Minggu, 20 April 2014 19:26 WIB
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal
TRIBUN.MEDAN.com, Medan -
Opique Picture, komunitas film indie yang berdiri pada 9 januari 2008
ini sudah sering mengikuti dan menjuarai kompetisi film nasional.
Kreatifitas anak Medan ini sudah terbukti dengan mengeluarkan 30-an film
pendek indie.
M.Taufik
Pradana Pasaribu, salah satu pendiri Opique Picture mengatakan prestasi
yang diraih Opique Picture tidak lepas dari kreatifitas dan kerja sama
tim dalam komunitas. "Dan semoga Opique Picture dapat merangsang dan
menciptakan atmosfer baru dalam dunia film indie dengan kompetisi yang
membangun," ujar mahasiswa Ilmu komunikasi Fisip USU ini saat ditemui www.tribun.medan.com, Minggu (20/4/2014).
Adapun
prestasi yang pernah diraih Opique Picture diantaranya, Juara sutradara
terbaik Festifal Film Anak (FFA) Tahun 2008 dalam Film Globar Never
Warming, Juara III skrip terbaik acara hari anak nasional yang di
selenggarakan oleh PemprovSU tahun 2009 dalam Film Memulung Cita-cita,
Editor terbaik versi FFA Tahun 2009 dalam Film Gulungan Uang, Aktor
terbaik versi FFA Tahun 2009 dalam Film Impian Anakku, Juara II film
dokumenter FFA Tahun 2010 dalam Film Museum Sejarah yang Terlupakan,
Skrip terbaik FFA Tahun 2010 dalam Film Pionering Sahabat, Juara III
Festival Jurnalistik Nasional dalam Film Kelas Berdinding Angin, Juara
III Savety Riding Honda Tahun 2011 dalam Film Kebiasan Buruk Berdampak
Fatal, dan Nominasi Film Panjang Daerah Piala Maya 2013 dalam Film
Marjinal. (cr2/tribun.medan.com)
Minggu, 20 April 2014
Kreatifitas itu Tidak Bisa dikalahkan oleh Alat
Minggu, 20 April 2014 19:36 WIB
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal
TRIBUN.MEDAN.com, Medan - Opique Picture, komunitas film indie yang berdiri pada 9 januari 2008 ini sudah sering mengikuti dan menjuarai kompetisi film nasional. Kreatifitas anak Medan ini sudah terbukti dengan mengeluarkan 30-an film pendek indie.
M.Taufik Pradana Pasaribu, salah satu pendiri Opique Picture mengatakan prestasi yang diraih Opique Picture tidak lepas dari kreatifitas dan kerja sama tim dalam komunitas. "Dan semoga Opique Picture dapat merangsang dan menciptakan atmosfer baru dalam dunia film indie dengan kompetisi yang membangun," ujar mahasiswa Ilmu komunikasi Fisip USU ini saat ditemui www.tribun.medan.com, Minggu (20/04/2014).
Menurut Taufik kreatifitas itu tidak bisa dikalahkan oleh alat, dengan alat seadanya kita bisa membuat film. "Memanfaatkan alat yang sederhana bisa juga kok buat karya film yang bagus, jangan menyerah dengan kondisi, tapi manfaatkan imajinasi dalam kondisi apapun" tambah Taufik.
Adapun prestasi yang pernah diraih Opique Picture diantaranya, Juara sutradara terbaik Festifal Film Anak (FFA) Tahun 2008 dalam Film Globar Never Warming, Juara III skrip terbaik acara hari anak nasional yang di selenggarakan oleh PemprovSU tahun 2009 dalam Film Memulung Cita-cita, Editor terbaik versi FFA Tahun 2009 dalam Film Gulungan Uang, Aktor terbaik versi FFA Tahun 2009 dalam Film Impian Anakku, Juara II film dokumenter FFA Tahun 2010 dalam Film Museum Sejarah yang Terlupakan, Skrip terbaik FFA Tahun 2010 dalam Film Pionering Sahabat, Juara III Festival Jurnalistik Nasional dalam Film Kelas Berdinding Angin, Juara III Savety Riding Honda Tahun 2011 dalam Film Kebiasan Buruk Berdampak Fatal, dan Nominasi Film Panjang Daerah Piala Maya 2013 dalam Film Marjinal. (cr2/tribun.medan.com)
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal
TRIBUN.MEDAN.com, Medan - Opique Picture, komunitas film indie yang berdiri pada 9 januari 2008 ini sudah sering mengikuti dan menjuarai kompetisi film nasional. Kreatifitas anak Medan ini sudah terbukti dengan mengeluarkan 30-an film pendek indie.
