Minggu, 21 Agustus 2011

BERBURU (berbuka bareng seru pocari sweat).




beri uplaus buat para perwakilan komunitas di gathering film di pendopo usu kemarin (20/8). kalaborasi antara opique pictures, rufi commuity dan new magacine menunjukan buah karya kreatif sebagai komunitas film perwakilan kota medan mengisi stand di acara BERBURU (berbuka bareng seru pocari sweat).

selain pemutaran film buah karya dari 3 komunitas tersebut, juga diramaikan oleh film-film dari komunitas lain, diantanya adalah : kofamzah pictures, komfaz production, u-matic studio, me&art, avindi, dan banyak lagi lainnya.

dari komunitas opique pictures 5 orang pilihan menjadi panitia dalam kegiatan tersebut terdiri dari echo dery, hary hidayat, ardy, adit dan di kordinir oleh teman kita bernama sofyan effendy. dala kegiatan seperti ini sering terjadi kesimpang siuran informasi bahkan sesekali kelihatan kecemburuan sosial didalamnya namun apabila kordinasi itu baik maka akan berjalan lancar.

malam sebelum acara digelar padahal rapat kordinasi telah dibentuk agar semua berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, hanya saja ntah apayang menghambat itu semua sehingga jam ngumpul dilokasi acara yang dijanjikan jam 10 pagi eh kok malah molor begitu jauh. untung saja semua itu dapat berjalan dengan kematangan karena telah banyak pengalaman dari lapangan sebelum-sebelumnya. dan ini semua karena sebahagian anggota tidak menggunakan metode menunggu melainkan mengerjakan apa yang dapat dikerjakan. luar biasa memang tuk sebahagian orang yang hadir tepat waktu.



saat matahari enggan menunjukan jati dirinya, para komunitas yang dipercaya seakan saling menjauhkan diri, bukan saling teduh dibawah tenda sederhana itu, apa karena terlalu senpit atau karena terlalu panas ruangan itu. entah lah apa penyebabnya. namun salah seorang anggota komunitas film bermata sipi berkata penuh heran "kenapa kita duduknya saling berjauhan ya? kayak bergep-gep gitu?" dengan penuh herannya dirinya melontarkan kata-kata.



apabila dari awal kita telah saling bahu membahu dan saling kordinasi sesuai dengan apa yang kita bahas dimalam sebelumnya maka yang terjadi dilapangan akan menunjukan hasil yang lebih dari apa yang kita harapkan bersama. jika kita kaji lebih dalam mamang sangat kontras perbedaan dari 3 komunitas tersebut, apakan itu yang membuat kita semua seakan tidak nyaman. acara begitu sederhana saja kita tidak merapatkan bahu bersama gimana kalau kita gelar acara yang wah nantinya?

apa yang kita dapat kemarin merupakan langkah dan pengalaman kita tuk semangkin matang lagi kedepannya, terpublishnya tulisan ini bukan untuk saling menjatuhkan apalagi menjelekkan komunitas kita. melainkan bahan renungan kita agar lebih baik lagi tuk kedepannya.

M Taufik pradana
Mengudara dari sebuah toko
tepat pukul 15.26 wib tanggal 21 agustus 2011

Rabu, 17 Agustus 2011

download film harry potter it all ends

mau download ya..
ane aja tag suka

bubar kreatif ala U-matic studio medan



desain grafis, photografer, movie maker, motor club, ilustrator dan organizer merupakan kelompok-kelompok kreatif yang bebas merdeka, bebas berkarya sesuka hati karena memiliki peluang dan kekuatan. yah itu pula yang di laksanakan oleh U-matic kemarin (16/8) di kediaman U-matic studio bilangan jalan jati 2 nomor 1 Medan teladan.

kelompok-kelompok kreatif itu diantarnya adalah :
Kofi 52 Medan
Medan Shot Movie
Opique pictures
Soi
Castom Photography
Medan Scooter Club
Hans advertising
BEM ITM
PT. Djarum
dan banyak lagi...



U-matic pantas mendapatkan acungan jempol, karena mampu merangkul beberapa komunitas dari kategori yang berbeda-beda pula. ini menunjukan bahwa U-matic memiliki komunikasi yang baik sehingga dapat membina silaturahmi dengan komunitas lainnya.

opique pictures pun merasa bangga menjadi salah satu komunitas yang di undang dalam rangka buka bersama dikediaman U-matic dengan tema "KALAU KAU DATANG, HATIKU PUN SENANG". jika dilihat bukan mereka saja yang senang seluruh tamu juga merasakan hal tersebut.

bukan hanya sekedar berbuka bersama, sebelum berbuka ceramah mengantarkan berbuka juga digelar, sholat berjamaah, dan di puncak acara para tamu saling memperkenalkan komunitasnya masing-masing. ini semua menunjukan bahwa U-matic mampu menjadi jembatan silaturahmi tuk komunitas kreatif khususnya di kota medan.

