggal 9 Januari 2008. Tidak sedikit film-film karya mereka  mendapat penghargaan di berbagai ajang festival film. Bagaimana perjalanan M Taufik Pradana membangun komunitas ini? Berikut wawancara Jurnal Asia dengan Taufik Pradana, beberapa waktu lalu?

Sejak kapan Anda mulai terjun di Industri perfilman?
Sejak tahun 2008, saat masih duduk di kelas 2 SMA bersama kawan-kawan iseng-iseng mendokumentasikan sebuah perjalanan dan tanpa senggapa membuat nama produksi Opique Pictures.

Apa yang memotivasi Anda untuk memilih usaha ini?
Saya memang memiliki rasa penasaran yang tinggi, setelah mengetahui bagaimana cara sedernaha memproduksi film sederhana dan Kemudian mengikuti ajang Festival Film Anak dan mendapatkan penghargaan menjadi motivasi dasar jalan hidup saya di dunia sinematografi ini.

Bagaimana awalnya Anda mulai membangun usaha ini?
Dari awal hingga saat ini komunitas kami masih beridiologi independen dan menguatkan wadah penyaluran bakat. Lambat laun dari non komersil guna mambantu usaha kawan, dan ternyata ini bisa di jadikan sumber pemasukan. Dari dana yang didapat diputar menjadi modal produksi film idealis guna mengikuti ajang kompetisi film lainnya.
Di tambah lagi dengan sulitnya mencari pendukung dana di kota medan ini, sehingga kegiatan komersil menjadi alternatif untuk biaya produksi film non komersil.

Menurut Anda, apakah usaha ini memang memiliki peluang bisnis yang menjanjikan?
Menurut saya sangat ia dikarenakan semangkin majunya kemajuan teknologi, akan tetapi film tidak akan mati. Sebab sulitnya memasukan karya seni ke televisi namun mendia online dapat menjadi alternatif. Bahkan kita lihat dalam beberapa saat ini semangkin banyak yang terkenal di dunia online dari pada dari televisi. Di tambah lagi dengan adanya audio visual membuat para audience atau penonton lebih mudah mencerna dari pada membaca buku. Walau memang cenderung membuat orang lain menjadi malas. Tapi ini sudah menjadi kebutuhan orang banyak.

Selama ini sudah berapa banyak film yang Anda garap? 
Sejauh ini sudah ratusan judul film yang kami buat, walau lebih banyak produksi film durasi pendek. Diantanya adalah dokumentasi acara, film fiksi pendek, film documenter pendek, iklan produk, iklan layanan masyarakat, videoklip, liputan feature bahkan poto slide.

Film-film apa saja itu?  
Film fiksi “Ego” di produksi oleh Opique Pictures, Dharmateta, Komfaz Prod, WWB Prod dan Intermediaproject (2013), film fiksi “Marjinal” di produksi oleh Opique pictures dan Ghoqielt community (2012), film fiksi “Gak Belok Lagi” di produksi oleh Opique Pictures (2011), videoclip close time story –teringat sejenak dirimu di produksi oleh Opique Picture’s (2011), Videoclip dua lagu coconuthead – cover bang-bang tut slank dan hello brother di produksi oleh Opique Pictures (2011), film documenter “menjejaki air terjun dwi warna” di produksi oleh Opique Pictures dan Krikil Picture’s (2011, film documenter “Kualanamu, Lepas landas apa lepas kandas” di produksi oleh Opique Pictures dan Krikil Picture’s (2011), film documenter “Kelas Berdinding Angin” di produksi oleh Opique Pictures dan Krikil Picture’s (2010), film fiksi “1000 Langkah 1 Tujuan” di produksi oleh Opique Picture’s dan Kofamzah Picture’s (2010), film fiksi “Pionering Sahabat” di produksi oleh Opique Picture’s dan Komfaz production (2010) dan film “Freedom Of Choise” peserta lomba cipta film democrazy yang di selenggarakan America Government di produksi Opique Picture’s (2010).        
Kemudian film docudrama “museum, Sejarah yang Terlupakan”  produksi Opique Picture’s (2010), film profil 2 sekolah dasar negeri medan di produksi oleh Opique Picture’s (2010), Iklan Chitato “pos id” di produksi oleh Opique Picture’s (2010), videoklip sederhana Portal band di Produksi oleh Opique Picture’s (2010), company profil sirup markisa Noerlen di produksi oleh Opique Picture’s (2009), film fiksi “Dari Hati” di produksi oleh Opique Picture’s (2009), film documenter “Hydrosfer” di produksi oleh Opique Picture’s (2009), film fiksi “Gulungan Uang” di produksi oleh Opique Picture’s (2009), film fiksi “Joe Mengejar Cinta” di produksi oleh Opique Picture’s (2009), film documenter “Rumah Kita” di produksi oleh Opique Picture’s (2008) dan film documenter “Global Never Warming” di produksi oleh Opique Picture’s (2008).