M.Taufik Pradana Pasaribu, salah satu pendiri Opique Picture mengatakan prestasi yang diraih Opique Picture tidak lepas dari kreatifitas dan kerja sama tim dalam komunitas. "Dan semoga Opique Picture dapat merangsang dan menciptakan atmosfer baru dalam dunia film indie dengan kompetisi yang membangun," ujar mahasiswa Ilmu komunikasi Fisip USU ini saat ditemui www.tribun.medan.com, Minggu (20/04/2014).
Menurut Taufik kreatifitas itu tidak bisa dikalahkan oleh alat, dengan alat seadanya kita bisa membuat film. "Memanfaatkan alat yang sederhana bisa juga kok buat karya film yang bagus, jangan menyerah dengan kondisi, tapi manfaatkan imajinasi dalam kondisi apapun" tambah Taufik.
Adapun prestasi yang pernah diraih Opique Picture diantaranya, Juara sutradara terbaik Festifal Film Anak (FFA) Tahun 2008 dalam Film Globar Never Warming, Juara III skrip terbaik acara hari anak nasional yang di selenggarakan oleh PemprovSU tahun 2009 dalam Film Memulung Cita-cita, Editor terbaik versi FFA Tahun 2009 dalam Film Gulungan Uang, Aktor terbaik versi FFA Tahun 2009 dalam Film Impian Anakku, Juara II film dokumenter FFA Tahun 2010 dalam Film Museum Sejarah yang Terlupakan, Skrip terbaik FFA Tahun 2010 dalam Film Pionering Sahabat, Juara III Festival Jurnalistik Nasional dalam Film Kelas Berdinding Angin, Juara III Savety Riding Honda Tahun 2011 dalam Film Kebiasan Buruk Berdampak Fatal, dan Nominasi Film Panjang Daerah Piala Maya 2013 dalam Film Marjinal. (cr2/tribun.medan.com)
Bikin Film Itu Mudah dan Murah
Minggu, 20 April 2014 20:43 WIB
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal
TRIBUN.MEDAN.com, Medan - Opique Picture, komunitas film indie yang berdiri pada 9 januari 2008 ini sudah sering mengikuti dan menjuarai kompetisi film nasional. Kreatifitas anak Medan ini sudah terbukti dengan mengeluarkan 30-an film pendek indie.
M.Taufik Pradana Pasaribu, salah satu pendiri Opique Picture mengatakan prestasi yang diraih Opique Picture tidak lepas dari kreatifitas dan kerja sama tim dalam komunitas. "Dan semoga Opique Picture dapat merangsang dan menciptakan atmosfer baru dalam dunia film indie dengan kompetisi yang membangun," ujar mahasiswa Ilmu komunikasi Fisip USU ini saat ditemui www.tribun.medan.com, Minggu (20/04/2014).
Menurut Taufik kreatifitas itu tidak bisa dikalahkan oleh alat, dengan alat seadanya kita bisa membuat film indie yang bagus. "Memanfaatkan alat yang sederhana bisa juga kok buat karya film yang bagus, jangan menyerah dengan kondisi, tapi manfaatkan imajinasi dalam kondisi apapun" tambah Taufik.
Taufik juga mengutarakan bikin film itu mudah dan murah. "Dalam produksi film,banyak orang mengatakan sulit dan pasti mengeluarkan banyak dana, sebenarnya nggak, tidak perlu mengeluarkan banyak dana, cukup kita memanfaatkan apa yang ada," ujarnya.