Minggu, 14 Agustus 2011

opique picture's bangga jadi komunitas film yang bodoh


kebanyakan orang diluaran sana merasa bangga bahkan belagak pintar, sedangkan dalam aplikasinya mereka hanya masih berada tahap Tahu, sedangkan yang dikatakan pintar itu telah masuk dalam tahap bisa bahkan merambah ke tahap ahli.

dan kalau kita kaji lebih jauh, kebanyakan orang pintar tertalu banyak konsep bahkan terlalu banyak rencana dan itu semua pasti selalu meminimalisir segala hambatan terjadi. padahal kalau kita pikir sendiri memikirkan konsep yang begitu panjang merupakan hambatan yang kita temukan pertama kali bukan.

jika kita ingin menjadi seorang movie maker atau telah membentuk komunitas film terutama film indie kita harus memiliki bebas merdeka, bebas merdeka tuk berkarya, berimajinasi dan mewujudkan mimpi-mimpi kita.

yang sering terjadi pada orang pintar adalah terlalu banyak yang akan di laksanakan sehingga satupun akan sulit terealisasi karena terlalu banyak yang dipikirkan, ini artinya tidak bebas merdeka karena tak memiliki peluang yang besar dalam mewujudkan mimpi.

tuk dinegara yang berbirokrasi yang sulit ini juga menjadi penghalang tuk berkarya namun kita memang dituntut kreatif. tak perlu terlalu banyak yang akan dibuat, 1 saja namun memiliki beberapa rencana. yang pernah kami alami pada saat produksi iklan keselamatan berkendara di tengah kota di pagi yang lumayan ramai tuk memudahkan urusan kamu jumpai polisi yang berjaga disana dan beliau meminta surat izin, kami mikir dari pada repot yasudah kami pindah kejalan yang lain saja. dan filmnya selesai dengan apa yang diharapkan.


m taufik pradana
mengudara disebuah toko dibulan penuh berkah
tepat pada pukul 11.49wib tanggal 14 agustus 2011

Sabtu, 13 Agustus 2011

Opique Pictures komunitas film yang miskin


Aku merasa bersyukur berada dalam komunitas film yang miskin, mungkin perasaan aku ini dapat mewakili teman-teman lainnya satu seperjuangan. Wajar saja dikatakan miskin, bayangkan komunitas ini ngaku sebagai movie maker atau pembuat film tapi komunitas ini tidak memiliki kamera sederhana apa lagi yang canggih. Tapi itu semualah yang menyatukan.

Para anggota komunitas bertaraf ekonomi yang menengah kebawah, dengan keterbatasan opique pictures mampu ciptakan buah karya yang luar biasa. Hal ini didukung oleh seluruh anggota yang memiliki semangat juang yang satu dan ini juga disokong oleh kekompakan kami.

Keterbatasan yang dirasakan jusrtu membuat kami bangkit, tanpa menadahkan tangan kepada orang tua buktinya bisa mewujudkan dunia dalan audiovisual. Bahkan dengan keterbatasan ini membuat kami lebih berani menatap hari esok yang lebih cerah lagi.

Beberapa saat lalu seorang senior dibelantikan perfilman Indonesia mengatakan “ tuk produksi film itu memerlukan biaya produksi 5 sampai 7,5 juta rupiah “ ujar beliau, namun selang beberapa saat seorang movie maker yang beridiologi sama dengan kami mengatakan “ kami buat film Rp 500.000 saja uda bisa pesta pak “ ungkapnya sambil menyindir. Nah, yang kami alami sampai sejauh ini dengan biaya Rp200.000 itu sudah sangat terbantu sekali tuk memproduksi sebuah film, terbukti beberapa pekan lalu kami memproduksi sebuah film dengan biaya segitu kami semua team produksi dan para pemain bisa merasakan makan enak dari uang tersebut.

Kami sangat membenarkan, jika produksi film itu dilaksanakan dengan hati yang ikhlas makan apa yang diharapkan itu terwujud dan biaya seminimal mungkin juga dapat menghasilkan suatu yang wah….!!!

Namun, diketerbatasan itu juga menghambat suatu karya. Masih terngiang ditelinga ini seorang pembuat film komersil berkata “film-film yang dilombakan kemarin itu sangat kurang sekali, kameranya goyang, gambarnya gelap” dikatakan dengan lantang. Aku beserta teman sekomunitas merasa sangat tersinggung mendengarkan kata itu, ya kami maklum kami itu belum sampai tahap standar broadcast dengan alat produksi yang standar pula. Dengan sepontan dalam hati berkata “ANAK INDIE PUNYA CARA SENDIRI TUK BERKARYA”.

Dari kata-kata itu pula yang membuat kami semangkin yakin dengan jati diri kami ini sebagai movie maker indie.

Buat teman-teman yang mau memulai, jangan takut untuk memulai dan jangan terlalu lama menunggu, terkadang hai itu pula yang menghancurkan kita bahkan menjadi beban tuk diri kita sendiri. Dan semua itu akan terjuwud dengan adanya teman seperjuangan yang berimpian satu, mimpi, usaha dan doa..
Selamat mencoba..
Salam kreatifilm.

M Taufik Pradana
Mengudara dari sebuah toko dibulan penuh berkah
Tepat pada pukul 16.23 wib tanggal 13 agustus 2011