Karya film Anda juga banyak mendapat penghargaan?
Sutradara terbaik versi film documenter FFA (Festival Film Anak) pada tahun 2008  dalam film berjudul “Rumah Kita”, Juara III skrip terbaik dalam acara hari anak nasional yang di selenggarakan oleh Pemprovsu 2009 dalam judul “Memulung Cita-Cita”,  Editor terbaik versi film fiksi FFA (Festival Film Anak) pada tahun 2009 dalam film berjudul  “Gulungan Uang”, Aktor terbaik versi film fiksi FFA (Festival Film Anak) pada tahun 2009 dalam fulm berjudul “Impian Anakku”, Juara II film dikumenter FFA (Festival Film Anak) pada tahun 2010 dalam film berjudul “Museum, Sejarah Yang terlupakan”,  Skrip terbaik film fiksi FFA (festival Film Anak) pada tahun 2010 dalam film berjudul “Pionering Sahabat”, Juara III film dikumenter Fertival Jurnalistik 2011 yang diselenggarakakn Departemen Ilmu Komunikasi USU dalam film berjudul “Kelas Berdinding Angin” dan Juara III  iklan Savety Riding Honda 2011 yang di selenggarakan oleh Honda dalam iklan berjudul “Kebiasaan Buruk Berdampak Fatal“.

Bagaimana sambutan masyarakat terhadap film-film Anda?
Sejauh ini untuk praktisi film dan pemerhati film idealis independen terus mendukung dan memotivasi kami tuk terus berkarya. Bahkan dukungan itu hadir melihat dari kerja kerasnya kami dalam produksi film yang memang masih banyak kekurangan. walau terkadang yang sering menjatuhkan kami orang film senior dimedan namun semangat dan pesan moral yang disampaikan dalam film masih menjadi modal dasar kami tetap bertahan di usia komunitas yang hampir 6 tahun ini.

Dari segi bisnis, apakah menguntungkan?
Yang kami alami sejauh ini memang agak sulit secara harga dan birokrasi produksi di medan ini. Termasuk pemerintah yang tidak mendukung dana dan kami juga pernah di usir saat produksi dengan aparatur Negara sedangkan tujuan produksi kami bukan untuk komersil.
Namun, kalau memang bisa dapat pasar maka sangat menguntungkan walau masih terbilang sulit semisal proyek tender pemerintahan yan system lelang, akan tetapi apabila gool bisa mencapai keuntungan >100% dari biaya produksi.

Sebenarnya seberapa besar dana yang dibutuhkan dalam menggarap  sebuah film hingga sampai di pasaran?
Pengalaman saat produksi film fiksi terpanjang yang kami buat berdurasi 1 jam 50 menit berjudul “Marjinal” dari kebutuhan skrip mencapai 102 juta. Namun dikarenakan tidak ada yang menyokong dana sehingga kami memangkas habis pengeluaran kebutuhan dengan sistem pinjam property dengan yang memilikinya sehingga jika di kalkulasi sekitar 5 jutaan dana yang keluar dari kantong anggota dan dana kas kaomunitas namun ini yang menghambat produksi sehingga memakan waktu produksi hingga 1 setengah tahun pengerjaannya.

Sumber dana itu dari Anda sendiri atau turut dibantu pihak sponsor? 
Beberapa bulan setelah skrip selesai kami terjun kelapangan guna menjaring sponsor, bahkan kepemerintahan di bola-bola hingga 3 bulan namun hasilnya nihil. Dari 4 sponsor yang didapat melainkan dari sistem ngomong langsung dan hanya mendapat fasilitas tempat dan alat guna memenuhi kebutuhan produksi film tersebut.

Bagaimana keuntungan yang didapatkan?
Secara materi keuntungan dari film “Marjinal” itu memang tidak memiliki nilai angka nominal, namun selama beberapa bulan kami mengadakan pemutaran film di café, kedekopi, seminar mendapatkan nilai positif di kenal orang banyak secara langsung.

Strategi apa yang Anda lakukan biar film yang dihasilkan bisa diterima masyarakat?
Tidak ada strategi khusus melainkan dengan cara kreatif agar di terima masyarakat, seperti memutarkan film marjinal dengan cara layar tancap di daerah produksi film tersebut pada malam tahun baru 2013.

Apakah dalam waktu dekat ini ada rencana membuat film lagi? 
Dalam waktu dekat ini kami akan produksi film indie durasi panjang lagi, berjudul “Medan Buzzer” bekerjasama dengan distro “punya medan” dan komunitas jejaring sosial “medan buzzer”. Masih dengan cara kreatif indie yang masih serba kekurangan dalam hal mekanisme dan pendanaan, namun sejauh ini beberapa UKM sudah di gandeng dan beberapa sudah ada mendukung dana walau masih terkumpul minimal.

Menurut Anda bagaimana agar industri perfilman di Sumatera Utara semakin maju?
Semua elemen harus bersinergi, semisal pemerintahan menyediakan wadah. Jika memang pemerintah tidak dapat menyidiakan wadah, wadah yang di ciptakan dari masyarakat jangan di ganggu oleh pihak pemerintah apa lagi preman setempat. (Midian Simatupang)
 
sumber : http://medanlook.blogspot.com/