Adapun prestasi yang pernah diraih Opique Picture diantaranya, Juara sutradara terbaik Festifal Film Anak (FFA) Tahun 2008 dalam Film Globar Never Warming, Juara III skrip terbaik acara hari anak nasional yang di selenggarakan oleh PemprovSU tahun 2009 dalam Film Memulung Cita-cita, Editor terbaik versi FFA Tahun 2009 dalam Film Gulungan Uang, Aktor terbaik versi FFA Tahun 2009 dalam Film Impian Anakku, Juara II film dokumenter FFA Tahun 2010 dalam Film Museum Sejarah yang Terlupakan, Skrip terbaik FFA Tahun 2010 dalam Film Pionering Sahabat, Juara III Festival Jurnalistik Nasional dalam Film Kelas Berdinding Angin, Juara III Savety Riding Honda Tahun 2011 dalam Film Kebiasan Buruk Berdampak Fatal, dan Nominasi Film Panjang Daerah Piala Maya 2013 dalam Film Marjinal. (cr2/tribun.medan.com)
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal
TRIBUN.MEDAN.com, Medan - Opique Picture, komunitas film indie yang berdiri pada 9 januari 2008 ini sudah sering mengikuti dan menjuarai kompetisi film nasional. Kreatifitas anak Medan ini sudah terbukti dengan mengeluarkan 30-an film pendek indie.
M.Taufik Pradana Pasaribu, salah satu pendiri Opique Picture mengatakan prestasi yang diraih Opique Picture tidak lepas dari kreatifitas dan kerja sama tim dalam komunitas. "Dan semoga Opique Picture dapat merangsang dan menciptakan atmosfer baru dalam dunia film indie dengan kompetisi yang membangun," ujar mahasiswa Ilmu komunikasi Fisip USU ini saat ditemui www.tribun.medan.com, Minggu (20/04/2014).
Menurut Taufik kreatifitas itu tidak bisa dikalahkan oleh alat, dengan alat seadanya kita bisa membuat film indie yang bagus. "Memanfaatkan alat yang sederhana bisa juga kok buat karya film yang bagus, jangan menyerah dengan kondisi, tapi manfaatkan imajinasi dalam kondisi apapun" tambah Taufik.
Taufik juga mengutarakan bikin film itu mudah dan murah. "Dalam produksi film,banyak orang mengatakan sulit dan pasti mengeluarkan banyak dana, sebenarnya nggak, tidak perlu mengeluarkan banyak dana, cukup kita memanfaatkan apa yang ada," ujarnya.
Adapun prestasi yang pernah diraih Opique Picture diantaranya, Juara sutradara terbaik Festifal Film Anak (FFA) Tahun 2008 dalam Film Globar Never Warming, Juara III skrip terbaik acara hari anak nasional yang di selenggarakan oleh PemprovSU tahun 2009 dalam Film Memulung Cita-cita, Editor terbaik versi FFA Tahun 2009 dalam Film Gulungan Uang, Aktor terbaik versi FFA Tahun 2009 dalam Film Impian Anakku, Juara II film dokumenter FFA Tahun 2010 dalam Film Museum Sejarah yang Terlupakan, Skrip terbaik FFA Tahun 2010 dalam Film Pionering Sahabat, Juara III Festival Jurnalistik Nasional dalam Film Kelas Berdinding Angin, Juara III Savety Riding Honda Tahun 2011 dalam Film Kebiasan Buruk Berdampak Fatal, dan Nominasi Film Panjang Daerah Piala Maya 2013 dalam Film Marjinal. (cr2/tribun.medan.com)
Dengan Alat Sederhana Bisa Berkarya
Minggu, 20 April 2014 20:56 WIB
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal
TRIBUN.MEDAN.com, Medan - Opique Picture, komunitas film indie yang berdiri pada 9 januari 2008 ini sudah sering mengikuti dan menjuarai kompetisi film nasional. Kreatifitas anak Medan ini sudah terbukti dengan mengeluarkan 30-an film pendek indie.
M.Taufik Pradana Pasaribu, salah satu pendiri Opique Picture mengatakan prestasi yang diraih Opique Picture tidak lepas dari kreatifitas dan kerja sama tim dalam komunitas. "Dan semoga Opique Picture dapat merangsang dan menciptakan atmosfer baru dalam dunia film indie dengan kompetisi yang membangun," ujar mahasiswa Ilmu komunikasi Fisip USU ini saat ditemui www.tribun.medan.com, Minggu (20/04/2014).
Menurut Taufik kreatifitas itu tidak bisa dikalahkan oleh alat, dengan alat seadanya kita bisa membuat film indie yang bagus. "Memanfaatkan alat yang sederhana bisa juga kok buat karya film yang bagus, jangan menyerah dengan kondisi, tapi manfaatkan imajinasi dalam kondisi apapun" tambah Taufik.
Taufik juga mengutarakan bikin film itu mudah dan murah. "Dalam produksi film,banyak orang mengatakan sulit dan pasti mengeluarkan banyak dana, sebenarnya nggak, tidak perlu mengeluarkan banyak dana, cukup kita memanfaatkan apa yang ada," ujarnya.
Alat yang digunakan Opique Picture tidak semua alat profesional, selain kamera, mereka menyederhanakan alat pembuatan film, seperti boomer yang digunakan terbuat dari mikrofon yang tali panjang dipasang di batang bambu dan lighting yang hanya menggunakan pencahayaan sederhana.
Adapun prestasi yang pernah diraih Opique Picture diantaranya, Juara sutradara terbaik Festifal Film Anak (FFA) Tahun 2008 dalam Film Globar Never Warming, Juara III skrip terbaik acara hari anak nasional yang di selenggarakan oleh PemprovSU tahun 2009 dalam Film Memulung Cita-cita, Editor terbaik versi FFA Tahun 2009 dalam Film Gulungan Uang, Aktor terbaik versi FFA Tahun 2009 dalam Film Impian Anakku, Juara II film dokumenter FFA Tahun 2010 dalam Film Museum Sejarah yang Terlupakan, Skrip terbaik FFA Tahun 2010 dalam Film Pionering Sahabat, Juara III Festival Jurnalistik Nasional dalam Film Kelas Berdinding Angin, Juara III Savety Riding Honda Tahun 2011 dalam Film Kebiasan Buruk Berdampak Fatal, dan Nominasi Film Panjang Daerah Piala Maya 2013 dalam Film Marjinal.
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal
TRIBUN.MEDAN.com, Medan - Opique Picture, komunitas film indie yang berdiri pada 9 januari 2008 ini sudah sering mengikuti dan menjuarai kompetisi film nasional. Kreatifitas anak Medan ini sudah terbukti dengan mengeluarkan 30-an film pendek indie.
M.Taufik Pradana Pasaribu, salah satu pendiri Opique Picture mengatakan prestasi yang diraih Opique Picture tidak lepas dari kreatifitas dan kerja sama tim dalam komunitas. "Dan semoga Opique Picture dapat merangsang dan menciptakan atmosfer baru dalam dunia film indie dengan kompetisi yang membangun," ujar mahasiswa Ilmu komunikasi Fisip USU ini saat ditemui www.tribun.medan.com, Minggu (20/04/2014).
Menurut Taufik kreatifitas itu tidak bisa dikalahkan oleh alat, dengan alat seadanya kita bisa membuat film indie yang bagus. "Memanfaatkan alat yang sederhana bisa juga kok buat karya film yang bagus, jangan menyerah dengan kondisi, tapi manfaatkan imajinasi dalam kondisi apapun" tambah Taufik.
Taufik juga mengutarakan bikin film itu mudah dan murah. "Dalam produksi film,banyak orang mengatakan sulit dan pasti mengeluarkan banyak dana, sebenarnya nggak, tidak perlu mengeluarkan banyak dana, cukup kita memanfaatkan apa yang ada," ujarnya.
Alat yang digunakan Opique Picture tidak semua alat profesional, selain kamera, mereka menyederhanakan alat pembuatan film, seperti boomer yang digunakan terbuat dari mikrofon yang tali panjang dipasang di batang bambu dan lighting yang hanya menggunakan pencahayaan sederhana.
Adapun prestasi yang pernah diraih Opique Picture diantaranya, Juara sutradara terbaik Festifal Film Anak (FFA) Tahun 2008 dalam Film Globar Never Warming, Juara III skrip terbaik acara hari anak nasional yang di selenggarakan oleh PemprovSU tahun 2009 dalam Film Memulung Cita-cita, Editor terbaik versi FFA Tahun 2009 dalam Film Gulungan Uang, Aktor terbaik versi FFA Tahun 2009 dalam Film Impian Anakku, Juara II film dokumenter FFA Tahun 2010 dalam Film Museum Sejarah yang Terlupakan, Skrip terbaik FFA Tahun 2010 dalam Film Pionering Sahabat, Juara III Festival Jurnalistik Nasional dalam Film Kelas Berdinding Angin, Juara III Savety Riding Honda Tahun 2011 dalam Film Kebiasan Buruk Berdampak Fatal, dan Nominasi Film Panjang Daerah Piala Maya 2013 dalam Film Marjinal.
Opique Picture: Rapat Mingguan Menjadi Arisan komunitas
Minggu, 20 April 2014 21:00 WIB
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal
TRIBUN.MEDAN.com, Medan - Opique Picture, komunitas film indie yang berdiri pada 9 januari 2008 ini sudah sering mengikuti dan menjuarai kompetisi film nasional. Kreatifitas anak Medan ini sudah terbukti dengan mengeluarkan 30-an film pendek indie.
M.Taufik Pradana Pasaribu, salah satu pendiri Opique Picture mengatakan prestasi yang diraih Opique Picture tidak lepas dari kreatifitas dan kerja sama tim dalam komunitas. "Dan semoga Opique Picture dapat merangsang dan menciptakan atmosfer baru dalam dunia film indie dengan kompetisi yang membangun," ujar mahasiswa Ilmu komunikasi Fisip USU ini saat ditemui www.tribun.medan.com, Minggu (20/04/2014).
Hal yang unik dari komunitas ini, mereka mengganti nama rapat mingguan menjadi arisan komunitas, hal ini sebenarnya agar rapat itu bisa berpindah-pindah, dan setiap anggota komunitas mendapat giliran arisan dirumahnya. Arisan komunitas juga dapat menjaga silaturahmi yang baik kepada keluarga dari anggota komunitas.
Adapun prestasi yang pernah diraih Opique Picture diantaranya, Juara sutradara terbaik Festifal Film Anak (FFA) Tahun 2008 dalam Film Globar Never Warming, Juara III skrip terbaik acara hari anak nasional yang di selenggarakan oleh PemprovSU tahun 2009 dalam Film Memulung Cita-cita, Editor terbaik versi FFA Tahun 2009 dalam Film Gulungan Uang, Aktor terbaik versi FFA Tahun 2009 dalam Film Impian Anakku, Juara II film dokumenter FFA Tahun 2010 dalam Film Museum Sejarah yang Terlupakan, Skrip terbaik FFA Tahun 2010 dalam Film Pionering Sahabat, Juara III Festival Jurnalistik Nasional dalam Film Kelas Berdinding Angin, Juara III Savety Riding Honda Tahun 2011 dalam Film Kebiasan Buruk Berdampak Fatal, dan Nominasi Film Panjang Daerah Piala Maya 2013 dalam Film Marjinal. (cr2/tribun.medan.com)
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal
TRIBUN.MEDAN.com, Medan - Opique Picture, komunitas film indie yang berdiri pada 9 januari 2008 ini sudah sering mengikuti dan menjuarai kompetisi film nasional. Kreatifitas anak Medan ini sudah terbukti dengan mengeluarkan 30-an film pendek indie.
M.Taufik Pradana Pasaribu, salah satu pendiri Opique Picture mengatakan prestasi yang diraih Opique Picture tidak lepas dari kreatifitas dan kerja sama tim dalam komunitas. "Dan semoga Opique Picture dapat merangsang dan menciptakan atmosfer baru dalam dunia film indie dengan kompetisi yang membangun," ujar mahasiswa Ilmu komunikasi Fisip USU ini saat ditemui www.tribun.medan.com, Minggu (20/04/2014).
Hal yang unik dari komunitas ini, mereka mengganti nama rapat mingguan menjadi arisan komunitas, hal ini sebenarnya agar rapat itu bisa berpindah-pindah, dan setiap anggota komunitas mendapat giliran arisan dirumahnya. Arisan komunitas juga dapat menjaga silaturahmi yang baik kepada keluarga dari anggota komunitas.
Adapun prestasi yang pernah diraih Opique Picture diantaranya, Juara sutradara terbaik Festifal Film Anak (FFA) Tahun 2008 dalam Film Globar Never Warming, Juara III skrip terbaik acara hari anak nasional yang di selenggarakan oleh PemprovSU tahun 2009 dalam Film Memulung Cita-cita, Editor terbaik versi FFA Tahun 2009 dalam Film Gulungan Uang, Aktor terbaik versi FFA Tahun 2009 dalam Film Impian Anakku, Juara II film dokumenter FFA Tahun 2010 dalam Film Museum Sejarah yang Terlupakan, Skrip terbaik FFA Tahun 2010 dalam Film Pionering Sahabat, Juara III Festival Jurnalistik Nasional dalam Film Kelas Berdinding Angin, Juara III Savety Riding Honda Tahun 2011 dalam Film Kebiasan Buruk Berdampak Fatal, dan Nominasi Film Panjang Daerah Piala Maya 2013 dalam Film Marjinal. (cr2/tribun.medan.com)
Prestasi yang sudah dirain Opique Pictures
- Juara sutradara terbaik film dokumenter
FFA (Festival Film Anak) pada tahun 2008 dalam film berjudul “Global
Never Warming”.
- Juara
III skrip terbaik dalam acara hari anak nasional yang di selenggarakan oleh
Pemprovsu 2009 dalam judul “Memulung Cita-Cita”
- Editor
terbaik versi film fiksi FFA (Festival Film Anak) pada tahun 2009 dalam film
berjudul “Gulungan Uang”.
- Aktor terbaik versi film fiksi FFA (Festival Film Anak) pada tahun 2009
dalam fulm berjudul “Impian Anakku”.
- Juara
II film dikumenter FFA (Festival Film Anak) pada tahun 2010 dalam film berjudul
“Museum, Sejarah Yang terlupakan”
- Skrip
terbaik film fiksi FFA (festival Film Anak) pada tahun 2010 dalam film berjudul
“Pionering Sahabat”
- Juara
III film dikumenter Fertival Jurnalistik 2011 yang diselenggarakakn Departemen
Ilmu Komunikasi USU dalam film berjudul “Kelas Berdinding Angin”
- Juara III iklan Savety Riding
Honda 2011 yang di selenggarakan oleh Honda dalam iklan berjudul “Kebiasaan
Buruk Berdampak fatal “
- Nomunasi Film
Panjang Daerah Piala Maya 2013 dalam
judul “Majinal”
daftar film yang sudah Opique Pictures Produksi
- 2013 Produksi film “EGO” di produksi oleh
Opique Pictures, Dharmateta, Komfaz Prod, Wale Wale Bhee Prod dan
Intermadiaproject
- 2012 Produksi film “Marjinal” di Produksi
oleh Opique Pictures dan Ghoqielt Comm
- 2012 Produksi film feature “Mobile School”
di Produksi oleh Opique Pictures.
- 2012 produksi film feature “gigi dinda
sakit ma” di produksi oleh Opique Pictures
- 2011 produksi film “besadi kuta kamuhenku”
di produksi oleh opique pictures dan dee yanz group.
- 2011 Produksi film fiksi “Gak
Belok Lagi” di produksi oleh Opique Pictures.
- 2011 Produksi film documenter “menjejaki
air terjun dwi warna” di produksi oleh Opique Pictures dan Krikil Picture’s
- 2011 produksi film feature “si buah hati”
di produksi Opique Pictures
- 2011 produksi film feature “kebiasaan
penyebab diabetes” di produksi Opique Pictures
- 2010 produksi film fiksi “Anak bangsa
peduli negeri” di produksi oleh opique pictures dan d’indo pictures.
- 2010 Produksi fim documenter “Kualanamu,
Lepas landas apa lepas kandas” di produksi oleh Opique Pictures dan Krikil
Picture’s.
- 2010 Produksi film documenter
“Kelas Berdinding Angin” di produksi oleh Opique Pictures dan Krikil Picture’s.
- 2010 Produksi film fiksi “1000
Langkah 1 Tujuan” di produksi oleh Opique Picture’s dan Kofamzah Picture’s.
- 2010 Produksi film fiksi
“Pionering Sahabat” di produksi oleh Opique Picture’s dan Komfaz production.
- 2010 Produksi film “Freedom Of
Choise” peserta lomba cipta film democrazy yang di selenggarakan America
Government di produksi Opique Picture’s.
- 2010 Produksi film docudrama
“museum, Sejarah yang Terlupakan”
produksi Opique Picture’s.
- 2009 Produksi film fiksi “Dari Hati”
di produksi oleh Opique Picture’s.
- 2009 Produksi film documenter
“Hydrosfer” di produksi oleh Opique Picture’s.
- 2009 Produksi film fiksi
“Gulungan Uang” di produksi oleh Opique Picture’s.
- 2009 Produksi film fiksi “Joe Mengejar
Cinta” di produksi oleh Opique Picture’s.
- 2008 Produksi film documenter
“Rumah Kita” di produksi oleh Opique Picture’s.
- 2008 Produksi film documenter
“Global Never Warming” di produksi oleh Opique Picture’s.

